Connect with us

Politik

Muhammad Khozin: Konflik Agraria Masyarakat Adat Perlu Diselesaikan Lewat Reforma Agraria

Published

on

Konflik Agraria Masyarakat Adat Perlu Diselesaikan Lewat Reforma Agraria

Anggota Badan Legislasi (Baleg) DPR RI Muhammad Khozin menilai persoalan masyarakat adat tidak dapat dilepaskan dari isu agraria, khususnya menyangkut wilayah adat, tanah ulayat, serta masyarakat adat yang berada di kawasan kehutanan. Menurutnya, aspek kultur dan kebudayaan masyarakat adat memiliki keterkaitan erat dengan persoalan penguasaan dan pengelolaan tanah.

Ia menyebut mayoritas persoalan yang dihadapi masyarakat adat memiliki korelasi dengan persoalan agraria. “Masalah kewilayahan ini ada dua, yaitu masalah kultur atau kebudayaan. Memang tidak bisa dilepaskan berbicara dengan urusan agraria, sangat berkorelasi. Mayoritas isu-isu masyarakat adat ini dengan agraria,” ujar Khozin saat Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) Baleg DPR RI dengan Perhimpunan Pembela Masyarakat Adat Nusantara di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (7/10/2026).

Khozin menjelaskan, persoalan tersebut juga berkaitan dengan sejarah pertanahan Indonesia, termasuk keberadaan hak-hak kepemilikan sebelum berlakunya Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA) Tahun 1960. Di dalamnya termasuk hak atas tanah ulayat adat serta keberadaan masyarakat yang berada di kawasan kehutanan.

Menurutnya, persoalan tersebut telah berlangsung selama puluhan tahun akibat adanya perbedaan pengaturan dan kewenangan antarinstansi. Kondisi tersebut pada akhirnya membuat masyarakat menjadi pihak yang paling terdampak dalam konflik agraria. “Kita sudah berpuluh-puluh tahun terbelenggu dengan ribut antarinstansi, antarinternal negara, yang menjadi korban dan dirugikan selalu masyarakat,” katanya.

Khozin menilai pengesahan Undang-Undang tentang Pengaturan Reforma Agraria menjadi salah satu langkah untuk memutus persoalan tersebut. Ia menyebut regulasi tersebut dirancang untuk menangani konflik agraria struktural, termasuk persoalan yang terjadi di wilayah masyarakat adat. DPR sebelumnya telah mengesahkan UU Pengaturan Reforma Agraria sebagai instrumen untuk menyelesaikan konflik pertanahan dan melindungi hak masyarakat adat.  “Setidaknya ini sudah satu langkah maju dengan pengaturan reforma agraria,” tutur legislator Fraksi PKB tersebut.

Advertisement

Lebih lanjut, Khozin menyoroti adanya mekanisme pengecualian bagi lokasi atau daerah yang mengalami konflik agraria struktural. Menurutnya, daerah-daerah adat yang telah ditetapkan sebagai lokasi prioritas reforma agraria nantinya dapat memperoleh mekanisme penyelesaian khusus sehingga tidak lagi terhambat oleh berbagai ketentuan sektoral yang selama ini menjadi kendala. “Ketika sudah ditetapkan menjadi lokasi prioritas reforma agraria, maka tidak tunduk kepada undang-undang yang selama ini membelenggu dalam penyelesaian agraria,” jelasnya.

Ia mencontohkan sejumlah regulasi sektoral yang selama ini bersinggungan dengan penyelesaian konflik agraria, antara lain aturan di bidang kehutanan, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), perbendaharaan negara, serta berbagai regulasi sektoral lainnya. Menurut Khozin, pengaturan reforma agraria diharapkan dapat menjadi instrumen khusus untuk menyelesaikan konflik tersebut secara lebih komprehensif.

“Ini kita istilahkan sebagai produk undang-undang lex specialis. Artinya, ketika itu sudah termasuk titik-titik lokasi yang sudah disampaikan, nanti akan diproteksi untuk diselesaikan oleh Badan Reforma Agraria,” ungkapnya.

Khozin juga menilai pembentukan dan penguatan kelembagaan yang menangani reforma agraria menunjukkan adanya perhatian pemerintah terhadap penyelesaian konflik agraria. Ia berharap langkah tersebut dapat segera ditindaklanjuti melalui penyelesaian konkret terhadap berbagai konflik yang selama ini dialami masyarakat, termasuk masyarakat adat.

“Political will Presiden dalam isu penyelesaian konflik agraria ini perlu kita apresiasi bersama. Tidak perlu menunggu jeda satu bulan, dua bulan, hanya dalam hitungan hari langsung dilakukan,” pungkas Khozin.

Advertisement
Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Puan: Bicara Tatanan Global yang Manusiawi dan Demokrasi Berdayakan Rakyat Puan: Bicara Tatanan Global yang Manusiawi dan Demokrasi Berdayakan Rakyat
Politik4 menit ago

Puan Maharani: Bicara Tatanan Global yang Manusiawi dan Demokrasi Berdayakan Rakyat

Ketua DPR RI Puan Maharani menghadiri Sidang Umum Inter-Parliamentary Union (IPU) ke-153 di Arusha, Tanzania. Saat berbicara di forum parlemen...

