Connect with us

Opini

Cuitan CEO BukaLapak Menuai Kontroversi, Tanda Pilpres Semakin Tidak Sehat?

Published

on

Hari-hari menuju perhelatan pemilu serentak 2019 membuat situasi publik semakin cenderung sakit. Namun, publik tidak pantas pula disalahkan sebagai aktor utama dari riuh nya panggung politik negeri ini. Kegigihan para pendukung setiap paslon (pasangan calon) menjadi semangat yang menular cepat diantara mereka, hal ini membuat para pucuk pimpinan di masing-masing tiap tim kampanye menjadi diuntungkan. Akan tetapi, keuntungan yang didapat hanya berupa angka dukungan yang bertambah bukan kualitas dukungan yang tercapai.

Baru-baru ini, CEO BukaLapak membuka keran kritik yang dirasakannya secara pribadi sebagai seorang entrepreneur yang hari-hari ini merasakan bahwa Negara belum optimal dalam menyediakan dana riset dan inovasi. Kritik tersebut terucap dengan menyajikan data perbandingan dengan negara-negara maju serta negara-negara yang ada di dekat wilayah negara kita seperti singapura dan malaysia.

Walaupun terjadi perdebatan mengenai sumber dan tahun dari data yang ditampilkan, namun bukan hanya itu yang menjadi pemicu keributan di kalangan netizen, khususnya pendukung petahana. Amarah dan luapan kekesalan mereka hanya terpicu oleh dua kata, yakni “Presiden Baru”. Seperti yang saya sampaikan di awal tulisan, kegigihan para pendukung ini belum tentu disertai dengan daya pikir yang berkualitas. Sehingga, kritik yang terlontar dan ditujukan pada capres pilihan mereka akan menjadi ‘gangguan’ yang harus segera diberikan counter attack.

Ditakutkan kedepannya nasib berbagai platform menjadi riskan dalam perjalanan mereka merintis usaha di Indonesia. Sistem yang “chaos” seperti ini membuat ruang—ruang kebebasan menjadi tertutup, penilaian pun bukan lagi berdasar pada kualitas yang dihasilkan para inovator dan kreator melainkan pada keberpihakkan. Ini yang menjadi kesesatan yang sangat berbahaya untuk tumbuh kembang demokrasi di negeri kita.

Kegemilangan BukaLapak dalam menciptakan lapangan usaha seakan sirna seketika, karena beberapa anak kalimat yang terucap. Kritik bukan lagi menjadi cermin untuk memperbaiki diri tetapi kritik menjadi pisau tajam yang seakan dapat melukai. Ini adalah awal dari kegelapan demokrasi kita. Akal sehat menjadi barang langka yang sejatinya sudah didapat oleh setiap insan manusia, tetapi terkadang setiap kita justru memilih untuk menyingkirkannya.

Advertisement

Fanatisme yang ada di Indonesia kini selalu berujung pada sikap intoleran, karena kedua kubu seakan merasa paling benar. Kecintaan pada sesuatu secara berlebihan justru melahirkan perpecahan. Saya baru menyadari makna ‘cinta itu buta’ dari situasi politik yang terjadi saat ini. Mata tertutup dan ego bekerja secara brutal, kita seperti hidup dalam suasana saling cekal. Otak-otak kita menjadi bebal, membuat lingkungan di sekitar justru menjadi kesal.

Jadi, apa yang harus dilakukan sebaiknya?

Saya menulis bukan sebagai guru yang mendikte setiap pembaca. Tentu jika situasi seperti ini berlangsung lama maka jahitan kesatuan negeri kita bisa saja melonggar dan berpotensi terkoyak. Kemudian, bagi mereka yang terlampau kecewa dengan hiruk pikuk ini maka seringkali menjadi kaum yang golput sebagai pilihan alternatif. Jangan kawan, itu bukan alternatif melainkan sebuah sikap yang naif.

Kita cukup memasang mata dan hati serta pikiran kita tertuju pada sosok-sosok yang saat ini “sudah terlanjur” untuk dipilih. Jangan tutup mata untuk situasi chaos yang dibangun oleh kelompok-kelompok pendukung yang tidak memiliki akal sehat. Perhatikan kualitas pilihan pemimpin kita, jika ada distraksi yang tercipta oleh karena faktor eksternal, tak perlu kau pikirkan, cukup tertawakan. Sebab, siapapun mereka yang berupaya terus memicu pertengkaran, hanya tawa kita yang dapat menyelesaikan.

Achmad Zaki sendiri telah mengklarifikasi cuitannya yang menyatakan Presiden Baru itu bisa untuk kedua pasangan yang sedang berkompetisi dan juga menyayangkan pihak-pihak yang memplintir ucapannya. Teruntuk Achmad Zaki, saya bersama Anda. Saya memahami apa yang Anda ucapkan adalah bagian dari permintaan. Permintaan setiap pegiat usaha yang menginginkan ruang yang luas dan berkualitas untuk kemajuan teknologi kita. Presiden 2019 yang terpilih sudah jelas adalah seorang Presiden baru secara konstitusi, ia memimpin dalam periode yang baru, masa yang baru, sudah jelas, kan?

Advertisement

Salam perdamaian, Horas!

DR HINCA IP PANDJAITAN XIII SH MH ACCS

(Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat, Anggota Komisi III DPR-RI)

Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Titiek Soeharto Apresiasi Capaian Stok Bulog dan Pastikan Kualitas Beras di Ambon Terjaga Titiek Soeharto Apresiasi Capaian Stok Bulog dan Pastikan Kualitas Beras di Ambon Terjaga
Politik1 minggu ago

Titiek Soeharto Apresiasi Capaian Stok Bulog dan Pastikan Kualitas Beras di Ambon Terjaga

Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Soeharto memastikan ketersediaan dan kualitas stok beras di Provinsi Maluku dalam kondisi aman....

Andre Rosiade Dorong Penguatan Ekosistem Industri Batam Andre Rosiade Dorong Penguatan Ekosistem Industri Batam
Politik1 minggu ago

Andre Rosiade Dorong Penguatan Ekosistem Industri Kota Batam

Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade mendorong penguatan ekosistem industri di Kota Batam melalui kepastian perizinan, keandalan pasokan...

Komisi XII Ingatkan Kesiapan Listrik Seiring Ekspansi Pariwisata di Bali Komisi XII Ingatkan Kesiapan Listrik Seiring Ekspansi Pariwisata di Bali
Politik1 minggu ago

Melchias Markus Mekeng Dorong Bali Percepat Pengembangan Energi Terbarukan

Ketua Komisi XII DPR RI Melchias Markus Mekeng mengingatkan PT PLN (Persero) agar mengantisipasi kebutuhan listrik Bali dalam jangka panjang...

Komisi XII Dorong Percepatan Pemanfaatan Gas Natuna untuk Batam Komisi XII Dorong Percepatan Pemanfaatan Gas Natuna untuk Batam
Politik1 minggu ago

Jalal Abdul Nasir Dorong Percepatan Pemanfaatan Gas Natuna untuk Batam

Komisi XII DPR RI mendorong percepatan commissioning tahap kedua pipa gas West Natuna Transportation System (WNTS)-Pemping agar pemanfaatan gas Natuna...

Beniyanto Dorong Perluasan SPKLU untuk Percepat Transisi Energi Beniyanto Dorong Perluasan SPKLU untuk Percepat Transisi Energi
Politik1 minggu ago

Percepat Transisi Energi, Beniyanto Dorong Perluasan SPKLU

Anggota Komisi XII DPR RI Beniyanto mendorong PT PLN (Persero) memperluas pembangunan stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) hingga ke...

Anis Byarwati Soroti Tingginya Pencabutan Izin BPR dan BPRS di Jawa Barat Anis Byarwati Soroti Tingginya Pencabutan Izin BPR dan BPRS di Jawa Barat
Politik1 minggu ago

Anis Byarwati Soroti 48 BPR dan BPRS di Jawa Barat Dicabut Izin Usahanya

Anggota Komisi XI DPR RI Anis Byarwati menyoroti tingginya jumlah Bank Perekonomian Rakyat (BPR) dan Bank Perekonomian Rakyat Syariah (BPRS)...

Wahyu Sanjaya Tekankan Literasi Penjaminan Simpanan bagi Nasabah Wahyu Sanjaya Tekankan Literasi Penjaminan Simpanan bagi Nasabah
Politik1 minggu ago

Wahyu Sanjaya Tekankan PentingnyaLiterasi Penjaminan Simpanan bagi Nasabah

Anggota Komisi XI DPR RI Wahyu Sanjaya menekankan pentingnya peningkatan literasi masyarakat mengenai ketentuan penjaminan simpanan oleh Lembaga Penjamin Simpanan...

Beniyanto Minta PLN Perluas SPKLU hingga Daerah untuk Dukung Kendaraan Listrik Beniyanto Minta PLN Perluas SPKLU hingga Daerah untuk Dukung Kendaraan Listrik
Politik1 minggu ago

Beniyanto Minta PLN Perluas SPKLU hingga Daerah

PT PLN (Persero) perlu memperluas pembangunan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) hingga ke daerah-daerah kecil. Pemerataan infrastruktur pengisian daya...

Marinus Gea Pertanyakan Akurasi Data TKA di Sumsel Marinus Gea Pertanyakan Akurasi Data TKA di Sumsel
Politik1 minggu ago

Marinus Gea Pertanyakan Kesesuaian Data TKA di Sumsel

Anggota Komisi XIII DPR RI Marinus Gea mempertanyakan kesesuaian data tenaga kerja asing (TKA) dengan kondisi di lapangan di tengah...

Komisi VI DPR Dorong Integrasi Pelabuhan untuk Tekan Disparitas Harga di Kepulauan Riau Komisi VI DPR Dorong Integrasi Pelabuhan untuk Tekan Disparitas Harga di Kepulauan Riau
Politik1 minggu ago

Nurdin Halid Dorong Integrasi Pelabuhan untuk Tekan Disparitas Harga di Kepulauan Riau

Komisi VI DPR RI mendorong integrasi pelabuhan, transportasi, pergudangan, dan pusat distribusi untuk menekan biaya logistik serta disparitas harga barang...