Connect with us

Daerah

Satgas Citarum Harum Terima Mobil Pengawasan Lapangan dari KLHK

Avatar

Published

on

KOTA BANDUNG – Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil yang juga Komandan Satuan Tugas (Satgas) Citarum Harum menerima mobil pengawasan lapangan dari Direktorat Jenderal  Penegakan Hukum (Ditjen Gakkum) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Republik Indonesia (RI) terkait program Citarum Harum, dalam seremoni di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Selasa (26/1/2021). 

Menurut Ridwan Kamil, alat penegakan hukum berupa mobil dan alat penunjang lain seperti perahu karet, drone, juga alat ukur kualitas air tanah logam berat yang diberikan oleh KLKH mampu melecut semangat untuk mewujudkan Citarum yang kembali bersih dan tidak tercemar. 

“Sehingga dengan alat-alat ini, kami lebih optimistis menangani masalah lingkungan di Citarum Harum,” ucap Kang Emil.

Kang Emil berujar, pengawasan lingkungan di Sungai Citarum sepanjang 297 km ini memang membutuhkan peran semua pihak. Untuk itu, ia pun mengapresiasi kerja sama pentahelix (akademisi, pebisnis/swasta, komunitas/masyarakat, pemerintah, dan media) yang mampu membuat Citarum saat ini berstatus “tercemar ringan” yang semula “tercemar berat” pada 2018. 

Selain itu, Satgas Citarum Harum juga terus menjalankan tiga belas program rencana aksi untuk pencegahan, penanggulangan, hingga pemulihan, termasuk penegakan hukum. 

“Oleh karena itu, saya mengapresiasi komitmen KLHK terhadap Citarum Harum lewat bantuan mobil pengawas serta alat pendukung lainnya,” kata Kang Emil. 

“Saya laporkan, (sejak 2018) ada dua ratusan kasus pelanggaran yang sudah naik ke Gakkum. Dari dua ratus yang berproses, ada enam berkaitan perdata, dua pidana, dan denda terbayarkan ada sekitar tiga belas milyar rupiah,” ujarnya. 

Lewat agenda penyerahan bantuan mobil pengawasan ini, Kang Emil pun berpesan kepada korporasi yang berada di wilayah Sungai Citarum untuk menjaga agar limbah (pabriknya) tidak mencemari lingkungan. 

“Karena sistem penegakan hukum sudah sangat tegas, kami tidak main-main. Kami punya alat canggih juga sehingga mereka yang masih niat melanggar dengan kebiasaannya harus berhadapan dengan hukum,” tegas Kang Emil. 

Sementara itu, Direktur Jenderal Gakkum KLHK Rasio Ridho Sani mengatakan, pihaknya memberikan satu peralatan pengawasan lapangan berupa mobil dan dukungan alat pendukung lainnya untuk memperkuat penanganan kasus-kasus lingkungan hidup yang ada di Jabar khususnya berkaitan Citarum Harum 

“Selama beberapa tahun ini, kami bersama dengan Pemda Provinsi Jabar intensif melakukan pengawasan, baik terkait pengawasan sanksi administratif, penegakan hukum pidana, maupun penegakan hukum perdata,” ucap Rasio. (Pun)

               

//platform.twitter.com/widgets.js(function(d, s, id) {
var js, fjs = d.getElementsByTagName(s)[0];
if (d.getElementById(id)) return;
js = d.createElement(s); js.id = id;
js.src = “https://connect.facebook.net/en_US/sdk.js#xfbml=1&version=v2.5&appId=199167570421543”;
fjs.parentNode.insertBefore(js, fjs);
}(document, ‘script’, ‘facebook-jssdk’));

(red/kp)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *