Connect with us

Nasional

Mantan Aktivis 98: Presiden yang Tak Pernah Merasakan Perjuangan, Pasti Tak Punya Empati

Fikri

Published

on

Kabarpolitik.com, JAKARTA– Mantan Aktivis 1998, Haris Rusly Moti menyindir kebijakan rezim Presiden Joko Widodo yang menangkap beberapa aktivis terkait aksi penolakan Undang-undang Cipta Kerja.

Haris Rusly menyebutkan pemimpin yang tak pernah ikut dan merasakan perjuangan, akan sulit memiliki empati ke rakyatnya.

“Sobat, giliran punya presiden yang tak pernah merasakan perjuangan, tak punya jejak bela wong cilik, pasti tak punya empati,” katanya di akun Twitter miliknya, Senin (19/10/2020).

Dia bilang tak heran, saat ini aksi unjuk rasa atau demo yang dilakukan warga selalu dikaitkan dengan aktor intelektual atau ada dalangnya.

“Dianggapnya semua yang demo pasti ada dalangnya. Agar terlihat punya visi, maka isunya investasi. Agar terlihat tegas, maka yang berbeda ditangkapi & diborgol,” ungkapnya.

Tak hanya Haris, Ketua Majelis Jaringan Aktivis Pro Demokrasi (ProDEM) Iwan Sumule bahkan menyebutkan demokrasi Indonesia sudah menunjukkan tanda-tanda menuju kepunahan. Setidaknya penangkapan para aktivis yang kritis pada pemerintah menjadi pertanda yang nyata.

Dalam akun Twitter pribadinya, Iwan Sumule turut mengunggah sebuah foto ketika dirinya bersama dengan deklarator Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI), yang juga senator ProDEM, Syahganda Nainggolan di Yogyakarta.

Iwan Sumule mengaku geram atas aksi penangkapan aktivis saat melihat foto lama tersebut. “Lihat foto dengan Syahganda membuat saya geram atas penangkapan terhadap aktivis ProDEM,” tegasnya.

(Fajar)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *