Connect with us

News

Respon Cepat Kasus Balita Manusia Silver, Kemensos Berikan Bantuan ATENSI

Published

on

JAKARTA – Kementerian Sosial merespon cepat informasi mengenai MFA, bayi berusia 1 tahun yang viral kisahnya di media sosial lantaran dicat menyerupai manusia silver dan diajak meminta-minta di sekitar SPBU Parakan, Pamulang, Tangerang Selatan. 

Melalui kolaborasi apik tiga balai, yaitu Balai "Melati" Jakarta, Balai  "Handayani" Jakarta, Balai "Mulya Jaya" Jakarta, dan Tim Reaksi Cepat Kementerian Sosial, MFA beserta ibu kandungnya CK berhasil ditemui dan dibawa ke Balai "Melati" Jakarta untuk selanjutnya dilakukan asesmen komprehensif terhadap permasalahan dan krisis yang dihadapi oleh CK dan keluarganya. 

Sebelumnya, tim melakukan koordinasi dengan Dinas Sosial Kota Tangerang untuk mendapatkan informasi yang akurat mengenai kasus MFA yang viral di media sosial.

Pihak Dinas Sosial mengatakan bahwa Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Tangerang Selatan sempat mengamankan 2 orang berinisial E dan B yang membawa MFA meminta-minta.

Sementara itu, CK mengaku sama sekali tidak tahu bahwa anaknya dibawa E dan B untuk meminta-minta. 

Advertisement

Berdasarkan hasil asesmen awal yang didapatkan oleh Tim Kementerian Sosial, didapatkan informasi bahwa CK juga berprofesi sebagai manusia silver sejak 2 bulan terakhir dan tinggal bersama rekan-rekannya sesama manusia silver di sebuah kosan dengan biaya 400 ribu per bulan. 

“Saya dari Brebes, Pak. Dulu saya tinggal di Tanah Abang dengan tante saya, tapi diusir karena saya hamil (diluar nikah). Terus saya tinggal di tempat laki saya sampai melahirkan,” tutur CK.

CK belum menikah secara resmi. Hubungannya dengan HS berjalan begitu saja hingga MFA lahir. Saat proses kelahiran, ibu tiri HS dan pemilik kontrakan tempat HS tinggal membantu proses persalinan CK di kamar mandi.

Tragisnya, pemilik kontrakan justru meminta uang sebesar Rp.1.300.000 untuk pengurusan akte kelahiran MFA. Namun, hingga saat ini akte kelahiran MFA tak kunjung ada. 

“Saya gak tahu pak kalo anaknya saya dicat silver. Memang sering saya titip anak saya ke E dan B kalo saya lagi cari uang. Saya tahu salah. Tapi, gak ada orang yang mau bantu saya pak,” ujar CK membela diri.

Advertisement

Tim kemudian memberikan motivasi agar CK dan anaknya bersedia dibawa untuk mendapatkan layanan Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) di Balai "Melati" Jakarta.

CK menyetujui tawaran tersebut dan Minggu (26/9) sore, CK beserta anaknya telah berada di Balai "Melati" Jakarta. 

Berdasarkan hasil asesmen kebutuhan disetujui rekomendasi tindak lanjut untuk CK dan MFA, yaitu dengan memberikan bantuan ATENSI berupa pemenuhan kebutuhan dasar, yaitu susu dan pampers bagi MFA.

Selain itu, CK akan diberikan bantuan pembinaan kewirausahaan agar dapat membuka usaha mie ayam di daerah asalnya Brebes. 

CK akan terus mendapatkan Layanan Dukungan Psikososial selama berada di Balai "Melati" Jakarta untuk mengatasi krisis yang dihadapi dan menghasilkan perubahan perilaku positif sehingga CK memahami peran dan tanggung jawabnya untuk mengoptimalkan tumbuh kembang MFA sebaik-baiknya.

Advertisement

(detak)

Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BKSAP Dorong Perdamaian Konflik Rusia-Ukraina dalam Dialog dengan Parlemen Eropa BKSAP Dorong Perdamaian Konflik Rusia-Ukraina dalam Dialog dengan Parlemen Eropa
Politik1 hari ago

BKSAP DPR RI Dorong Perdamaian Konflik Rusia-Ukraina dalam Dialog dengan Parlemen Eropa

Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI mendorong penyelesaian berbagai konflik global melalui dialog dan diplomasi dalam pertemuan Friendly Talk...

