Connect with us

Nasional

Diresmikan Wapres JK, RS Faisal Buka Pelayanan Radioterapi

Fikri

Published

on

Kabarpolitik.com, MAKASSAR — Rumah Sakit Islam Faisal kini telah membuka pelayanan radioterapi. Baru-baru ini, layanan itu diresmikan langsung Wakil Presiden Indonesia, Jusuf Kalla.

Gedung ini difasilitasi Alat Radiotherapy Linear Accelerator, dr Suherman Hadi SSp Onk Rad, jadi tim dokter yang akan menangani pasien kanker dengan penggunaan alat ini. Ia mengatakan, alat ini dalam membangkitkan radiasi tak menggunakan radioaktif namun penggunaan listrik, sehingga kebocoran radiasi tak akan terjadi.

Alat ini akan membunuh sel kanker dengan target langsung yakni inti sel terutama DNA sel kanker. RS Faisal merupakan satu-satunya RS Swasta di kawasan Indonesia Timur yang menyediakan alat tersebut.

Diharapkan hadirnya gedung instalasi radioterapi ini akan memberikan pelayanan secara menyeluruh kepada pasien kanker yang ingin melakukan bedah, kemoterapi dan radioterapi sehingga keterlambatan perawatan tak terjadi.

“Tagline kami pelayanan tanpa antrian. Kami tinggal menunggu kerjasama dengan BPJS Kesehatan agar pasien BPJS dapat terlayani dengan baik tanpa harus menunggu lama. Kami juga menjaga alat ini dengan baik agar mencegah breakdown,” ungkapnya.

Wakil Presiden Jusuf Kalla mengapresiasi RS Faisal yang terus memberikan upaya pelayanan terbaik bagi pasien. Namun, kata dia, yang terbaik adalah dengan mulai melakukan pencegaham sebelum sakit datang.

Menurutnya Rumah Sakit sudah seharusnya menjadi tempat terakhir. Pemerintah perlu fokus menciptakan lingkungan yang sehat seperti menciptakan lapangan olahraga, menangani masalah sampah sehingga masyarakat hidup lebih sehat.

“Sehat itu bukan dari banyakynya rumah sakit. Semakin sedikit pasien yang datang ke RS berarti menjadi penilaian bahwa masyarakat kita kesehatannya baik,” imbuhnya.

Selain itu, Jusuf Kalla menegaskan bahwa tak hanya fasilitas yang perlu ditingkatkan, namun perlunya SDM yang berkompeten agar kepercayaan masyarakat lebih besar.

“Kenapa misalnya masih ada yang lebih pilih ke singapur atau malaysia padahal teknologi kita sudah cukup memudahkan para dokter. Ini karena harus ada perbaikan di SDM kita juga,” tuturnya.

Acara ini juga dihadiri, Wakil Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, Penjabat Wali Kota Makassar, Iqbal Suhaeb, dan Kepala BPJS Kesehatan Makassar, Greisthy EL Borotoding. (ind)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *