Connect with us

Politik

Penanganan Banjir Cikeas, Mori Hanafi Usulkan Kolam Retensi

Published

on

Penanganan Banjir Cikeas Terkendala Lahan, Mori Hanafi Usulkan Kolam Retensi

Anggota Komisi V DPR RI Mori Hanafi menilai penanganan banjir di sepanjang aliran Sungai Cikeas masih membutuhkan langkah terpadu antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Ia pun mengungkapkan, pembangunan infrastruktur pengendali banjir harus berjalan beriringan dengan penyelesaian persoalan pembebasan lahan yang selama ini menjadi hambatan utama.

Hal tersebut disampaikan Mori saat melakukan Kunjungan Kerja Spesifik Komisi V DPR RI ke Proyek Pengendalian Banjir Sungai Cikeas di Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat, Jumat (02/10/2026) untuk meninjau pembangunan tanggul penahan banjir sepanjang 200 meter yang berada di kawasan permukiman masyarakat.

Mori mengatakan, berdasarkan hasil peninjauan, pembangunan tanggul tersebut berjalan sesuai rencana dan ditargetkan rampung pada Desember. Proyek tersebut memiliki nilai anggaran lebih dari Rp 20 miliar.

“Kita sudah lihat, Insya Allah sesuai kalendernya ini akan selesai di bulan Desember. Dari penanganannya sudah cukup bagus, mudah-mudahan selesai tepat waktu,” ujar Mori.

Meski demikian, Politisi Fraksi Partai Nasdem ini menegaskan pembangunan tanggul tersebut belum menyelesaikan seluruh persoalan banjir di kawasan Sungai Cikeas. Menurutnya, sistem pengendalian banjir harus dilakukan secara menyeluruh karena aliran Sungai Cikeas dan Sungai Cileungsi memiliki keterkaitan hingga wilayah Kota Bekasi.

Advertisement

“Yang dikerjakan saat ini baru sebagian kecil dari persoalan banjir, karena muaranya berada di Kota Bekasi,” katanya.

Mori menyoroti persoalan pembebasan lahan yang hingga kini masih menjadi kendala dalam pelaksanaan program pengendalian banjir. Ia meminta pemerintah daerah lebih aktif karena proses pembebasan lahan membutuhkan pendekatan sosial kepada masyarakat.

Menurutnya, meskipun pembiayaan berasal dari pemerintah pusat, pemerintah daerah memiliki peran penting. Hal ini dalam memastikan proses di lapangan berjalan lancar.

“Pembebasan lahan itu bukan hanya persoalan anggaran. Ada pendekatan sosial dan kemasyarakatan yang harus dilakukan pemerintah daerah karena masyarakat berada di wilayah mereka,” jelasnya.

Ia mengungkapkan terdapat potensi dana pembebasan lahan sekitar Rp130 miliar yang tidak terserap dan berpotensi dikembalikan. Kondisi tersebut, menurutnya, perlu menjadi perhatian agar anggaran yang tersedia dapat digunakan untuk mempercepat penanganan banjir.

Advertisement

“Di saat banyak daerah kekurangan anggaran, ada anggaran yang justru tidak terserap. Ini harus menjadi perhatian bersama,” ujar Mori.

Mori menyebut persoalan pembebasan lahan sudah menjadi hambatan sejak 2021 dan berpengaruh terhadap lambatnya penyelesaian program pengendalian banjir di Sungai Cikeas dan wilayah sekitarnya.

Selain masalah lahan, ia juga menyoroti perubahan fungsi kawasan resapan air di sejumlah wilayah. Berdasarkan laporan masyarakat, beberapa area yang sebelumnya menjadi daerah penyerap air kini telah berubah menjadi kawasan permukiman dan bangunan.

“Daerah yang sebelumnya mampu menyerap air sekarang berubah menjadi beton. Ini tentu meningkatkan potensi limpasan air ketika terjadi hujan besar,” katanya.

