Connect with us

Politik

Cerita Mega Soal Kedekatannya dengan Ma’ruf dan Polemik Mahfud

Published

on

Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Sukarnoputri menceritakan kedekatannya dengan bakal calon Wakil Presiden Ma’ruf Amin yang mendampingi Joko Widodo di Pilpres 2019.

Saat memberi sambutan dalam pembukaan Rapat Koordinasi Nasional PDIP, Mega menceritakan kalau hubunganya makin dekat dengan Ma’ruf sejak sama-sama bergabung dalam Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) yang dibentuk Jokowi pada 2016.

“Sudah satu tahun lebih kami ditugasi Presiden membangun badan baru yang namanya BPIP. Saya jadi Ketua Dewan Pengarah, lalu beliau (Ma’ruf) termasuk anggota,” ujar Mega di kantor DPP PDIP, Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, Sabtu, 1 September 2018.

Mega sendiri mengaku senang karena Ma’ruf bersedia hadir dalam pembukaan Rakornas PDIP hari ini. Menurutnya, kedatangannya kali ini merupakan murni keinginan Ma’ruf.

“Alhamdulillah hari ini ada keistimewaan karena Pak Kiai Ma’ruf mengatakan ‘saya ingin datang ke PDIP untuk bisa silaturahmi dengan anak-anak dari PDIP’,” katanya yang disambut tepuk tangan dari peserta Rakornas.

Lebih lanjut, Mega menuturkan, selama tergabung dalam Dewan Pengarah BPIP, dirinya dan Ma’ruf kerap melontarkan guyonan. Salah satunya soal anggota BPIP yang umumnya telah berusia lanjut.

Selain Mega dan Ma’ruf, Dewan Pengarah BPIP juga diisi oleh Ketua Umum Pengurus Besar Nadhlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siradj dan mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD.

“Saya bilang kita ini usianya semua hampir rata-rata 17 plus. Tapi semangat tetap tinggi karena ternyata tidak mudah membangun badan, apalagi yang menyandang nama ideologi Pancasila,” kata Mega.

Presiden RI ke-5 ini mengaku pernah bertanya pada Jokowi alasan memilih dirinya dan sejumlah tokoh berusia lanjut masuk sebagai Dewan Pengarah BPIP. Alasannya, karena para tokoh ini sudah dianggap tidak memikirkan hal-hal duniawi.

Namun, menurut Mega, ada poin positif dari anggota Dewan Pengarah BPIP yang telah berusia lanjut. Mereka tak perlu rapat terlalu lama mengingat faktor kesehatan.

“Paling lama ya rapat itu dua jam. Saya bilang ndak apa-apa dua jam tapi berisi,” katanya.

Mega juga mengaku berhubungan baik dengan Mahfud. Ia tak mempermasalahkan saat beberapa waktu lalu muncul polemik Mahfud yang disebut gagal menjadi cawapres lantaran partai koalisi pengusung Jokowi lebih memilih Ma’ruf.

“Jadi ketika ada cerita soal Mahfud dan Ma’ruf saya ketawa-tawa saja, ini sobat-sobat saya,” katanya.

Rakornas ini rencananya bakal digelar selama dua hari mulai 1 September hingga 2 September 2018 di Gedung DPP PDIP, Jakarta. Sejumlah tokoh PDIP tampak hadir seperti Djarot Syaiful Hidayat, Yasonna Laoly, Tjahjo Kumolo, Edy Prasetyo dan perwakilan DPD seluruh Indonesia. Sementara Ma’ruf juga dijadwalkan memberi pembekalan terkait strategi pemenangan pemilu. (ase)

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *