Jabodetabek
KHR Syarif Rahmat Jadi Pengisi Kajian Dzuhur Ramadan di Masjid Fatahillah
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengadakan Kajian Dzuhur Ramadan di Masjid Fatahillah, Kompleks Balai Kota DKI Jakarta, Jl Medan Merdeka Selatan, Gambir. Kali ini, Kajian Dzuhur Ramadan mengambil tema Pengembangan Wawasan Keagamaan Islam dengan menghadirkan pembicara, KHR Syarif Rahmat RA, SQ.
” Mengajarkan kita untuk senantiasa berjamaah,”
Dalam memberi nasihat untuk menjalani kehidupan di masa sekarang di mana tantangan umat semakin kompleks, ia mencontohkan khasiat madu sebagaimana diabadikan dalam Alquran. Bukan hanya baik untuk kesehatan fisik, madu mengajarkan banyak hal positif kepada menusia karena dihasilkan oleh lebah yang memiliki kekhususan dalam menjalani hidup.
“Kita tahu lebah itu bergerombol. Mengajarkan kita untuk senantiasa berjamaah. Hebatnya dunia lebah itu bisa kondusif. Tidak ada keributan, beda sama pemilihan pemimpin manusia,” tuturnya.
Ia menekankan, jika madu baik untuk mengatasi instabilitas fisik, maka Alquran bisa mengatasi instabilitas dalam kehidupan. Mulai dari pribadi, keluarga, hingga kehidupan bernegara.
“Madu itu beragam, pemimpin yang ingin sukses wajib mengoleksi. Tidak mempertentangkan. Pada dasarnya semua madu itu untuk kesembuhan manusia. Jadi jangan beda-bedakan. Ada ulama yang suka bicara anak yatim, itu terus, akhirnya sumbangan buat anak yatim. Ada yang spesialis ngomongin kiamat, ya tidak apa-apa. Jangan dipertentangkan (satu sama lain). Memang Al Quran isinya beragam,” ucapnya.
Setelah menyampaikan kajian, KHR Syarif Rahman membagikan buku berisi bacaan doa dan wirid yang diambil langsung dari Alquran.
(bj/kp)


