Connect with us

Politik

Ledia Hanifa: Dugaan Kecurangan TKA Harus Jadi Evaluasi Proses Pendidikan di Sekolah

Published

on

Ledia Hanifa: Dugaan Kecurangan TKA Harus Jadi Evaluasi Proses Pendidikan

Anggota Komisi X DPR RI, Ledia Hanifa, menilai dugaan kecurangan dalam pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) perlu menjadi bahan evaluasi menyeluruh terhadap proses pembelajaran dan lingkungan pendidikan di sekolah. Menurutnya, TKA tidak semestinya hanya dipandang sebagai instrumen untuk mengukur kemampuan akademik siswa, tetapi juga menjadi sarana mengevaluasi kualitas proses pendidikan yang telah berlangsung.

“TKA semestinya hanya menjadi salah satu alat asesmen untuk melihat seberapa optimal kemampuan akademis siswa setelah mengikuti pelajaran di sekolah sepanjang rentang waktu tertentu,” ujar Ledia

Politisi Fraksi PKS tersebut menjelaskan, hasil TKA juga dapat menjadi instrumen evaluasi terhadap proses pembelajaran dan lingkungan belajar di sekolah. Evaluasi ini tidak hanya menyasar peserta didik, tetapi juga mencakup peran guru dan kepala sekolah dalam memastikan penyelenggaraan pendidikan berjalan optimal.

“Karenanya, TKA juga dapat menjadi alat evaluasi bagaimana pembelajaran dan lingkungan belajar berlangsung. Berarti juga mengevaluasi guru dan kepala sekolah,” jelasnya.

Ledia menegaskan, evaluasi merupakan bagian yang wajar dalam dunia pendidikan sehingga tidak semestinya ada upaya manipulasi dalam pelaksanaan asesmen. Menurutnya, dugaan kecurangan justru perlu menjadi perhatian serius karena dapat mengindikasikan persoalan dalam proses pembelajaran, terutama dalam penanaman karakter dan nilai kejujuran kepada peserta didik.

Advertisement

“Dalam pendidikan, evaluasi adalah sesuatu yang biasa dan wajar. Semestinya tidak perlu ada manipulasi, kecuali jika memang ada penyimpangan dalam proses pembelajaran, seperti tidak mampu menanamkan karakter jujur atau mendorong anak lebih percaya pada hasil instan, bukan proses,” ungkap Ledia.

Selain menyoroti proses pembelajaran, Ledia turut menekankan pentingnya tanggung jawab pengawas selama pelaksanaan TKA. Ia menilai pengawas di ruang ujian, termasuk guru dari sekolah lain yang ditugaskan, perlu lebih peka terhadap indikasi kecurangan dan segera mengambil tindakan apabila menemukan dugaan pelanggaran.

“Semestinya pengawas di kelas dapat lebih peka dan bergerak cepat jika melihat gejala-gejala kecurangan. Ketidakpedulian pengawas pada gilirannya berkontribusi dalam merusak mental dan karakter siswa,” tegasnya.

Lebih lanjut, Ledia meminta dugaan kecurangan dalam pelaksanaan TKA diselidiki secara saksama. Menurutnya, penanganan tidak boleh berhenti pada identifikasi kejadian, tetapi perlu dilanjutkan dengan pemeriksaan untuk memastikan ada atau tidaknya pelanggaran serta menentukan langkah tindak lanjut yang tepat.

“Kecurangan yang terjadi mesti diselidiki secara saksama. Jika terindikasi pelanggaran, apalagi terencana, semestinya hasilnya bisa dibatalkan. Pengawas juga perlu diberi sanksi,” pungkas Ledia.

Advertisement

Ia berharap evaluasi terhadap pelaksanaan TKA dapat mendorong perbaikan proses pendidikan secara menyeluruh. Dengan demikian, asesmen tidak hanya memberikan gambaran kemampuan akademik siswa, tetapi juga memperkuat komitmen untuk membangun lingkungan belajar yang menjunjung tinggi kejujuran dan integritas.

Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ledia Hanifa: Dugaan Kecurangan TKA Harus Jadi Evaluasi Proses Pendidikan Ledia Hanifa: Dugaan Kecurangan TKA Harus Jadi Evaluasi Proses Pendidikan
Politik2 jam ago

Ledia Hanifa: Dugaan Kecurangan TKA Harus Jadi Evaluasi Proses Pendidikan di Sekolah

Anggota Komisi X DPR RI, Ledia Hanifa, menilai dugaan kecurangan dalam pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) perlu menjadi bahan evaluasi...

