Internasional
Kasus Penganiayaan Suporter Indonesia di Malaysia Dikategorikan Perampokan
Kabarpolitik.com.COM- Polis Diraja Malaysia (PDRM) mengategorikan penyerangan terhadap suporter Indonesia di Bukit Bintang, Kuala Lumpur,bukan terkait bentrok antar-pendukung sepak bola, tapi perampokan.
Direktur Departemen Investigasi Kriminal Bukit Aman, Datuk Huzir Mohamed mengungkapkan pihaknya telah menerima laporan dari warga negara Indonesia bernama Fuad Naji pada Rabu (20/11) malam.
Datuk menjelaskan, korban melaporkan bahwa dia dipukuli oleh sekelompok orang yang diyakini warga lokal sekitar jam 2 pagi pada hari yang sama.
“Investigasi mengungkapkan bahwa insiden itu tidak ada hubungannya dengan pertandingan sepak bola antara Malaysia dan Indonesia di Stadion Nasional Bukit Jalil. Kasus ini diklasifikasikan sebagai kasus perampokan. Sejauh ini penyelidikan telah menemukan bahwa korban kehilangan paspor dan sejumlah uang dalam insiden itu,” kata Datuk Huzir dalam pernyataan media dikutip dari Berita Harian.
Hingga kini PDRM belum dapat memastikan motif insiden tersebut karena petugas investigasi tidak dapat merekam bukti korban. Korban, kata Datuk Huzir, menghilang setelah disarankan untuk diobati oleh pihak kepolisian. PDRM telah berupaya mencari korban tersebut namun tak berhasil.
“Oleh karena itu, polisi mendesak korban dan temannya untuk bertemu dengan petugas penyelidik untuk penyelidikan lebih lanjut. Polisi juga meminta bantuan dari kedutaan Indonesia untuk memberi tahu korban,” sambungnya.
PDRM juga masih menyelidiki dan mengidentifikasi orang yang merekam dan mendistribusikan video penyerangan terhadap suporter Indonesia yang viral di media sosial.[sgh]
rn
Sourcern


