Connect with us

Politik

Anggaran Trotoar Jakarta Capai Rp407 Miliar, Kevin Wu Soroti Proyek Asal-asalan

Published

on

Anggota Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) DPRD DKI Jakarta, Kevin Wu menyoroti anggaran jumbo untuk pembangunan dan pemeliharaan trotoar pada tahun anggaran 2025. Dia ingin memastikan anggaran trotoar sebesar Rp407 miliar yang ada pada tiga dinas diawasi dengan ketat agar tidak dikerjakan asal-asalan.

“Trotoar bukan sekadar infrastruktur. Ia adalah cerminan keberpihakan kita kepada pejalan kaki dan difabel. Anggaran besar ini harus menjadi investasi jangka panjang bagi Jakarta yang lebih manusiawi — bukan sekadar proyek yang menguap karena salah urus atau korupsi,” ujar Kevin kepada wartawan, Senin, 28 April 2025.

Dalam dokumen penetapan APBD 2025, jelasnya, anggaran jumbo tersebut tersebar di tiga dinas: Bina Marga, Sumber Daya Air, dan Perumahan. Targetnya: membangun dan memelihara trotoar seluas 140 ribu meter persegi. Kevin mengingatkan, volume sebesar ini menuntut pengawasan mendalam agar hasilnya terasa di kaki masyarakat, bukan hanya di atas kertas.

PSI mengusulkan pendekatan berbasis akuntabilitas, partisipasi publik, dan keberpihakan nyata pada pejalan kaki. “Kami akan dorong Bina Marga dan dinas terkait untuk bekerja lebih cepat, transparan, dan melibatkan warga dalam setiap tahap,” kata Kevin.

 

Advertisement

Bukan Sekadar Bangun Baru

Pembangunan trotoar, menurut Kevin, mesti memenuhi sejumlah tolok ukur ketat: peningkatan luas trotoar layak, penurunan kecelakaan pejalan kaki, dan peningkatan kepuasan masyarakat. Semua itu, lanjutnya, hanya mungkin dicapai lewat penggunaan material tahan lama dan drainase yang mumpuni — bukan asal pasang yang hanya bertahan satu musim hujan.

Publikasi realisasi fisik dan keuangan proyek, kata Kevin, juga menjadi keniscayaan. “Tanpa transparansi, anggaran sebesar ini hanya akan menjadi ladang basah untuk proyek asal-asalan,” ia menambahkan.

Kevin mengingatkan, fokus berlebihan pada pembangunan baru tanpa memperbaiki trotoar rusak yang ada berpotensi menjadi pemborosan anggaran. Ia menekankan, minimal 30–40 persen dana harus dialokasikan untuk pemeliharaan.

 

Advertisement

Meneropong Kinerja Dinas Bina Marga

Kevin tak langsung menyimpulkan buruknya kinerja Dinas Bina Marga. Namun, ia menilai perlu ada evaluasi menyeluruh terhadap penyebab masalah trotoar di Jakarta.

Pertama, koordinasi antardinas masih lemah. Kerap kali, trotoar yang baru dibangun rusak oleh proyek drainase atau utilitas bawah tanah. Kedua, anggaran pemeliharaan dinilai tak memadai, kalah prioritas dibanding pembangunan baru. Ketiga, sistem pelaporan kerusakan trotoar dari warga masih jalan di tempat, membuat perbaikan kerap terlambat.

Kevin menawarkan sejumlah solusi: integrasi perencanaan antardinas lewat satu masterplan trotoar, sistem pemeliharaan berbasis aplikasi laporan masyarakat seperti Qlue atau JakLapor, serta peningkatan kapasitas teknis petugas pemeliharaan.

 

Advertisement

Mengunci Anggaran, Menghidupkan Partisipasi

Agar efektif, PSI mendorong setidaknya 40 persen anggaran trotoar dialokasikan untuk pemeliharaan, khususnya di kawasan padat seperti sekitar stasiun, halte, dan sekolah.

Standar teknis pembangunan trotoar, menurut Kevin, juga perlu diperketat: lebar minimal 2 meter, permukaan rata, dan bebas genangan. Vendor yang melanggar spesifikasi harus dikenai sanksi tegas.

Ia pun mendorong pelibatan masyarakat dalam desain trotoar lewat musyawarah kelurahan serta pembentukan komunitas “Trotoar Bersih” yang aktif mengawasi kualitas pekerjaan. Selain itu, audit berkala oleh lembaga independen seperti BPK atau Bawasda dinilai wajib untuk menutup celah penyelewengan.

“Trotoar adalah hak dasar warga kota,” tutup Kevin. “Dan hak itu harus dibangun — bukan hanya dalam beton, tetapi juga dalam niat baik dan tata kelola yang benar.”

