Internasional
Tembok Berlin Runtuh, Jerman Bersatu, Rakyat Gembira
Kabarpolitik.com.COM- Hari ini menjadi hari bersejarah bagi rakyat Jerman. Sebab hari ini 29 tahun yang lalu adalah hari penyatuan kembali Jerman. Seperti dikutip dari wikipedia, penyatuan Jerman ini ditandai dengan enam negara bagian Jerman Timur yakni; Brandenburg, Mecklenburg-Vorpommern, Sachsen, Sachsen-Anhalt, Thüringen, dan Berlin bersatu secara resmi bergabung dengan Republik Federal Jerman (Jerman Barat).
Sejarah pemisahan Jerman Barat dan Jerman Timur sudah berabad lamanya. Bahkan setelah berakhirnya Perang Dunia II, Jerman dibagi-bagi menjadi empat zona pendudukan. Perang Dingin mendorOng Prancis, Britania Raya dan Amerika Serikat menggabungkan zona-zona mereka ke dalam Republik Federal Jerman (Berlin Barat) pada 1949, tidak termasuk zona Uni Soviet yang kemudian menjadi Republik Demokratik Jerman (Berlin Timur) pada tahun yang sama.
Jerman Barat dan Jerman Timur sama-sama mengklaim sebagai pengganti sah kerajaan Jerman lama (Deutsches Reich). Tetapi, Jerman Timur mengubah pendapatnya selepas itu, dan menyatakan bahwa negara Jerman telah berhenti ada pada 1945 dan menyatakan bahwa Jerman Barat dan Jerman Timur adalah negara baru.
Upaya untuk menyatukan Jerman telah berulang kali diusahakan. Namun selalu gagal. Semangat untuk menyatukan kembali Jerman oleh rakyat Jerman Barat dan Timur mulai tumbuh kembali seiring munculnya reformasi politik yang digelindingkan pemimpin Soviet Mikhail Gorbachev pada 1985. Angin perubahan pun berembus di blok timur, dan memunculkan harapan baru di dalam Jerman Timur.
Pada Agustus 1989, pemerintahan reformis Hongaria menghilangkan peraturan ketat di perbatasannya dengan Austria. Pada September, lebih dari 13.000 warga Jerman Timur bisa melarikan diri ke Barat melalui Hongaria. Ribuan warga Jerman Timur berusaha mencapai Jerman Barat dengan mengadakan aksi pendudukan kantor-kantor perwakilan diplomatik Jerman Barat di ibu kota-ibu kota negara-negara Eropa Timur, terutama di Praha, Cekoslowakia.
Terdesak, pemerintahan Republik Demokratis Jerman (Jerman Timur) lalu mengumumkan siap memberi fasilitas bagi warga Jerman Timur yang ingin menyeberang dengan mengoperasikan kereta-kereta api ekstra. Namun mereka yang menyeberang distigmakan sebagai ‘para pengkhianat’. Sementara itu demonstrasi menentang rezim Jerman Timur terus mengalir.
Pada 6–7 Oktober 1989, Gorbachev melawat ke Jerman Timur untuk memperingati hari ulang tahun Jerman Timur yang ke-40 dan mendorong para pemimpin Jerman Timur untuk menerima perubahan. Berhadapan dengan huru-hara, pemimpin Jerman Timur Erich Honecker dipaksa untuk meletakkan jabatan pada 18 Oktober 1989 dan digantikan oleh Egon Krenz.
Hal ini diikuti dengan pengunduran diri besar-besaran anggota kabinet Jerman Timur yang akhirnya jatuh pada 7 November. Lalu Gunther Schwabowski sebagai juru bicara pemerintahan Jerman Timur pada 9 November malam mengumumkan bahwa semua restriksi perjalanan ke Jerman Barat dihilangkan. Maka berbondong-bondonglah warga Jerman Timur pergi ke pos-pos perbatasan yang kemudian dibuka oleh para penjaga perbatasan. Setelah itu banyak warga Jerman baik Barat dan Timur memberanikan diri merusak tembok Berlin. Peristiwa ini menjadi salah satu peristiwa berita mengesankan pada abad ke-20.
Pada 18 Maret 1990 pemilihan umum bebas pertama dan satu-satunya dalam sejarah Jerman Timur dilaksanakan. Pemerintahan yang dipilih diberi mandat utama untuk berunding dengan Jerman Barat. Di bawah Perdana Menteri Lothar de Maizière, Jerman Timur berunding dengan Jerman Barat, Britania Raya, Prancis, Amerika Serikat dan Uni Soviet mengenai syarat-syarat untuk penyatuan kembali Jerman.
Karena keberatan Uni Soviet bahwa Jerman Timur ditarik menjadi anggota NATO, maka sebuah perjanjian dibuat bahwa Jerman yang bersatu boleh tetap menjadi anggota NATO, namun tentara NATO tidak boleh ditempatkan di Jerman Timur.
Sementara Kanselir Helmut Kohl meyakinkan para pemimpin Prancis dan Britania Raya bahwa mereka tidak perlu mengkhawatirkan adanya ancaman bersatunya Jerman. Negara Jerman bersatu akan berintegrasi dengan Uni Eropa.
Paralel dengan perundingan multilateral, rundingan bilateral antara pemerintahan Timur dan Barat berlangsung dan menuju pada penandatanganan perjanjian pada 18 Mei 1990 untuk Uni Ekonomi, Sosial dan Moneter. Perjanjian itu berlaku pada 1 Juli 1990. Pada tanggal 23 Agustus, Volkskammer (Parlemen Jerman Timur) mengesahkan tanggal 3 Oktober 1990 sebagai tanggal bergabungnya Jerman Timur dengan Jerman Barat.[sgh]
rn
Sourcern


