Connect with us

Politik

Nilai Dinasti Politik Buruk Bagi Demokrasi, Politisi PKS Puji Puan Maharani

Avatar

Published

on

Kabarpolitik.com – Dinasti politik menjadi perbincangan banyak orang jelang Pilkada 2020 ini. Anggota Komisi II DPR RI Mardani Ali Sera menilai, dinasti politik sangat buruk bagi perkembangan demokrasi di sebuah negara.

Mardani memandang, bahwa ada dua jenis dinasti politik yang berjalan di Tanah Air. Pertama, jenis dinasti politik yang bekerja dari bawah sebagaimana yang terjadi di Amerika.

“Kalau skala di Amerika khususnya polanya mentorship. Jadi memang mereka dari bawah. Bush Senior, George Bush Junior, masing-masing bekerja dari bawah, sehingga bapaknya mementor anaknya, mengikuti career path yang baik,” kata Mardani dalam diskusi di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Selasa (28/7/2020).

Dia pun mencontohkan bagaimana jenjang karir Ketua DPR Puan Maharani merupakan contoh yang bekerja dari bawah.

“Saya agak puji Mbak Puan, sebelum ketua DPR kan ketua pemenangan Bappilu, kemudian maju DPR kemudian maju Menko (perekonomian) kemudian career path-nya ada,” ujarnya.

Sementara pola kedua yang menurutnya berbahaya yaitu dinasti politik yang prosesnya instan. Seseorang tiba-tiba dicalonkan untuk mengikuti proses pilkada. Oleh karena itu, dia menilai, perlu ada koreksi di RUU Pilkada yang akan datang.

“Agar kita bisa memastikan quality control siapapun yang terpilih sedang mengikuti carreer path yang baik, sudah menikmati proses contohnya, minimal dua tahun keanggotaan di parpol. Kecuali kalau mau maju independen, monggo. Kalau belum dua tahun ya gagal. Nah dua tahun itu waktu yang cukup pandangan saya,” tuturnya.

Lebih lanjut Mardani Ali Sera menambahkan, pengalaman mengurus publik lantas akan melatih mental seseorang. Jangan sampai dinasti politik menihilkan unsur pengalaman seseorang dalam mengelola urusan publik.

Sehingga ini memerlukan koreksi terhadap Rancangan Undang-Undang Pemilihan Kepala Daerah (RUU Pilkada) yang akan datang.

“Yang tidak tepat itu ketika prosesnya instan lalu tiba-tiba maju sebagai calon kepala daerah. Padahal kalau bisa itu merangkak dari bahwa seperti Ketua RT, RW, Karang Taruna, KNPI yang asalnya dari bawah, jadi ada pengalaman mengurus publik,” jelas Mardani Ali Sera. [rif]

Source

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *