Politik
MagangHub Batch II, BK DPR Bekali Generasi Muda Nilai Integritas dan Pengalaman Parlemen
Kepala Badan Keahlian (BK) DPR RI Bayu Dwi Anggono menegaskan pentingnya pembekalan dan pemahaman mendalam bagi para peserta magang agar dapat berkontribusi secara optimal melalui kegiatan kick-off MagangHub Batch II Kemenaker. Oleh karena itu, Bayu mengungkapkan MagangHub Batch II yang diikuti 150 peserta tersebut dirancang khusus untuk memberikan pemahaman komprehensif mengenai fungsi Badan Keahlian serta peran strategis yang akan diemban oleh para peserta selama magang enam bulan ke depan di Senayan.
“Mereka tentu perlu memahami Badan Keahlian agar bisa optimal nanti untuk proses magangnya. Kehadiran mereka di masing-masing pusat sesuai bidang ilmu masing-masing akan menempatkan mereka sebagai asisten dari para pejabat fungsional kita,” ujar Bayu saat wawancara dengan Parlementaria usai pembukaan dan pengarahan kick-off meeting Penerimaan Peserta Pemagangan Nasional (MagangHub) Kementerian Ketenagakerjaan RI Angkatan 2 Batch II di Ruang KK II, Gedung Nusantara, DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (6/10/2026).
Melalui penempatan langsung, Bayu mengungkapkan para peserta magang dari kalangan Gen Z ini akan dilibatkan secara aktif dalam mendukung tugas-tugas kedewanan, mulai dari proses legislasi, pengawasan, hingga anggaran. Melalui keterlibatan langsung, para peserta diharapkan dapat menyerap tiga hal utama, yakni literasi, pengolahan data, serta pemahaman terhadap transformasi yang sedang berjalan di lingkungan Badan Keahlian.
Tak hanya itu, Bayu juga mengenalkan berbagai inovasi transformasi digital yang telah diterapkan oleh Badan Keahlian, seperti Lensa Undang-Undang, Bagi Pakai Data, hingga Aksi Akreditasi untuk legislasi. Para peserta magang didorong untuk ikut ambil bagian dan mengawal layanan digital tersebut agar dapat berjalan dengan baik.
“Tentu mereka juga perlu memahami terkait transformasi apa saja yang sudah dilakukan oleh Badan Keahlian banyak sekali transformasi digital. Ada ‘Lensa Undang-Undang’, ada ‘Bagi Pakai Data, dan ‘Aksi (Akreditasi Untuk Legislasi). Nah, mereka menjadi bagian penting untuk kita libatkan agar layanan transformasi digital kita tadi bisa berjalan dengan baik. Mereka sudah sejak awal kita libatkan,” terang Prof. Bayu.
Menutup wawancara, Bayu menyoroti pentingnya menjembatani kesenjangan (gap) antara teori dunia perkuliahan dengan realitas praktis di dunia kerja. Melalui bimbingan langsung dari para mentor dan pejabat fungsional di Badan Keahlian, para peserta diharapkan tidak hanya memperoleh transfer pengetahuan (transfer of knowledge), tetapi juga menanamkan nilai-nilai profesionalisme, integritas, loyalitas, dan etos kerja keras.
Dengan adanya program magang selama enam bulan ini, Badan Keahlian berharap para peserta dapat menjadi “kampus berjalan” yang siap menyerap pengalaman praktis sekaligus menularkan energi positif dan inovasi bagi penguatan institusi DPR RI.
“Kita tidak hanya mengajarkan tentang pengetahuan, tapi juga tentang bagaimana menjadi seorang profesional yang tentu tidak hanya kompeten, tapi juga punya nilai integritas dan punya loyalitas terhadap lembaga. Apalah arti kompetensi tanpa punya nilai integritas yang baik,” pungkas Bayu.