Pengelolaan SDA Harus Berpihak pada Rakyat, Bukan Oligarki Pengelolaan SDA Harus Berpihak pada Rakyat, Bukan Oligarki
Politik2 jam ago

Darmadi Durianto: Pengelolaan SDA Harus Berpihak pada Rakyat, Bukan Oligarki

Anggota Komisi VI DPR RI Darmadi Durianto menegaskan pengelolaan sumber daya alam (SDA) Indonesia harus berpihak pada kepentingan rakyat, bukan...

Once Mekel Hadirkan Kepedulian Nyata bagi Pelajar Penyintas Osteosarkoma Once Mekel Hadirkan Kepedulian Nyata bagi Pelajar Penyintas Osteosarkoma
Politik2 jam ago

Once Mekel Salurkan Bantuan Kursi Roda untuk Pelajar Penderita Kanker Tulang agar Tetap Sekolah

Anggota Komisi X DPR RI, Once Mekel, menegaskan komitmennya untuk terus mengawal dan merespons aspirasi masyarakat, khususnya di bidang pendidikan,...

Polda Kalteng Harus Ungkap Pihak Lain Pelaku Karhutla, Jangan Berhenti pada Dua Korporasi Polda Kalteng Harus Ungkap Pihak Lain Pelaku Karhutla, Jangan Berhenti pada Dua Korporasi
Politik2 jam ago

Iwan Kurniawan: Polda Kalteng Harus Ungkap Pihak Lain Pelaku Karhutla, Jangan Berhenti pada Dua Korporasi

Anggota Komisi II DPR RI Iwan Kurniawan mengapresiasi langkah Polda Kalimantan Tengah (Kalteng) yang telah menetapkan dua korporasi sebagai tersangka...

M. Kholid: Keuntungan Korporasi dari Tindak Pidana Karhutla Harus Dirampas M. Kholid: Keuntungan Korporasi dari Tindak Pidana Karhutla Harus Dirampas
Politik2 jam ago

Muhammad Kholid: Keuntungan Korporasi dari Tindak Pidana Karhutla Harus Dirampas

Anggota DPR RI Muhammad Kholid, menegaskan keuntungan dari korporasi pelaku tindak pidana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) harus dirampas. Hal...

Pendidikan Jadi Kunci Memutus Rantai Kemiskinan Pendidikan Jadi Kunci Memutus Rantai Kemiskinan
Politik3 jam ago

Saan Mustopa: Pendidikan Jadi Kunci Memutus Rantai Kemiskinan

Pendidikan menjadi salah satu jalan utama untuk memutus rantai kemiskinan sekaligus meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat. Karena itu, setiap anak harus...

Soroti Penggerebekan Ponpes, Atalia: Penegakan Hukum Jangan Abaikan Anak dan Perempuan Soroti Penggerebekan Ponpes, Atalia: Penegakan Hukum Jangan Abaikan Anak dan Perempuan
Politik4 jam ago

Soroti Penggerebekan Ponpes, Atalia Praratya: Penegakan Hukum Jangan Abaikan Anak dan Perempuan

Anggota Komisi VIII DPR RI Atalia Praratya memberikan tanggapan tegas terkait insiden penggerebekan dan penyitaan barang di Pondok Pesantren Hamalatul...

Abdullah Ingatkan Kepatuhan SOP Kepolisian terkait Kasus Ponpes Sukoharjo Abdullah Ingatkan Kepatuhan SOP Kepolisian terkait Kasus Ponpes Sukoharjo
Politik4 jam ago

Kasus Ponpes Sukoharjo, Abdullah Ingatkan Kepatuhan SOP Kepolisian

Anggota Komisi III DPR RI Abdullah memberikan tanggapan terkait klarifikasi penanganan perkara oleh Polda Jawa Tengah dan jajaran Kepolisian Resor...

Ibas Dorong Anak Muda Ponorogo Ubah Kreativitas Jadi Sumber Penghasilan Ibas Dorong Anak Muda Ponorogo Ubah Kreativitas Jadi Sumber Penghasilan
Politik4 jam ago

Edhie Baskoro Yudhoyono Dorong Anak Muda Ponorogo Ubah Kreativitas Jadi Sumber Penghasilan

Potensi seni budaya, kuliner, hingga industri digital di Kabupaten Ponorogo dapat menjadi sumber penghasilan baru bagi generasi muda jika dikembangkan...

DPR Kawal Penanganan Kesehatan Warga Terdampak Karhutla di Kalimantan Selatan DPR Kawal Penanganan Kesehatan Warga Terdampak Karhutla di Kalimantan Selatan
Politik5 hari ago

DPR RI Kawal Penanganan Kesehatan Warga Terdampak Karhutla di Kalimantan Selatan

Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal menegaskan keselamatan dan kesehatan masyarakat harus menjadi prioritas utama dalam penanganan kebakaran hutan...