Samuel Wattimena Dorong Anak Muda Minati Kerajinan Kain Ulos Guna Bersaing Global Samuel Wattimena Dorong Anak Muda Minati Kerajinan Kain Ulos Guna Bersaing Global
Politik1 hari ago

Samuel Wattimena Dorong Anak Muda Minati Kerajinan Kain Ulos

Anggota Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI Samuel Wattimena  menekankan pentingnya identitas masing-masing daerah, khususnya terkait pembuatan ulos, yaitu...

BURT DPR Tinjau Pelayanan Jamkestama di RSU Bogor Senior Hospital BURT DPR Tinjau Pelayanan Jamkestama di RSU Bogor Senior Hospital
Politik1 hari ago

BURT DPR RI Tinjau Pelayanan Jamkestama di RSU Bogor Senior Hospital

Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR RI meninjau pelaksanaan Program Jaminan Pemeliharaan Kesehatan Utama (Jamkestama) di RSU Bogor Senior Hospital...

Kabupaten Toba Perlu Perkuat Branding dan Inovasi Daerah untuk Go Global Kabupaten Toba Perlu Perkuat Branding dan Inovasi Daerah untuk Go Global
Politik1 hari ago

Syahrul Aidi Maazat: Kabupaten Toba Perlu Perkuat Branding dan Inovasi Daerah untuk Go Global

Ketua Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI Syahrul Aidi Maazat  mendorong adanya pembentukan branding untuk potensi pariwisata di Kabupaten Toba....

Pelaku Karhutla Harus Dapat Pemberatan Hukuman, Perampasan Keuntungan Korporasi Pelaku Karhutla Harus Dapat Pemberatan Hukuman, Perampasan Keuntungan Korporasi
Politik1 hari ago

Alex Indra Lukman: Pelaku Karhutla Harus Dapat Pemberatan Hukuman, Perampasan Keuntungan Korporasi

Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Alex Indra Lukman meminta Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Kehutanan tidak ragu dalam menindak...

Rano Alfath Apresiasi Polri Tetapkan 20 Korporasi Tersangka Karhutla Rano Alfath Apresiasi Polri Tetapkan 20 Korporasi Tersangka Karhutla
Politik1 hari ago

Mohammad Rano Alfath Apresiasi Polri Tetapkan 20 Korporasi Tersangka Karhutla

Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Moh. Rano Alfath, mengapresiasi langkah Polri menetapkan 20 korporasi sebagai tersangka dalam perkara dugaan...

Didik Haryadi Minta OJK Relaksasi Kredit UMKM Terdampak Bencana Didik Haryadi Minta OJK Relaksasi Kredit UMKM Terdampak Bencana
Politik1 hari ago

Didik Haryadi Minta OJK Relaksasi Segera Terbitkan Kredit UMKM Terdampak Bencana

Anggota Komisi XI DPR RI Didik Haryadi meminta Otoritas Jasa Keuangan (OJK) segera menerbitkan kebijakan relaksasi dan restrukturisasi kredit bagi...

Polri Tetapkan 20 Korporasi Tersangka Karhutla, Puan: Penegakan Hukum Harus Transparan Polri Tetapkan 20 Korporasi Tersangka Karhutla, Puan: Penegakan Hukum Harus Transparan
Politik1 hari ago

Polri Tetapkan 20 Korporasi Tersangka Karhutla, Puan Maharani: Penegakan Hukum Harus Transparan

Ketua DPR RI Puan Maharani menanggapi perkembangan penanganan perkara dugaan kebakaran dan hutan (Karhutla) di mana Polri baru saja mengumumkan...

Pulihkan Hak Korban, UU Perampasan Aset Diusulkan Dapat Rampas Harta Pelaku Pidana Investasi Bodong Pulihkan Hak Korban, UU Perampasan Aset Diusulkan Dapat Rampas Harta Pelaku Pidana Investasi Bodong
Politik1 hari ago

Pulihkan Hak Korban, Habiburokhman: UU Perampasan Aset Diusulkan Dapat Rampas Harta Pelaku Pidana Investasi Bodong

Komisi III menekankan harta pelaku tindak pidana kejahatan di sektor keuangan, mulai dari investasi bodong, trading saham dan komoditas fiktif,...

Pasca-Pembentukan Satgas Bersama, Perkuat Kerja Sama Indonesia-Singapura Tangani Karhutla Pasca-Pembentukan Satgas Bersama, Perkuat Kerja Sama Indonesia-Singapura Tangani Karhutla
Politik1 hari ago

Pasca-Pembentukan Satgas Bersama, Sukanta: Perkuat Kerja Sama Indonesia-Singapura Tangani Karhutla

Wakil Ketua Komisi I DPR RI Sukamta, mendorong penguatan kerja sama Indonesia dan Singapura dalam penegakan hukum kebakaran hutan dan...