Connect with us

Politik

Herman Khaeron Dorong Penguatan Produksi Pupuk Nasional

Published

on

Tinjau Pupuk Kujang, Herman Khaeron Dorong Penguatan Produksi Pupuk Nasional

Wakil Ketua Badan Akuntabilitas Keuangan Negara (BAKN) DPR RI Herman Khaeron mendorong peningkatan kapasitas produksi pupuk nasional untuk memperkecil kesenjangan antara kemampuan produksi dalam negeri dan kebutuhan pupuk nasional. Saat ini, produksi pupuk nasional disebut baru mencapai sekitar 12 juta ton, sementara kebutuhan berada di kisaran 23–24 juta ton.

Hal tersebut disampaikannya dalam kunjungan kerja BAKN DPR RI ke PT Pupuk Kujang, Karawang, Jawa Barat, Rabu (7/10/2026). Kunjungan tersebut dilakukan untuk mengevaluasi tindak lanjut rekomendasi BAKN terkait tata kelola pupuk bersubsidi, termasuk kemampuan produksi serta peluang pengembangan kapasitas melalui revitalisasi maupun pembangunan fasilitas baru.

“Produksi kita kemarin hanya maksimum 12 juta ton. Paling tidak, kami ingin sebagian besar kebutuhan itu bisa dipenuhi, menjadi 15-16 juta ton dari sekitar 23-24 juta ton kebutuhan, supaya harga pasar bisa dikendalikan oleh pabrik pupuk milik pemerintah,” ujar Herman.

Oleh karena itu, menurut Herman, peningkatan kapasitas produksi perlu disertai revitalisasi pabrik pupuk yang telah berusia cukup lama. Langkah tersebut diperlukan untuk meningkatkan kapasitas sekaligus efisiensi produksi sehingga biaya produksi dapat ditekan.

Ia menilai penguatan produksi pupuk nasional penting untuk mendukung kemandirian dan kedaulatan pangan. Baginya, ketersediaan pupuk yang lebih kuat dan biaya produksi yang lebih efisien diharapkan dapat membantu menjaga harga pupuk pada tingkat yang wajar bagi petani.

Advertisement

“Kepentingan utamanya adalah bagaimana kita bisa menekan harga produksi yang pada akhirnya bisa mengurangi harga yang diterima oleh para petani,” jelas Herman.

Herman menambahkan, upaya pengembangan kapasitas produksi perlu dikawal sejalan dengan komitmen investasi PT Pupuk Indonesia sekitar Rp50 triliun pada periode 2025–2029. Menurut pandangannya, investasi tersebut perlu diarahkan untuk mendukung revitalisasi dan pengembangan fasilitas produksi pupuk nasional.

“Revitalisasi terhadap pabrik-pabrik ini harus dilakukan supaya pengembangan produksinya lebih massal, lebih tinggi, dan lebih besar. Di sisi lain, efisiensinya bisa kita tekan kembali sehingga lebih efisien. Kemudian, harga bisa ditekan pada tingkat yang wajar,” katanya.

Di sisi lain, Herman menyoroti kepastian pasokan gas sebagai salah satu tantangan dalam menjaga keberlanjutan produksi pupuk. PT Pupuk Kujang disebut hanya memiliki kepastian pasokan gas secara konstan hingga tahun 2030.

“PT Pupuk Kujang sendiri hanya memiliki rentang waktu pasokan gas yang konstan sampai tahun 2030. Oleh karenanya, bagaimana untuk bisa mendorong kelanjutan setelah 2030?” ujar Herman.

Advertisement

Menurutnya, kepastian pasokan gas perlu menjadi perhatian pemerintah karena produksi pupuk sangat bergantung pada ketersediaan bahan baku tersebut. BAKN DPR RI, jelasnya, juga akan mendorong pembahasan dengan sektor-sektor terkait, terutama untuk memastikan keberlanjutan pasokan gas bagi industri pupuk.

Herman turut menyoroti penerapan Harga Gas Bumi Tertentu (HGBT) bagi industri pupuk. Ia menyampaikan kebijakan tersebut perlu memberikan perhatian lebih kepada BUMN karena keuntungan perusahaan milik negara pada akhirnya kembali kepada negara.

“Semestinya HGBT ini berlaku untuk industri-industri yang produktif seperti pabrik pupuk. Ini wajib mendapatkan HGBT dan wajib mendapatkan kuota yang lebih besar karena juga akan menghasilkan keuntungan yang keuntungannya akan kembali lagi kepada negara,” katanya.

Menutup pernyataan, Herman berharap penguatan produksi, revitalisasi pabrik, dan kepastian pasokan gas dapat berjalan beriringan. Dengan kapasitas produksi yang lebih besar, kebutuhan pupuk nasional diharapkan semakin mampu dipenuhi dari dalam negeri sekaligus membuka peluang peningkatan manfaat ekonomi bagi negara dan petani.

Advertisement
Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Yanuar Arif Wibowo: Biaya Visum dan Perawatan Korban TPKS Ditanggung Negara Yanuar Arif Wibowo: Biaya Visum dan Perawatan Korban TPKS Ditanggung Negara
Politik17 menit ago

Yanuar Arif Wibowo: Biaya Visum dan Perawatan Korban TPKS Ditanggung Negara

Anggota Komisi XIII DPR RI Yanuar Arif Wibowo meminta Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) mempercepat kerja sama dengan Kementerian...

