Connect with us

Internasional

Aung San Suu Kyi Diadili PBB di Denhag, Massa Pro & Kontra Rohingya Berhadapan

Published

on

Kabarpolitik.com.COM- Pemimpin sipil Myanmar Aung San Suu Kyi membantah negaranya melakukan genosida terhadap etnis muslim Rohingya di Pengadilan PBB.

Dalam persidangan di Den Haag, Belanda, Suu Kyi mengakui jika militer mungkin menggunakan “kekuatan yang berlebihan”. Namun menurut Aung San Suu Kyi, fakta itu tak membuktikan mereka mencoba “menyapu” etnis minoritas.

Dia mengakui, memang ada pasukan yang menyerang tanpa memerhatikan hukum kemanusiaan internasional dalam beberapa kasus. “Atau fakta bahwa mereka tidak cukup bisa membedakan mana milisi, serta mana warga sipil,” ujar Suu seperti diwartakan AFP Rabu (11/12/2019).

Gugatan genosida terhadap Myanmar ke Pengadilan PBB, tepatnya Pengadilan Internasional (IJC), diajukan oleh negara berpenduduk mayoritas muslim di Afrika, Gambia. Tudingan itu masuk setelah ribuan orang tewas, dan 740.000 warga Rohingya mengungsi buntut operasi militer pada 2017.

Dalam sidang, Suu Kyi menyayangkan Gambia yang keliru menggambarkan bagaimana situasi di negara bagian Rakhine. Penerima Nobel Perdamaian 1991 itu menegaskan, militer Myanmar hanya membalas serangan dari ratusan milisi Rohingya.

Advertisement

Tetapi Suu Kyi menyatakan, pemerintahannya sudah melakukan penyelidikan. “Hasilnya, jelas, genosida tidak bisa jadi tuduhan,” tutur Suu yang memakai baju tradisional serta bunga di sanggulnya.

Gambia menuding pemerintah Myanmar telah melanggar hukum genosida 1948, dan meminta IJC mengambil langkah untuk menghentikannya. Tahun lalu, penyelidik PBB menyimpulkan bahwa penanganan pemerintah Myanmar terhadap Rohingya bisa dikategorikan genosida. Kelompok HAM internasional pun punya daftar lengkap  pelanggaran yang telah dilakukan oleh Myanmar kepada etnis Rohingya.

Tuduhan itu semua dibantah Suu Kyi. Dia berargumen IJC tidak menyimpulkan adanya genosida dalam kasus pengusiran massal di Perang Balkan 1990-an.

Sementara itu di luar gedung IJC, sekitar 250 massa pro-Myanmar dan pembela etnis Rohingya berhadap-hadapan gelar demonstrasi.  Yang Pro Suu membentangkan poster bergambar Suu Kyi, disertai tulisan “kami bersamamu”. “Tuduhan terhadap Myanmar dan Aung San Suu Kyi adalah sampah,” tegas Chomar Oosterhof, warga Myanmar yang tinggal di Belanda.

Sementara sekelompok pendukung Rohingya berteriak “Aung San Suu Kyi, memalukan!” Ada juga yang ada satu pengunjuk rasa membeberkan salah satu gambar jenderal, bertuliskan “Dicari karena Pembunuhan Massal”.

Advertisement

Menteri Kehakiman Gambia Abubacarr Tambadou yang membuka kasus tersebut berujar, dia akan sangat kecewa jika Suu Kyi terus membantah. Tambadou pun mendesak Pengadilan PBB supaya menyerukan agar Myanmar menghentikan genosida atas etnis Rohingya.[sgh]

rn
Sourcern

Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Titiek Soeharto Apresiasi Capaian Stok Bulog dan Pastikan Kualitas Beras di Ambon Terjaga Titiek Soeharto Apresiasi Capaian Stok Bulog dan Pastikan Kualitas Beras di Ambon Terjaga
Politik1 minggu ago

Titiek Soeharto Apresiasi Capaian Stok Bulog dan Pastikan Kualitas Beras di Ambon Terjaga

Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Soeharto memastikan ketersediaan dan kualitas stok beras di Provinsi Maluku dalam kondisi aman....

Andre Rosiade Dorong Penguatan Ekosistem Industri Batam Andre Rosiade Dorong Penguatan Ekosistem Industri Batam
Politik1 minggu ago

Andre Rosiade Dorong Penguatan Ekosistem Industri Kota Batam

Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade mendorong penguatan ekosistem industri di Kota Batam melalui kepastian perizinan, keandalan pasokan...

Komisi XII Ingatkan Kesiapan Listrik Seiring Ekspansi Pariwisata di Bali Komisi XII Ingatkan Kesiapan Listrik Seiring Ekspansi Pariwisata di Bali
Politik1 minggu ago

Melchias Markus Mekeng Dorong Bali Percepat Pengembangan Energi Terbarukan

Ketua Komisi XII DPR RI Melchias Markus Mekeng mengingatkan PT PLN (Persero) agar mengantisipasi kebutuhan listrik Bali dalam jangka panjang...

Komisi XII Dorong Percepatan Pemanfaatan Gas Natuna untuk Batam Komisi XII Dorong Percepatan Pemanfaatan Gas Natuna untuk Batam
Politik1 minggu ago

Jalal Abdul Nasir Dorong Percepatan Pemanfaatan Gas Natuna untuk Batam

Komisi XII DPR RI mendorong percepatan commissioning tahap kedua pipa gas West Natuna Transportation System (WNTS)-Pemping agar pemanfaatan gas Natuna...

Beniyanto Dorong Perluasan SPKLU untuk Percepat Transisi Energi Beniyanto Dorong Perluasan SPKLU untuk Percepat Transisi Energi
Politik1 minggu ago

Percepat Transisi Energi, Beniyanto Dorong Perluasan SPKLU

Anggota Komisi XII DPR RI Beniyanto mendorong PT PLN (Persero) memperluas pembangunan stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) hingga ke...

Anis Byarwati Soroti Tingginya Pencabutan Izin BPR dan BPRS di Jawa Barat Anis Byarwati Soroti Tingginya Pencabutan Izin BPR dan BPRS di Jawa Barat
Politik1 minggu ago

Anis Byarwati Soroti 48 BPR dan BPRS di Jawa Barat Dicabut Izin Usahanya

Anggota Komisi XI DPR RI Anis Byarwati menyoroti tingginya jumlah Bank Perekonomian Rakyat (BPR) dan Bank Perekonomian Rakyat Syariah (BPRS)...

Wahyu Sanjaya Tekankan Literasi Penjaminan Simpanan bagi Nasabah Wahyu Sanjaya Tekankan Literasi Penjaminan Simpanan bagi Nasabah
Politik1 minggu ago

Wahyu Sanjaya Tekankan PentingnyaLiterasi Penjaminan Simpanan bagi Nasabah

Anggota Komisi XI DPR RI Wahyu Sanjaya menekankan pentingnya peningkatan literasi masyarakat mengenai ketentuan penjaminan simpanan oleh Lembaga Penjamin Simpanan...

Beniyanto Minta PLN Perluas SPKLU hingga Daerah untuk Dukung Kendaraan Listrik Beniyanto Minta PLN Perluas SPKLU hingga Daerah untuk Dukung Kendaraan Listrik
Politik1 minggu ago

Beniyanto Minta PLN Perluas SPKLU hingga Daerah

PT PLN (Persero) perlu memperluas pembangunan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) hingga ke daerah-daerah kecil. Pemerataan infrastruktur pengisian daya...

Marinus Gea Pertanyakan Akurasi Data TKA di Sumsel Marinus Gea Pertanyakan Akurasi Data TKA di Sumsel
Politik1 minggu ago

Marinus Gea Pertanyakan Kesesuaian Data TKA di Sumsel

Anggota Komisi XIII DPR RI Marinus Gea mempertanyakan kesesuaian data tenaga kerja asing (TKA) dengan kondisi di lapangan di tengah...

Komisi VI DPR Dorong Integrasi Pelabuhan untuk Tekan Disparitas Harga di Kepulauan Riau Komisi VI DPR Dorong Integrasi Pelabuhan untuk Tekan Disparitas Harga di Kepulauan Riau
Politik1 minggu ago

Nurdin Halid Dorong Integrasi Pelabuhan untuk Tekan Disparitas Harga di Kepulauan Riau

Komisi VI DPR RI mendorong integrasi pelabuhan, transportasi, pergudangan, dan pusat distribusi untuk menekan biaya logistik serta disparitas harga barang...