Politik
Rilis Survei LSPI, Agusrin M Najamuddin Paling Populer di Pigub Bengkulu 2020
Bengkulu — Lembaga Survei Politik Indonesi (LSPI) pada 20-27 Juli 2019 yang lalu melakukan survei perilaku politik masyarakat untuk menggambarkan opini masyarakat menjelang pemilihan kepada daerah (Pilkada) secara langsung untuk memilih calon gubernur Provinsi Bengkulu periode 2020-2025.
Dengan metode pengambilan random sampling dari 600 sampel di 10 Kabupaten/kota yang meliputi 60 desa/kelurahan di Provinsi Bengkulu. Responden dalam survei tersebut adalah laki-laki dan perempuan berumur 17 Tahun dengan margin of error sebesar kurang lebih empat persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.
“Ada 38 nama bakal calon gubernur Bengkulu yang beredar di media, terpampang di atribut luar ruangan, dan muncul diperbincangan publik. Survei LSPI menguji sejauh mana peluang dan peta elektoral nama-nama bakal calon Gubernur Bengkulu,” kata Chaerul Saleh, peneliti LSPI saat merilis hasil survei tersebut di Bengkulu, Jum’at (2/8).
Hasilnya, dari segi popularitas dari 38 nama yang diuji, Agusrin M Najamuddin tertinggi dengan persentase 81 persen diikuti gubernur petahana Rohidin Mersyah 72,20 persen, Ridwan Mukti 67,90 persen, Ahmad Kanedi 67,50 persen. Sementara dari sisi elektabilitas, 38 nama ditanyakan secara tertutup, didapati hasil sebagai berikut, Rohidin Mersyah 19,8 persen menempati posisi teratas disusul empat nama lainnya yaitu Agusrin M Najamuddin 15,6 persen, Ahmad Kanedi 4,7 persen, Helmi Hasan 4,1 persen, dan Rosjonsyah Syahili 3,2 persen. Adapun pemilih yang belum menentukan pilihan (Undecided Voters) mencapai 32.6 persen.
Data survei LSPI tersebut menggambarkan Pilkada Gubernur Bengkulu masih cair dengan tingkat elektabilitas gubernur petahana masih dibawah 20 persen dan jarak dengan urutan kedua kurang lebih 5 persen. Jadi kemungkinan nama-nama lain untuk menyalip elektabilitas dan popularitas masih terbuka lebar, mengingat waktu pilkada yang masih panjang.
“Yang menarik, data survei menunjukan hanya dua nama yang bersaing sekarang ini yaitu gubernur petahana dan mantan gubernur Agusrin. Namun belum ada konfirmasi apakah Agusrin akan turun gunung, bisa saja jika sudah dideklarasikan turun gelanggang peta kembali berubah,” ujarnya. [kp]


