Connect with us

Cek Fakta

Turn Back Hoax: [KLARIFIKASI] Awan Berbentuk Topi di Gunung Rinjani Tidak Berdampak Gempa

Published

on

“Fenomena puncak Gunung Rinjani tertutup awan yang melingkar seperti bertopi itu, tidak ada kaitannya dengan pertanda gempa yang terjadi akhir-akhir ini di NTB,” ungkap Plt Kepala Biro Humas Setjen Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) Ferdinandus Setu mengatakan berdasarkan penjelasan dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) di Jakarta, Kamis (18/7/2019). Selengkapnya di PENJELASAN dan REFERENSI

=============================================
Kategori : KLARIFIKASI
=============================================

Foto puncak Gunung Rinjani di Lombok, Nusa Tenggara Barat, tertutup awan berbentuk topi, menghebohkan warganet, Rabu (17/7/2019).
Banyak yang mengaitkan penampakan awan tersebut dengan peristiwa gempa yang terjadi beberapa hari sebelumnya. Ada pula yang mengaitkan dengan fenomena Gerhana Bulan yang terlihat pada Rabu dini hari sekitar pukul 04.00 WITA di wilayah itu.

=============================================

PENJELASAN

Advertisement

Plt Kepala Biro Humas Setjen Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) Ferdinandus Setu mengatakan berdasarkan penjelasan dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), fenomena tersebut tidak ada hubungannya dengan gempa bumi.
“Fenomena puncak Gunung Rinjani tertutup awan yang melingkar seperti bertopi itu, tidak ada kaitannya dengan pertanda gempa yang terjadi akhir-akhir ini di NTB,” ungkap Ferdinandus di Jakarta, Kamis (18/7/2019).

Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Mataram, Agus Rianto, menjelaskan fenomena puncak Gunung Rinjani tertutup awan yang melingkar seperti “bertopi”. Ia mengatakan, tak ada kaitannya dengan pertanda gempa yang terjadi akhir-akhir ini di Nusa Tenggara Barat.
“Itu fenomena alam awan lenticular,” ujarnya di Mataram, Rabu.
Agus menegaskan, fenomena alam Lenticular tidak terkait atau tidak berkaitan dengan terjadinya gempa bumi. Ia mengungkapkan bahwa mengaitkan fenomena alam Lenticular dengan akan terjadinya gempa adalah sebuah kesalahpahaman.
“Tidak ada kaitannya, itu hanya rumor. Awan caping itu berbahaya bagi penerbangan, bukan tanda tanda terjadinya gempa,” jelas Agus.
Bentuk awan seperti topi, caping, piring raksasa, dan awan yang melingkari gunung, disebut awan Lenticular, Awan itu biasa ditemukan di dekat bukit atau gunung-gunung karena ia memang terbentuk dari hasil pergerakan angin yang menabrak dinding penghalang besar, seperti pegunungan dan perbukitan, sehingga menimbulkan sebuah pusaran.
Menariknya, awan Lenticular kelihatan begitu padat, namun hakikatnya tidak demikian. Awan ini terlihat padat karena aliran udara lembap terus menerus mengaliri sang awan dan akan keluar lewat permukaan paling bawah. Bentuk awan Lenticular pun akan bertahan hingga berjam-jam, bahkan berhari-hari.
Sementara itu, bagi dunia penerbangan awan Lenticular ini sangat mematikan karena sang awan bisa menyebabkan turbulensi bagi pesawat yang nekad memasuki awan atau hanya terbang di dekat awan Lenticular.
Rosyidin, warga Sembalun, saat dihubungi dari Mataram, mengatakan fenomena Gunung Rinjani “bertopi” ini mulai muncul sekitar pukul 07.00 Wita atau saat Matahari terbit dan berakhir pada pukul 09.30 Wita.
“Munculnya itu pas matahari terbit,” ujarnya.
Rosyidin menjelaskan, fenomena puncak Gunung Rinjani “bertopi” sebetulnya sudah sering kali terjadi. Hanya saja, awan yang melingkar di atas puncak Rinjani itu tidak sebundar dan sebesar seperti yang terjadi pada saat ini.
“Masyarakat sudah biasa melihat ada lingkaran awan di atas puncak Rinjani. Tapi memang yang sekarang tidak sebundar dan sebesar yang sekarang,” terang Rosyidin.
Ia mengatakan, meski bukan kejadian pertama kali, banyak warga yang kemudian mengaitkan fenomena awan bertopi di atas puncak Rinjani dengan kejadian gempa yang terjadi akhir-akhir ini di daerah itu, termasuk mengaitkan dengan fenomena Gerhana Bulan yang terlihat pada Rabu dini hari sekitar pukul 04.00 Wita di wilayah itu.
Namun, bagi warga sekitar Sembalun, menurut Rosidin, fenomena puncak Rinjani bertopi pertanda ada orang yang meninggal. Ia mengatakan, itu adalah pertanda orang yang meninggal adalah tokoh penting.
“Ada yang bilang ini karena gempa, gerhana bulan semalam. Tapi buat warga Sembalun ini pertanda orang meninggal. Kalau di kaitkan gempa kami tidak percaya, karena ini kejadian lumrah setiap musim kemarau pasti awan seperti ini terjadi, cuman ini mungkin karena lingkarannya lebih besar,” ungkapnya.
Terlepas dari itu semua, menurut Rosidin, karena melihat awan melingkar sebesar itu di puncak Rinjani, warga sekitar atau orang yang melintas di jalan kemudian ramai-ramai mengabadikan momen tersebut.
“Jadi banyak yang mengambil foto, berselfie, termasuk merekam untuk dibuat video,” katanya.