Mori mengingatkan dampak banjir besar yang terjadi di Kota Bekasi pada 2025. Ia menyebut kerugian akibat kejadian tersebut mencapai lebih dari Rp2 triliun berdasarkan catatannya.

Advertisement

Ia meminta seluruh pihak tidak menunggu hingga terjadi kerugian yang lebih besar. Menurutnya, kawasan aliran Sungai Cikeas dan Sungai Cileungsi berada di area padat penduduk sehingga membutuhkan penanganan serius.

Sebagai solusi jangka panjang, Mori mendorong pembangunan kolam retensi sebagai bagian dari sistem pengendalian banjir terpadu. Ia menyebut rencana pembangunan delapan kolam retensi diperkirakan dapat menampung lebih dari 6 juta meter kubik air.

Namun, pembangunan tersebut membutuhkan anggaran besar. Mori memperkirakan kebutuhan dana mencapai hampir Rp3 triliun, termasuk pembebasan lahan dan pembangunan fisik.

“Pembebasan lahannya saja membutuhkan anggaran besar, belum pembangunan infrastrukturnya. Tetapi kalau melihat kebutuhan pengendalian banjir dan rencana besar pemerintah lainnya, investasi ini perlu dipertimbangkan,” ujarnya.

Menurut Mori, pembangunan kolam retensi dapat dilakukan secara bertahap. Pemerintah tidak harus langsung membangun seluruh delapan kolam, tetapi dapat memulai dari satu lokasi agar manfaatnya segera dirasakan masyarakat.

Advertisement

“Kalau belum bisa delapan, kita buat satu dulu. Yang penting ada progres. Nantinya kolam-kolam tersebut dapat saling terkoneksi untuk menahan arus air dan mengurangi risiko banjir,” kata Mori.

Dengan demikian, Legislator Dapil NTB I ini berharap pemerintah segera menyusun langkah konkret agar pembangunan kolam retensi dapat dimulai. Menurutnya, penanganan banjir Sungai Cikeas tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah pusat, tetapi membutuhkan komitmen bersama dari seluruh pemerintah daerah yang berada dalam kawasan aliran sungai.

“Ini harus segera dimulai, meskipun dilakukan secara bertahap. Kalau tidak ditangani serius, dampaknya akan mengancam masyarakat yang tinggal di sepanjang daerah aliran sungai maupun kawasan perkotaan Kota Bekasi,” pungkasnya.

Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

RUU Pelindungan Ketenagakerjaan Perkuat Hak Pekerja dan Kepastian Dunia Usaha RUU Pelindungan Ketenagakerjaan Perkuat Hak Pekerja dan Kepastian Dunia Usaha
Politik6 menit ago

Putih Sari: RUU Pelindungan Ketenagakerjaan Perkuat Hak Pekerja dan Kepastian Dunia Usaha

Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Pelindungan Ketenagakerjaan dirancang untuk memperkuat sistem ketenagakerjaan nasional melalui penguatan hak normatif pekerja, jaminan sosial, kepastian...

Netty Prasetiyani Dorong Tata Kelola MBG Diperkuat dari Hulu hingga Hilir Netty Prasetiyani Dorong Tata Kelola MBG Diperkuat dari Hulu hingga Hilir
Politik42 menit ago

Netty Prasetiyani Soroti Insentif SPPG Rp2.000 dan Tata Kelola Program MBG

Anggota Komisi IX DPR RI Netty Prasetiyani Aher mendorong penguatan tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dilakukan secara menyeluruh,...

Sekolah Rakyat Berpotensi Jadi Wadah Penguatan Pendidikan Karakter Sekolah Rakyat Berpotensi Jadi Wadah Penguatan Pendidikan Karakter
Politik51 menit ago

Hetifah Sjaifudian: Sekolah Rakyat Berpotensi Jadi Wadah Penguatan Pendidikan Karakter

Anggota Komisi VIII DPR RI Hetifah Sjaifudian mengapresiasi kesiapan sarana dan prasarana serta pelaksanaan kegiatan belajar mengajar di Sekolah Rakyat...

Berkunjung ke Rumah Kapolri Baru, Komisi III Harapkan Suyudi Serius Benahi Institusi Berkunjung ke Rumah Kapolri Baru, Komisi III Harapkan Suyudi Serius Benahi Institusi
Politik56 menit ago

Komisi III DPR RI Harapkan Kapolri Suyudi Serius Benahi Institusi

Komisi III DPR RI berkunjung ke kediaman Kapolri baru, di Kecamatan Setiabudi, Kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Sabtu (3/10/2026). Dalam kesempatan...

DPR Sahkan UU Satu Data Indonesia, Atur AI Hingga Pembentukan Lembaga SDI DPR Sahkan UU Satu Data Indonesia, Atur AI Hingga Pembentukan Lembaga SDI
Politik56 menit ago

UU Satu Data Indonesia Disahkan DPR RI, Atur AI Hingga Pembentukan Lembaga SDI

Selain UU Pelindungan Ketenagakerjaan, DPR dalam Rapat Paripurna hari ini juga mengesahkan Rancangan Undang-Undang (RUU) Satu Data Indonesia (SDI) sebagai...

Ferdiansyah Usul Parlemen Remaja Digelar Dua hingga Tiga Angkatan Ferdiansyah Usul Parlemen Remaja Digelar Dua hingga Tiga Angkatan
Politik57 menit ago

Ferdiansyah Dorong Penyelenggaraan Parlemen Remaja Digelar Dua hingga Tiga Angkatan

Anggota Komisi X DPR RI Ferdiansyah mendorong penyelenggaraan Parlemen Remaja DPR RI diperluas seiring tingginya minat generasi muda mengikuti program...

BKSAP Siap Berkolaborasi dengan Menlu Baru, Perkuat Diplomasi Indonesia Bebas-Aktif BKSAP Siap Berkolaborasi dengan Menlu Baru, Perkuat Diplomasi Indonesia Bebas-Aktif
Politik58 menit ago

BKSAP Siap Berkolaborasi dengan Menlu Baru

Presiden RI Prabowo Subianto secara resmi telah melantik Arrmanatha Christiawan Nasir sebagai Menteri Luar Negeri yang baru, menggantikan suksesor sebelumnya...

Bantaran Sungai Hambat Penanganan Banjir, Roberth Rouw Minta Pemda Bertindak Bantaran Sungai Hambat Penanganan Banjir, Roberth Rouw Minta Pemda Bertindak
Politik59 menit ago

Penanganan Banjir Cikeas Terkendala Lahan, Roberth Rouw Minta Bantaran Sungai Ditertibka

Wakil Ketua Komisi V DPR RI Roberth Rouw menegaskan pemanfaatan bantaran sungai menjadi salah satu kendala dalam percepatan penanganan banjir...

Penanganan Banjir Cikeas Terkendala Lahan, Mori Hanafi Usulkan Kolam Retensi Penanganan Banjir Cikeas Terkendala Lahan, Mori Hanafi Usulkan Kolam Retensi
Politik1 jam ago

Penanganan Banjir Cikeas, Mori Hanafi Usulkan Kolam Retensi

Anggota Komisi V DPR RI Mori Hanafi menilai penanganan banjir di sepanjang aliran Sungai Cikeas masih membutuhkan langkah terpadu antara...

GIIC Dihuni Industri Global, Samuel Wattimena Soroti SDM dan UMKM Lokal GIIC Dihuni Industri Global, Samuel Wattimena Soroti SDM dan UMKM Lokal
Politik1 jam ago

GIIC Dihuni Industri Global, Samuel JD Wattimena Soroti SDM dan UMKM Lokal

Anggota Komisi VII DPR RI Samuel JD Wattimena menilai kunjungan Panja Kawasan Industri Komisi VII DPR RI ke kawasan industri...