Connect with us

Politik

Pergantian Dirut Garuda, Rivqy Abdul Halim Kembali Soroti Kebijakan Bagasi

Published

on

Anggota Komisi VI DPR RI Fraksi PKB, H. Rivqy Abdul Halim atau Gus Rivqy, menilai pergantian Direktur Utama PT Garuda Indonesia harus menjadi momentum untuk membenahi manajemen perusahaan sekaligus mengevaluasi kebijakan yang berdampak langsung terhadap penumpang, termasuk aturan bagasi.

Thomas Sugiarto Oentoro ditetapkan sebagai Direktur Utama Garuda Indonesia menggantikan Glenny H. Kairupan melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Kamis (8/10/2026). Pergantian kepemimpinan tersebut berlangsung di tengah upaya maskapai nasional itu memperbaiki kinerja keuangan dan operasional.

Menurut Gus Rivqy, direksi baru memiliki pekerjaan rumah besar untuk memastikan Garuda Indonesia semakin sehat secara bisnis, efisien dalam operasional, dan tetap mengutamakan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Ia menyoroti kinerja keuangan Garuda yang masih mencatatkan kerugian sebesar 113 juta dolar AS atau setara Rp2,03 triliun pada semester I 2026. Pada periode yang sama, beban bahan bakar penerbangan atau avtur meningkat 43,6 persen secara tahunan menjadi 677,6 juta dolar AS. Porsi biaya avtur terhadap pendapatan juga naik dari 30,5 persen menjadi 37,7 persen.

Di sisi lain, Garuda Indonesia mengoperasikan 104 unit armada pesawat dengan total aset mencapai 7,37 miliar dolar AS. Kondisi tersebut, menurutnya, menuntut manajemen baru untuk mengoptimalkan aset, memperkuat efisiensi, dan memastikan setiap keputusan bisnis memberikan dampak nyata terhadap perbaikan kinerja perusahaan.

Advertisement

“Pergantian dirut harus diikuti pembenahan manajemen secara nyata. Garuda membutuhkan tata kelola yang profesional, efisiensi yang terukur, dan pelayanan yang semakin baik. Jangan sampai pergantian pimpinan hanya menjadi perubahan struktural tanpa dampak terhadap kinerja perusahaan,” ujar Gus Rivqy di Jakarta, Jumat (10/10/2026).

Selain pembenahan manajemen, Gus Rivqy kembali menyoroti kebijakan bagasi Garuda Indonesia yang dinilai berpotensi membebani penumpang. Ia menyebut adanya keluhan masyarakat mengenai ketentuan bagasi yang membuat penumpang harus menggabungkan dua hingga tiga koli menjadi satu agar sesuai dengan aturan yang berlaku.

“Saya kembali menyuarakan agar Garuda meninjau ulang kebijakan terkait bagasi. Saya melihat kebijakan ini memaksa penumpang mengemas dua sampai tiga koli menjadi satu. Tentu ini sangat membebani penumpang. Menurut saya, inilah yang disebut ‘bersatu kita teguh, bercerai bayar bagasi tambahan’,” tegasnya.

Gus Rivqy menilai kebijakan komersial perusahaan penerbangan semestinya tidak hanya mempertimbangkan aspek pendapatan, tetapi juga kemudahan, kenyamanan, dan kepentingan konsumen. Menurutnya, evaluasi aturan bagasi perlu menjadi bagian dari pembenahan pelayanan yang dilakukan oleh direksi baru.

Ia menegaskan, upaya menekan biaya operasional tidak seharusnya semata-mata berorientasi pada kebijakan yang berpotensi menambah beban penumpang. Manajemen perlu melakukan evaluasi secara transparan dan mencari solusi yang mampu menjaga keseimbangan antara keberlanjutan bisnis perusahaan dan kualitas pelayanan.

Advertisement

“Efisiensi memang penting, tetapi jangan sampai penumpang justru menjadi pihak yang menanggung beban dari kebijakan perusahaan. Garuda harus mampu mencari formula bisnis yang sehat sekaligus memberikan pelayanan yang wajar dan kompetitif bagi masyarakat,” ujarnya.

Gus Rivqy berharap direksi baru Garuda Indonesia menetapkan target kinerja yang jelas, melakukan evaluasi secara berkala, serta memastikan pembenahan perusahaan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Ukuran keberhasilan direksi baru bukan hanya perbaikan angka-angka keuangan, tetapi juga meningkatnya kepercayaan publik dan kualitas pelayanan kepada penumpang. Garuda harus semakin sehat secara bisnis, efisien dalam operasional, dan tetap memberikan pelayanan yang layak kepada masyarakat,” pungkasnya.

Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kasus Pesta Narkoba di Rutan Depok, Komisi XIII Soroti Integritas Petugas Kasus Pesta Narkoba di Rutan Depok, Komisi XIII Soroti Integritas Petugas
Politik3 jam ago

Kasus Pesta Narkoba di Rutan Depok, Andreas Hugo Pareira Soroti Integritas Petugas

Komisi XIII DPR RI mendorong pembenahan menyeluruh terhadap sistem pemasyarakatan menyusul terungkapnya kasus pesta narkoba yang melibatkan narapidana di Rumah...

Dokumentasi Sejarah Penting Perkuat Hak Masyarakat Adat Dokumentasi Sejarah Penting Perkuat Hak Masyarakat Adat
Politik3 jam ago

Andi Yuliani Paris: Dokumentasi Sejarah Penting Perkuat Hak Masyarakat Adat

Anggota Badan Legislasi (Baleg) DPR RI Andi Yuliani Paris menyoroti pentingnya pendokumentasian sejarah, nilai luhur, dan kearifan lokal masyarakat adat...

Perlancar Proses Penyusunan, Delapan Fraksi Setujui Bahtra Jadi Ketua Panja RUU Pemilu Perlancar Proses Penyusunan, Delapan Fraksi Setujui Bahtra Jadi Ketua Panja RUU Pemilu
Politik3 jam ago

Bahtra Banong Jadi Ketua Panja RUU Pemilu

Komisi II DPR RI resmi membentuk Panitia Kerja (Panja) Penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Pemilihan Umum (Pemilu) sekaligus menetapkan Bahtra...

Usut Tuntas Dugaan Praktik Judol di Rumah Dinas TNI, Periksa Secara Transparan! Usut Tuntas Dugaan Praktik Judol di Rumah Dinas TNI, Periksa Secara Transparan!
Politik3 jam ago

Usut Tuntas Dugaan Praktik Judol di Rumah Dinas TNI, Sukamta: Periksa Secara Transparan!

Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Sukamta, mendesak pengusutan menyeluruh terhadap kasus dugaan praktik judi online (judol) yang berlangsung di...

Setjen DPR Perkuat Standardisasi Penyusunan Risalah Persidangan lewat Sosialisasi Pedoman Teknis Setjen DPR Perkuat Standardisasi Penyusunan Risalah Persidangan lewat Sosialisasi Pedoman Teknis
Politik3 jam ago

Setjen DPR RI Perkuat Standardisasi Penyusunan Risalah Persidangan lewat Sosialisasi Pedoman Teknis

Sekretariat Jenderal (Setjen) DPR RI mendorong penguatan profesionalisme dan keseragaman standar teknis dalam penyusunan risalah rapat maupun persidangan di lingkungan...

Puan Hadiri Pemilihan Ketua Parlemen Dunia, Disambut Hangat Delegasi Negara Lain Puan Hadiri Pemilihan Ketua Parlemen Dunia, Disambut Hangat Delegasi Negara Lain
Politik3 jam ago

Puan Maharani Hadiri Pemilihan Ketua Parlemen Dunia, Disambut Hangat Delegasi Negara Lain

Ketua DPR RI Puan Maharani menghadiri Sidang Umum Inter-Parliamentary Union (IPU) ke-153 di Arusha, Tanzania. Selain sidang tahunan, forum parlemen...

Di Forum Parlemen Dunia, Irine Dorong Penguatan Keamanan Maritim Global Di Forum Parlemen Dunia, Irine Dorong Penguatan Keamanan Maritim Global
Politik6 jam ago

Di Forum Parlemen Dunia, Irine Yusiana Roba Putri Dorong Penguatan Keamanan Maritim Global

Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI Irine Yusiana Roba Putri mendorong penguatan keamanan maritim untuk menghadapi...

Yanuar Arif Wibowo: Biaya Visum dan Perawatan Korban TPKS Ditanggung Negara Yanuar Arif Wibowo: Biaya Visum dan Perawatan Korban TPKS Ditanggung Negara
Politik7 jam ago

Yanuar Arif Wibowo: Biaya Visum dan Perawatan Korban TPKS Ditanggung Negara

Anggota Komisi XIII DPR RI Yanuar Arif Wibowo meminta Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) mempercepat kerja sama dengan Kementerian...

BAKN Dorong Penguatan Bulog sebagai Penyangga Pangan Nasional BAKN Dorong Penguatan Bulog sebagai Penyangga Pangan Nasional
Politik7 jam ago

BAKN DPR RI Dorong Penguatan Bulog sebagai Penyangga Pangan Nasional

Badan Akuntabilitas Keuangan Negara (BAKN) DPR RI mendorong penguatan Perum Bulog sebagai penyangga pangan nasional untuk menjaga ketersediaan dan pemerataan...

Bambang Patijaya Dukung Moratorium Smelter Nikel Setengah Jadi Bambang Patijaya Dukung Moratorium Smelter Nikel Setengah Jadi
Politik8 jam ago

Bambang Patijaya Dukung Wacana Moratorium Smelter Nikel Setengah Jadi

Anggota Komisi XII DPR RI Bambang Patijaya mendukung wacana moratorium pembangunan smelter nikel yang menghasilkan produk setengah jadi. Menurutnya, kapasitas...