BAKN Dorong Penguatan Bulog sebagai Penyangga Pangan Nasional BAKN Dorong Penguatan Bulog sebagai Penyangga Pangan Nasional
Politik18 menit ago

BAKN DPR RI Dorong Penguatan Bulog sebagai Penyangga Pangan Nasional

Badan Akuntabilitas Keuangan Negara (BAKN) DPR RI mendorong penguatan Perum Bulog sebagai penyangga pangan nasional untuk menjaga ketersediaan dan pemerataan...

Bambang Patijaya Dukung Moratorium Smelter Nikel Setengah Jadi Bambang Patijaya Dukung Moratorium Smelter Nikel Setengah Jadi
Politik1 jam ago

Bambang Patijaya Dukung Wacana Moratorium Smelter Nikel Setengah Jadi

Anggota Komisi XII DPR RI Bambang Patijaya mendukung wacana moratorium pembangunan smelter nikel yang menghasilkan produk setengah jadi. Menurutnya, kapasitas...

Persoalan Pembayaran Putusan Pengadilan Masuk Ranah Norma, Bukan Konstitusional Persoalan Pembayaran Putusan Pengadilan Masuk Ranah Norma, Bukan Konstitusional
Politik1 jam ago

DPR RI: Persoalan Pembayaran Putusan Pengadilan Masuk Ranah Norma, Bukan Konstitusional

DPR RI menilai persoalan pembayaran kewajiban yang timbul berdasarkan putusan pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap, merupakan persoalan implementasi norma,...

Meitri Citra Wardani Dorong RUU Perubahan Iklim Perkuat Keadilan Iklim dan Tata Kelola Berbasis Sains Meitri Citra Wardani Dorong RUU Perubahan Iklim Perkuat Keadilan Iklim dan Tata Kelola Berbasis Sains
Politik1 jam ago

Meitri Citra Wardani Dorong RUU Pengendalian Perubahan Iklim Berkeadilan Perkuat Keadilan Iklim dan Tata Kelola Berbasis Sains

Anggota Komisi XII DPR RI Meitri Citra Wardani mendorong agar pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Pengendalian Perubahan Iklim Berkeadilan mampu...

Puan: Bicara Tatanan Global yang Manusiawi dan Demokrasi Berdayakan Rakyat Puan: Bicara Tatanan Global yang Manusiawi dan Demokrasi Berdayakan Rakyat
Politik2 jam ago

Puan Maharani: Bicara Tatanan Global yang Manusiawi dan Demokrasi Berdayakan Rakyat

Ketua DPR RI Puan Maharani menghadiri Sidang Umum Inter-Parliamentary Union (IPU) ke-153 di Arusha, Tanzania. Saat berbicara di forum parlemen...

Ketentuan KUHAP Pengembalian Berkas Perkara dan Praperadilan Tak Bertentangan dengan Konstitusi Ketentuan KUHAP Pengembalian Berkas Perkara dan Praperadilan Tak Bertentangan dengan Konstitusi
Politik2 jam ago

Ketentuan KUHAP Pengembalian Berkas Perkara dan Praperadilan Tak Bertentangan dengan Konstitusi

DPR RI menegaskan ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2025 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) terkait penyelesaian pengembalian...

Optimalkan Tata Kelola, Legislator Komisi III Soroti Badan Pengelola Aset Optimalkan Tata Kelola, Legislator Komisi III Soroti Badan Pengelola Aset
Politik2 jam ago

Optimalkan Tata Kelola, Legislator Komisi III DPR RI Soroti Badan Pengelola Aset

Tata kelola kelembagaan dalam RUU tentang Perampasan Aset Terkait Tindak Pidana, khususnya konsensus mengenai lembaga ideal untuk menjadi badan pengelola...

BAM Janji Kawal Sengketa Lahan Warga Kwini 8 dan Minta Prinsip Keadilan Ditegakkan BAM Janji Kawal Sengketa Lahan Warga Kwini 8 dan Minta Prinsip Keadilan Ditegakkan
Politik2 jam ago

BAM DPR RI Janji Kawal Sengketa Lahan Warga Kwini 8 dan Minta Prinsip Keadilan Ditegakkan

Badan Aspirasi Masyarakat (BAM) DPR RI menggelar Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) bersama Forum Komunikasi Warga Kwini 8 Bersatu. Pertemuan...

Tolak Keringanan Hukuman Pelaku TPKS, Komisi XIII Minta Kemenimipas Cabut Pembebasan Bersyarat Tolak Keringanan Hukuman Pelaku TPKS, Komisi XIII Minta Kemenimipas Cabut Pembebasan Bersyarat
Politik2 jam ago

Tolak Keringanan Hukuman Pelaku TPKS, Komisi XIII DPR RI Minta Kemenimipas Cabut Pembebasan Bersyarat

Komisi XIII DPR RI mendesak Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) untuk segera mencabut Pembebasan Bersyarat (PB) yang diberikan kepada pelaku...