Politik
Sosialisasi Pemilu ke Pemilih Pemula Dinilai Masih
Jakarta: Peneliti Komite Indpenden Pemantau Pemilu (KIPP), Andrian Habibi menilai sosialisasi pemilu kepada pemilih pemula maupun pemuda masih minim. Komisi Pemilihan Umum (KPU) maupun Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) maupun partai politik selaku peserta pemilu dinilai masih kurang merangkul pemuda.
“Penyelenggara seharusnya mampu membumikan pemilu, peserta pemilu juga harus mampu memberikan pendidikan politik, tapi kenyataannya kita ragu,” kata Andrian dalam diskusi bertajuk ‘Peran Pemuda dalam Pemilu Partisipatif’ di Gedung Bawaslu, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis, 13 September 2018.
Andrian mengatakan tugas penyelenggara pemilu bukan hanya soal menjamin hak politik pemuda dan pemilih pemula semata. Namun penyelenggara juga wajib memberikan pendidikan pemilu, termasuk dalam hal tata cara menggunakan hak suara yang baik dan benar.
Namun pada kenyataanya, Andrian mengkritik, penyelenggara pemilu terkesan kurang melibatkan elemen pemuda.
“Ada catatan kegagalan penyelenggara pemilu, program pengawasan dan pemilu partisipatif terkesan milik sendiri. Mereka seakan-akan anti pemuda dan tidak melihat pemuda sebagai bonus demografi,” tandas Andrian.
(


