Internasional
Mengejutkan, Mahathir Muhammad Dikabarkan Mundur dari Kursi PM Malaysia
Kabarpolitik.com.COM – Kabar mengejutkan datang negeri jiran Malaysia. Mahathir Muhammad, Senin siang waktu Kuala Lumpur (24/2/2020), disebutkan telah mengajukan pengunduran diri dari jabatannya sebagai Perdana Menteri (PM) Malaysia.
Dia telah mengirim surat pengunduran dirinya ke Raja Malaysia Yang DiPertuan Agong Al-Sultan Abdullah Ri’ayatuddin Al-Mustafa Billah Shah.
Media pers Malaysia, The Malaysian Insight melaporkan, surat Mahathir dikirim beberapa jam setelah ramainya spekulasi selama sepekan bahwa pemerintah baru akan menggantikan Koalisi Pakatan Harapan.
Media setempat, Malaysiakini, mencoba mengonfirmasi berbagai sumber, termasuk Kantor Perdana Menteri. Jawaban kantor tersebut tetap sama; “Tunggu pernyataan pers”.
Salah satu sumber mengklaim bahwa surat itu sedang disiapkan untuk dikirim ke Istana Negara tetapi media lokal belum dapat memverifikasi secara independen laporan tersebut pada saat ini.
Diberitakan Reuters, dua sumber pemerintahan Malaysia mengatakan Mahathir telah menyerahkan surat pengunduran diri kepada Raja Malaysia.
Hal ini diperkuat surat resmi yang diunggah di akun Twitter Mahathir. Dalam surat itu disebutkan, pengunduran diri telah diserahkan ke Yang Dipertuan Agong pada pukul 1 waktu setempat.
Mahathir, memerintah sejak memenangi Pemilu pada Mei 2018 lalu, mengalahkan dominasi UMNO. Belum diketahui alasan dia mundur dan siapa penggantinya.
Namun pada pemilu lalu, Mahathir memang telah menyatakan akan berhenti di tengah jalan dan memberikan kepemimpinan Malaysia kepada Anwar Ibrahim.
Berita pengunduran diri ini menjadi klimaks dari kemelut politik yang mengguncang Malaysia sejak Minggu kemarin. Ketidakpastian politik melanda Malaysia setelah muncul kabar Mahathir akan mengumumkan pembentukan koalisi baru.
Koalisi yang disebut-sebut bernama Pakatan Nasional ini akan didukung oleh kubu oposisi Partai Organisasi Nasional Melayu Bersatu (UMNO) dan Partai Islam Se-Malaysia (PAS).
Pembentukan koalisi baru berarti bubarnya koalisi berkuasa Pakatan Harapan serta batalnya kesepakatan transisi kekuasaan antara Mahathir dengan politisi senior Anwar Ibrahim.
Seperti diketahui, Pakatan Harapan telah sepakat Anwar akan menggantikan Mahathir pada Mei 2020.
Namun, rencana penyerahan kekuasaan ini terus dilanda ketidakpastian yang berpuncak pada drama politik yang saat ini sedang berlangsung.
Anwar sendiri sudah bersuara mengecam pengkhianatan politik ini, di mana dia secara tidak langsung merujuk ke mantan orang kepercayaannya, Menteri Ekonomi Azmin Ali.
Azmin yang mengincar kursi PM adalah sosok yang dipercaya memotori upaya untuk membentuk koalisi baru serta menggagalkan Anwar menjadi orang nomor satu Malaysia.
Perkembangan terakhir menyebutkan, Anwar telah memecat Azmin dari Partai Keadilan Rakyat (PKR). Anwar bertemu dengan Mahathir di kediamannya siang ini. Dia berujar, pertemuan itu berjalan dengan lancar dan Mahathir tidak akan mengkhianati mandat yang telah diberikan rakyat.
Politisi berusia 72 tahun itu tidak menyinggung sedikit pun mengenai pengunduran diri Mahathir. Belum diketahui jelas apakah Anwar akan menggantikan Mahathir atau sosok lain akan muncul untuk menjadi perdana menteri kedelapan Malaysia.
Meski telah mengajukan pengunduran diri, Mahathir baru akan resmi menanggalkan jabatannya setelah mendapatkan restu Raja. [rif]
rn
Sourcern