REFERENSI :
https://www.kominfo.go.id/content/detail/20045/hoaks-puncak-gunung-rinjani-bertopi-dikaitkan-dengan-gempa-ntb/0/laporan_isu_hoaks
https://www.suara.com/news/2019/07/17/153008/fenomena-gunung-rinjani-bertopi-dikaitkan-dengan-gempa-bmkg-hanya-rumor
https://news.okezone.com/read/2019/07/19/337/2080975/fenomena-gunung-rinjani-bertopi-awan-dikaitkan-dengan-gempa-ini-penjelasannya
https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20190717191828-199-413060/peneliti-jelaskan-fenomena-topi-awan-di-rinjani
https://www.inews.id/daerah/regional/fenomena-gunung-rinjani-bertopi-pertanda-ada-gempa-begini-penjelasan-bmkg/596909
https://jpp.go.id/cek-fakta/334900-awan-berbentuk-topi-di-gunung-rinjani-tidak-berdampak-gempa-ini-faktanya
https://www.liputan6.com/lifestyle/read/4015521/fakta-fakta-tentang-fenomena-topi-awan-di-puncak-gunung-rinjani
https://www.republika.co.id/berita/trendtek/sains-trendtek/19/07/17/pus5ln414-bmkg-jelaskan-fenomena-awan-caping-di-puncak-gunung-rinjani
https://www.antaranews.com/berita/964572/fenomena-topi-awan-di-gunung-rinjani-dikaitkan-gempa-ini-penjelasannya
https://www.viva.co.id/berita/nasional/1166502-ada-topi-awan-di-gunung-rinjani-begini-penjelasan-pakar

Sumber: turnbackhoax.id

Advertisement
Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Titiek Soeharto Apresiasi Capaian Stok Bulog dan Pastikan Kualitas Beras di Ambon Terjaga Titiek Soeharto Apresiasi Capaian Stok Bulog dan Pastikan Kualitas Beras di Ambon Terjaga
Politik7 hari ago

Titiek Soeharto Apresiasi Capaian Stok Bulog dan Pastikan Kualitas Beras di Ambon Terjaga

Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Soeharto memastikan ketersediaan dan kualitas stok beras di Provinsi Maluku dalam kondisi aman....

Andre Rosiade Dorong Penguatan Ekosistem Industri Batam Andre Rosiade Dorong Penguatan Ekosistem Industri Batam
Politik1 minggu ago

Andre Rosiade Dorong Penguatan Ekosistem Industri Kota Batam

Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade mendorong penguatan ekosistem industri di Kota Batam melalui kepastian perizinan, keandalan pasokan...

Komisi XII Ingatkan Kesiapan Listrik Seiring Ekspansi Pariwisata di Bali Komisi XII Ingatkan Kesiapan Listrik Seiring Ekspansi Pariwisata di Bali
Politik1 minggu ago

Melchias Markus Mekeng Dorong Bali Percepat Pengembangan Energi Terbarukan

Ketua Komisi XII DPR RI Melchias Markus Mekeng mengingatkan PT PLN (Persero) agar mengantisipasi kebutuhan listrik Bali dalam jangka panjang...

Komisi XII Dorong Percepatan Pemanfaatan Gas Natuna untuk Batam Komisi XII Dorong Percepatan Pemanfaatan Gas Natuna untuk Batam
Politik1 minggu ago

Jalal Abdul Nasir Dorong Percepatan Pemanfaatan Gas Natuna untuk Batam

Komisi XII DPR RI mendorong percepatan commissioning tahap kedua pipa gas West Natuna Transportation System (WNTS)-Pemping agar pemanfaatan gas Natuna...

Beniyanto Dorong Perluasan SPKLU untuk Percepat Transisi Energi Beniyanto Dorong Perluasan SPKLU untuk Percepat Transisi Energi
Politik1 minggu ago

Percepat Transisi Energi, Beniyanto Dorong Perluasan SPKLU

Anggota Komisi XII DPR RI Beniyanto mendorong PT PLN (Persero) memperluas pembangunan stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) hingga ke...

Anis Byarwati Soroti Tingginya Pencabutan Izin BPR dan BPRS di Jawa Barat Anis Byarwati Soroti Tingginya Pencabutan Izin BPR dan BPRS di Jawa Barat
Politik1 minggu ago

Anis Byarwati Soroti 48 BPR dan BPRS di Jawa Barat Dicabut Izin Usahanya

Anggota Komisi XI DPR RI Anis Byarwati menyoroti tingginya jumlah Bank Perekonomian Rakyat (BPR) dan Bank Perekonomian Rakyat Syariah (BPRS)...

Wahyu Sanjaya Tekankan Literasi Penjaminan Simpanan bagi Nasabah Wahyu Sanjaya Tekankan Literasi Penjaminan Simpanan bagi Nasabah
Politik1 minggu ago

Wahyu Sanjaya Tekankan PentingnyaLiterasi Penjaminan Simpanan bagi Nasabah

Anggota Komisi XI DPR RI Wahyu Sanjaya menekankan pentingnya peningkatan literasi masyarakat mengenai ketentuan penjaminan simpanan oleh Lembaga Penjamin Simpanan...

Beniyanto Minta PLN Perluas SPKLU hingga Daerah untuk Dukung Kendaraan Listrik Beniyanto Minta PLN Perluas SPKLU hingga Daerah untuk Dukung Kendaraan Listrik
Politik1 minggu ago

Beniyanto Minta PLN Perluas SPKLU hingga Daerah

PT PLN (Persero) perlu memperluas pembangunan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) hingga ke daerah-daerah kecil. Pemerataan infrastruktur pengisian daya...

Marinus Gea Pertanyakan Akurasi Data TKA di Sumsel Marinus Gea Pertanyakan Akurasi Data TKA di Sumsel
Politik1 minggu ago

Marinus Gea Pertanyakan Kesesuaian Data TKA di Sumsel

Anggota Komisi XIII DPR RI Marinus Gea mempertanyakan kesesuaian data tenaga kerja asing (TKA) dengan kondisi di lapangan di tengah...

Komisi VI DPR Dorong Integrasi Pelabuhan untuk Tekan Disparitas Harga di Kepulauan Riau Komisi VI DPR Dorong Integrasi Pelabuhan untuk Tekan Disparitas Harga di Kepulauan Riau
Politik1 minggu ago

Nurdin Halid Dorong Integrasi Pelabuhan untuk Tekan Disparitas Harga di Kepulauan Riau

Komisi VI DPR RI mendorong integrasi pelabuhan, transportasi, pergudangan, dan pusat distribusi untuk menekan biaya logistik serta disparitas harga barang...