Internasional
Reynhard Perkosa Korbannya Delapan Kali Selama 15 Jam, Polisi: Jahat, Narsisis dan Psikopat
Kabarpolitik.com.COM – Detektif senior Inspektur Zed Ali, yang memimpin penyelidikan selama dua tahun atas kejahatan Reynhard Sinaga menggambarkan pelaku asal Indonesia itu sangat jahat, narsisis, dan ‘psikopat’.
Bahkan dari rekaman yang didapatkan dari telepon genggam Reynhard, polisi mendapati pelaku memperkosa korbanya selama delapan kali selama 15 jam. “Saya tidak pernah menangani kasus yang seperti ini sebelumnya. Dia, dari apa yang saya lihat, pemerkosa berantai pria terbesar sepanjang sejarah di mana pun,” kata detektif kawakan itu mengutip pemberitaan Manchaster News Evening, Selasa (7/1/2020).
Barang bukti itu didapatkan polisi pada Juni 2017, ketika detektif terus mencari barang bukti di flat Reynhard Sinaga. Mereka menyita laptop dan hard drive yang semuanya diserahkan untuk dianalisis. Alat-alat itu ditemukan berisi ratusan jam rekaman yang menunjukkan pemerkosaan Reynhard Sinaga dan pelecehan seksual terhadap puluhan orang yang sama sekali tidak sadar.
Sebanyak 70 diantaranya belum dilacak. “Satu video menunjukkan seorang pria diperkosa delapan kali selama 15 jam,” kata Zed Ali.
Sebagai polisi spesialis pemerksoaan, Det Insp Ali telah menyelidiki ratusan pelanggaran seksual yang serius. Tetapi bahkan dia mengakui kasus yang ditangani, kasus Reynhard membuatnya sangat terkejut. “Saya tidak pernah menemukan orang yang merekam secara gamblang pelanggaran mereka. Ini bukan hanya semata-mata jumlah rekamanya, tapi juga metodenya. Yang lebih tidak biasa adalah kenyataan bahwa tidak ada korban Sinaga yang ingat diserang. Biasanya, ingatan mereka berakhir setelah minum segelas air,” jelas Ali.
Merasa Tidak Bersalah
Dalam serangkaian persidangan tertutup yang dilakukan, jaksa penuntut berpendapat bahwa minuman para korban dibubuhi dengan obat terlarang GHB, atau bahkan isiany relatifnya bahan kimia GBL. Obat-obatan yang mudah tersedia di jalan-jalan Manchester maupun secara online.
Meskipun dari banyak bukti yang dikumpulkan polisi dari apartemennya dimana Reynhard memfilmkan begitu banyak serangan dan pemerkosaan terhadap para korbannya, Reynhard terus menyatakan tidak bersalah atas 136 perkosaan, delapan percobaan perkosaan dan 14 serangan seksual yang melibatkan 48 pria yang teridentifikasi, dalam dua setengah tahun yakni antara Januari 2015 dan Juni 2017.
Menurut Reynhard, bahwa masing-masing dari para korban setuju untuk melakukan hubungan seksual itu dalam sebuah permainan. Dimana mereka pura-pura tidur nyenyak atau menurut dia, sampai-sampai mereka kira-kira mendengkur selama beberapa jam. Dengan begitu, Reynhard bisa merekam perkosaan itu.

“Mereka mungkin telah menyesalinya, atau semuanya malu atau malu, atau mungkin ingin mencoba dan menyelamatkan hubungan mereka. Ada banyak alasan lain mengapa mereka menyangkal. Tetapi ketika pada malam kami melakukannya, mereka menyetujuinya dan tahu apa yang terjadi,” kata Sinaga mengatakan kepada juri.
Pembelaan lain yang disampaikan Reynhard Sinaga adalah mengakui secara terbuka sebagai seorang gay. Sehingga ketika kasus ini terungkap, dia menganggap tidak masalah sama sekali karena menganggap mereka melakukan hubungan atas kemauan sendiri tidak ada paksaan.
“Aku selalu tersedia untuk melakukan seks. Pertama-tama, tidak apa-apa menjadi gay, itu aku. Dan kedua, aku menikmati seks,” katanya kepada juri. “Jadi jelas bagi pasangan seks lain bahwa saya gay dan mereka langsung menerima pesannya. Saya membuat diri saya tersedia sepanjang waktu. Untuk beberapa orang, aku mungkin terlihat seperti waria,” katanya.{asa}
rn
Sourcern