Ketentuan KUHAP Pengembalian Berkas Perkara dan Praperadilan Tak Bertentangan dengan Konstitusi Ketentuan KUHAP Pengembalian Berkas Perkara dan Praperadilan Tak Bertentangan dengan Konstitusi
Politik5 menit ago

Ketentuan KUHAP Pengembalian Berkas Perkara dan Praperadilan Tak Bertentangan dengan Konstitusi

DPR RI menegaskan ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2025 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) terkait penyelesaian pengembalian...

Optimalkan Tata Kelola, Legislator Komisi III Soroti Badan Pengelola Aset Optimalkan Tata Kelola, Legislator Komisi III Soroti Badan Pengelola Aset
Politik5 menit ago

Optimalkan Tata Kelola, Legislator Komisi III DPR RI Soroti Badan Pengelola Aset

Tata kelola kelembagaan dalam RUU tentang Perampasan Aset Terkait Tindak Pidana, khususnya konsensus mengenai lembaga ideal untuk menjadi badan pengelola...

BAM Janji Kawal Sengketa Lahan Warga Kwini 8 dan Minta Prinsip Keadilan Ditegakkan BAM Janji Kawal Sengketa Lahan Warga Kwini 8 dan Minta Prinsip Keadilan Ditegakkan
Politik6 menit ago

BAM DPR RI Janji Kawal Sengketa Lahan Warga Kwini 8 dan Minta Prinsip Keadilan Ditegakkan

Badan Aspirasi Masyarakat (BAM) DPR RI menggelar Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) bersama Forum Komunikasi Warga Kwini 8 Bersatu. Pertemuan...

Tolak Keringanan Hukuman Pelaku TPKS, Komisi XIII Minta Kemenimipas Cabut Pembebasan Bersyarat Tolak Keringanan Hukuman Pelaku TPKS, Komisi XIII Minta Kemenimipas Cabut Pembebasan Bersyarat
Politik6 menit ago

Tolak Keringanan Hukuman Pelaku TPKS, Komisi XIII DPR RI Minta Kemenimipas Cabut Pembebasan Bersyarat

Komisi XIII DPR RI mendesak Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) untuk segera mencabut Pembebasan Bersyarat (PB) yang diberikan kepada pelaku...

Di Tengah Ketidakpastian Global, Komitmen Presiden Prabowo Hadirkan Subsidi Biaya Haji 2027 Di Tengah Ketidakpastian Global, Komitmen Presiden Prabowo Hadirkan Subsidi Biaya Haji 2027
Politik7 menit ago

Subsidi Haji 2027 Rp3,18 Juta per Jemaah

Kabar menggembirakan datang bagi calon jemaah haji Indonesia. Di tengah kondisi ekonomi global yang penuh ketidakpastian dan memicu kenaikan berbagai...

Komisi VIII Kawal Keseimbangan Biaya dan Kualitas Layanan Haji 2027 Komisi VIII Kawal Keseimbangan Biaya dan Kualitas Layanan Haji 2027
Politik12 menit ago

Komisi VIII DPR RI Kawal Keseimbangan Biaya dan Kualitas Layanan Haji 2027

Komisi VIII DPR RI bersama Pemerintah menyepakati Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) Tahun 1448 H/2027 M sebesar Rp98.466.351,35 per jemaah....

Di Forum IPU, Mardani Dorong Demokrasi Beri Ruang Lebih Besar bagi Kaum Muda dan Perempuan Di Forum IPU, Mardani Dorong Demokrasi Beri Ruang Lebih Besar bagi Kaum Muda dan Perempuan
Politik13 menit ago

Mardani Ali Sera Dorong Demokrasi Beri Ruang Lebih Besar bagi Kaum Muda dan Perempuan

Anggota DPR RI Mardani Ali Sera, yang juga menjabat sebagai Anggota Executive Committee Inter-Parliamentary Union (IPU) mewakili Grup Asia-Pasifik, aktif...

BAKN Kawal Implementasi Perpres Tata Kelola Pupuk Bersubsidi BAKN Kawal Implementasi Perpres Tata Kelola Pupuk Bersubsidi
Politik13 menit ago

BAKN DPR RI Kawal Implementasi Perpres Tata Kelola Pupuk Bersubsidi

Badan Akuntabilitas Keuangan Negara (BAKN) DPR RI mengawal implementasi perubahan tata kelola pupuk bersubsidi sebagaimana diatur dalam Peraturan Presiden (Perpres)...

Tinjau Pupuk Kujang, Herman Khaeron Dorong Penguatan Produksi Pupuk Nasional Tinjau Pupuk Kujang, Herman Khaeron Dorong Penguatan Produksi Pupuk Nasional
Politik13 menit ago

Herman Khaeron Dorong Penguatan Produksi Pupuk Nasional

Wakil Ketua Badan Akuntabilitas Keuangan Negara (BAKN) DPR RI Herman Khaeron mendorong peningkatan kapasitas produksi pupuk nasional untuk memperkecil kesenjangan...