Advertisement

 

Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Titiek Soeharto Apresiasi Capaian Stok Bulog dan Pastikan Kualitas Beras di Ambon Terjaga Titiek Soeharto Apresiasi Capaian Stok Bulog dan Pastikan Kualitas Beras di Ambon Terjaga
Politik1 minggu ago

Titiek Soeharto Apresiasi Capaian Stok Bulog dan Pastikan Kualitas Beras di Ambon Terjaga

Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Soeharto memastikan ketersediaan dan kualitas stok beras di Provinsi Maluku dalam kondisi aman....

Andre Rosiade Dorong Penguatan Ekosistem Industri Batam Andre Rosiade Dorong Penguatan Ekosistem Industri Batam
Politik1 minggu ago

Andre Rosiade Dorong Penguatan Ekosistem Industri Kota Batam

Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade mendorong penguatan ekosistem industri di Kota Batam melalui kepastian perizinan, keandalan pasokan...

Komisi XII Ingatkan Kesiapan Listrik Seiring Ekspansi Pariwisata di Bali Komisi XII Ingatkan Kesiapan Listrik Seiring Ekspansi Pariwisata di Bali
Politik1 minggu ago

Melchias Markus Mekeng Dorong Bali Percepat Pengembangan Energi Terbarukan

Ketua Komisi XII DPR RI Melchias Markus Mekeng mengingatkan PT PLN (Persero) agar mengantisipasi kebutuhan listrik Bali dalam jangka panjang...

Komisi XII Dorong Percepatan Pemanfaatan Gas Natuna untuk Batam Komisi XII Dorong Percepatan Pemanfaatan Gas Natuna untuk Batam
Politik1 minggu ago

Jalal Abdul Nasir Dorong Percepatan Pemanfaatan Gas Natuna untuk Batam

Komisi XII DPR RI mendorong percepatan commissioning tahap kedua pipa gas West Natuna Transportation System (WNTS)-Pemping agar pemanfaatan gas Natuna...

Beniyanto Dorong Perluasan SPKLU untuk Percepat Transisi Energi Beniyanto Dorong Perluasan SPKLU untuk Percepat Transisi Energi
Politik1 minggu ago

Percepat Transisi Energi, Beniyanto Dorong Perluasan SPKLU

Anggota Komisi XII DPR RI Beniyanto mendorong PT PLN (Persero) memperluas pembangunan stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) hingga ke...

Anis Byarwati Soroti Tingginya Pencabutan Izin BPR dan BPRS di Jawa Barat Anis Byarwati Soroti Tingginya Pencabutan Izin BPR dan BPRS di Jawa Barat
Politik1 minggu ago

Anis Byarwati Soroti 48 BPR dan BPRS di Jawa Barat Dicabut Izin Usahanya

Anggota Komisi XI DPR RI Anis Byarwati menyoroti tingginya jumlah Bank Perekonomian Rakyat (BPR) dan Bank Perekonomian Rakyat Syariah (BPRS)...

Wahyu Sanjaya Tekankan Literasi Penjaminan Simpanan bagi Nasabah Wahyu Sanjaya Tekankan Literasi Penjaminan Simpanan bagi Nasabah
Politik1 minggu ago

Wahyu Sanjaya Tekankan PentingnyaLiterasi Penjaminan Simpanan bagi Nasabah

Anggota Komisi XI DPR RI Wahyu Sanjaya menekankan pentingnya peningkatan literasi masyarakat mengenai ketentuan penjaminan simpanan oleh Lembaga Penjamin Simpanan...

Beniyanto Minta PLN Perluas SPKLU hingga Daerah untuk Dukung Kendaraan Listrik Beniyanto Minta PLN Perluas SPKLU hingga Daerah untuk Dukung Kendaraan Listrik
Politik1 minggu ago

Beniyanto Minta PLN Perluas SPKLU hingga Daerah

PT PLN (Persero) perlu memperluas pembangunan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) hingga ke daerah-daerah kecil. Pemerataan infrastruktur pengisian daya...

Marinus Gea Pertanyakan Akurasi Data TKA di Sumsel Marinus Gea Pertanyakan Akurasi Data TKA di Sumsel
Politik1 minggu ago

Marinus Gea Pertanyakan Kesesuaian Data TKA di Sumsel

Anggota Komisi XIII DPR RI Marinus Gea mempertanyakan kesesuaian data tenaga kerja asing (TKA) dengan kondisi di lapangan di tengah...

Komisi VI DPR Dorong Integrasi Pelabuhan untuk Tekan Disparitas Harga di Kepulauan Riau Komisi VI DPR Dorong Integrasi Pelabuhan untuk Tekan Disparitas Harga di Kepulauan Riau
Politik1 minggu ago

Nurdin Halid Dorong Integrasi Pelabuhan untuk Tekan Disparitas Harga di Kepulauan Riau

Komisi VI DPR RI mendorong integrasi pelabuhan, transportasi, pergudangan, dan pusat distribusi untuk menekan biaya logistik serta disparitas harga barang...