Politik
M. Husni Sesalkan Penggerebekan Ponpes di Sukoharjo, Santriwati Anak-anak Harus Dilindungi
Published
3 jam agoon
Anggota Komisi VIII DPR RI, M. Husni, meminta aparat penegak hukum (APH) mengedepankan penyelidikan secara menyeluruh dan cermat sebelum mengambil tindakan dalam menangani persoalan di lingkungan pesantren. Menurutnya, kehati-hatian aparat sangat diperlukan agar penanganan kasus tidak menimbulkan dampak yang merugikan, terutama bagi santriwati yang sebagian besar masih berusia anak-anak.
Legislator Fraksi Partai Gerindra itu menyayangkan tindakan aparat dalam peristiwa penggerebekan Pondok Pesantren Hamalatul Qur’an di Sukoharjo, Jawa Tengah. Ia menilai, setiap tindakan penegakan hukum semestinya didahului pemeriksaan dan penyelidikan secara menyeluruh dengan mempertimbangkan kondisi lingkungan pesantren.
Ia mengingatkan bahwa pesantren bukan sekadar lembaga pendidikan agama, tetapi juga tempat tinggal bagi para santri dan santriwati. Karena itu, setiap tindakan aparat di lingkungan pesantren harus memperhatikan keberadaan serta kondisi para peserta didik.
“Pesantren itu adalah tempat lembaga pendidikan agama. Di sana ada santri dan santriwati yang sifatnya menginap. Mereka melakukan kegiatan belajar mengajar sejak matahari terbit sampai malam hari,” ujar Husni di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (3/11/2026).
Menurutnya, aktivitas di pesantren berlangsung sepanjang hari, mulai dari kegiatan belajar mengajar hingga aktivitas keseharian. Selain pendidikan agama, pesantren juga berperan membentuk akhlak dan karakter serta menanamkan nilai-nilai kepemimpinan kepada para santri.
Karakteristik tersebut, lanjut Husni, perlu menjadi pertimbangan aparat dalam menangani setiap persoalan di lingkungan pesantren. Terlebih, ia menyoroti dampak tindakan aparat terhadap santriwati yang sebagian besar masih berusia anak-anak.
“Kita kemarin menyesalkan tentang terjadinya tindakan-tindakan yang mestinya pihak dari APH melihat, menyelidiki terlebih dahulu sebelum melakukan tindakan-tindakan yang akhirnya menimbulkan luka daripada para santriwati yang ada di pondok pesantren tersebut. Sebagian besar santriwatinya itu masih anak-anak,” tegasnya.
Husni juga menilai pesantren saat ini telah berkembang menjadi lembaga pendidikan yang terbuka dengan berbagai aktivitas. Oleh karena itu, penanganan persoalan di lingkungan pesantren harus dilakukan secara proporsional tanpa mengabaikan hak dan perlindungan para santri.
Ia berharap aparat kepolisian dapat menjalankan tugas secara profesional dengan mengedepankan prosedur dan langkah penanganan yang tepat. Ia juga menyinggung pandangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang mengingatkan agar penanganan persoalan tersebut tidak dilakukan secara berlebihan.
“Sudah pasti kita berharap kepolisian lebih profesional dalam menangani kasus apa pun yang terjadi di negara kita,” ungkapnya.
Husni menegaskan, profesionalitas aparat harus berjalan seiring dengan perlindungan terhadap masyarakat, khususnya anak-anak di lingkungan pendidikan. Penyelidikan yang cermat sebelum mengambil tindakan menjadi kunci agar penegakan hukum berlangsung secara adil, proporsional, dan tidak menimbulkan dampak yang merugikan para santri.
You may like
Listyo Sigit Prabowo, Ahrie Sonta, dan Eko Hadi Jadi Tersangka Kasus Penyadapan Presiden
Sugiono: Kedepankan Penegakan Hukum, Jaga Soliditas Institusi, dan Perkuat Komitmen Pembangunan Nasional
Gerindra Peduli, Longki Djanggola Turun Langsung Bantu Korban Kebakaran di Parigi Moutong
M. Husni Sesalkan Penggerebekan Ponpes di Sukoharjo, Santriwati Anak-anak Harus Dilindungi
Cegah Narkoba Masuk Lewat Jalur Laut, Imron Amin Minta BIN, TNI AL, dan Bakamla Bersinergi
M. Husni Dorong Perang Melawan Narkoba Dimulai dari Keluarga
Tiga Perwira Polri Jadi Tersangka Kasus Penyadapan, Habiburokhman Tekankan Proses Hukum Transparan
Imron Amin: Konten Viral Tak Boleh Gantikan Proses Pembuktian yang Adil
Wamenhan Tinjau Area Gudang Utara Kodam III/Siliwangi
Dedi Mulyadi Tak Bisa Maju Capres 2029 dari Gerindra, Tiket Sudah Diberikan kepada Prabowo?
Sosok Airlangga Masih Dibutuhkan Golkar
Dunia Butuh Generasi Muda Bahagia, Tangguh dan Sehat Jiwa
Sastra bisa Jadi Ruang Merawat Akal Sehat dan Kewarasan
Opini Newsmax, Prabowo dan Peluang Kemakmuran untuk Indonesia
Kalender November 2025: Tanggal Merah, Hari Besar, Weton Jawa dan Hijriah
Turn Back Hoax: [SALAH] Gambar Detik.com Ganjar Menonton Video Bokep

BKSAP DPR RI Dorong Perdamaian Konflik Rusia-Ukraina dalam Dialog dengan Parlemen Eropa
Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI mendorong penyelesaian berbagai konflik global melalui dialog dan diplomasi dalam pertemuan Friendly Talk...
Samuel Wattimena Dorong Anak Muda Minati Kerajinan Kain Ulos
Anggota Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI Samuel Wattimena menekankan pentingnya identitas masing-masing daerah, khususnya terkait pembuatan ulos, yaitu...
BURT DPR RI Tinjau Pelayanan Jamkestama di RSU Bogor Senior Hospital
Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR RI meninjau pelaksanaan Program Jaminan Pemeliharaan Kesehatan Utama (Jamkestama) di RSU Bogor Senior Hospital...
Syahrul Aidi Maazat: Kabupaten Toba Perlu Perkuat Branding dan Inovasi Daerah untuk Go Global
Ketua Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI Syahrul Aidi Maazat mendorong adanya pembentukan branding untuk potensi pariwisata di Kabupaten Toba....
Alex Indra Lukman: Pelaku Karhutla Harus Dapat Pemberatan Hukuman, Perampasan Keuntungan Korporasi
Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Alex Indra Lukman meminta Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Kehutanan tidak ragu dalam menindak...
Mohammad Rano Alfath Apresiasi Polri Tetapkan 20 Korporasi Tersangka Karhutla
Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Moh. Rano Alfath, mengapresiasi langkah Polri menetapkan 20 korporasi sebagai tersangka dalam perkara dugaan...
Didik Haryadi Minta OJK Relaksasi Segera Terbitkan Kredit UMKM Terdampak Bencana
Anggota Komisi XI DPR RI Didik Haryadi meminta Otoritas Jasa Keuangan (OJK) segera menerbitkan kebijakan relaksasi dan restrukturisasi kredit bagi...
Polri Tetapkan 20 Korporasi Tersangka Karhutla, Puan Maharani: Penegakan Hukum Harus Transparan
Ketua DPR RI Puan Maharani menanggapi perkembangan penanganan perkara dugaan kebakaran dan hutan (Karhutla) di mana Polri baru saja mengumumkan...
Pulihkan Hak Korban, Habiburokhman: UU Perampasan Aset Diusulkan Dapat Rampas Harta Pelaku Pidana Investasi Bodong
Komisi III menekankan harta pelaku tindak pidana kejahatan di sektor keuangan, mulai dari investasi bodong, trading saham dan komoditas fiktif,...
Pasca-Pembentukan Satgas Bersama, Sukanta: Perkuat Kerja Sama Indonesia-Singapura Tangani Karhutla
Wakil Ketua Komisi I DPR RI Sukamta, mendorong penguatan kerja sama Indonesia dan Singapura dalam penegakan hukum kebakaran hutan dan...

