Connect with us

Politik

MY Esti Wijayati: Jangan Normalisasi Kekerasan terhadap Anak di Lingkungan Pendidikan

Published

on

Esti Wijayati: Jangan Normalisasi Kekerasan terhadap Anak di Lingkungan Pendidikan

Wakil Ketua Komisi X DPR RI MY Esti Wijayati menyampaikan duka mendalam atas meninggalnya Muhammad Hasbi Al Aqib, siswa kelas II SDN 1 Kebondalem, Pemalang, Jawa Tengah, yang diduga menjadi korban perundungan dan kekerasan oleh kakak kelasnya. Ia meminta kasus tersebut diusut secara transparan dengan tetap mengedepankan prinsip pelindungan anak.

Aqib meninggal dunia pada 30 September 2026 setelah sempat menjalani perawatan di rumah sakit. Kasus tersebut kini masih didalami aparat penegak hukum, termasuk melalui pemeriksaan sejumlah saksi dan autopsi untuk mengetahui penyebab kematian korban.

“Yang pertama, tentu kita turut berduka mendalam atas meninggalnya adik yang menjadi korban bullying,” kata Esti dalam wawancara sebelum Rapat Paripurna DPR RI di Selasar Nusantara, Senayan, Jakarta, Selasa (6/10/2026).

Esti menilai kasus tersebut menjadi keprihatinan serius bagi dunia pendidikan, terlebih dugaan perundungan dan kekerasan melibatkan anak hingga berujung pada hilangnya nyawa. Karena itu, ia meminta seluruh pihak tidak menutupi fakta dan memberikan ruang bagi aparat penegak hukum untuk mengungkap kasus secara menyeluruh.

“Kita berharap semua pihak tidak boleh menutupi kasus ini. Harus dibuka secara transparan siapa yang terlibat. Jadi, untuk kebaikan semuanya supaya tidak terulang kembali,” ujarnya.

Advertisement

Di sisi lain, Esti mengingatkan bahwa proses penanganan perkara yang melibatkan anak harus tetap berpedoman pada prinsip pelindungan anak. Pendampingan, menurutnya, tetap diperlukan bagi seluruh anak yang terlibat dalam kasus tersebut, termasuk anak yang diduga sebagai pelaku.

“Karena kasusnya adalah melibatkan anak, maka tentu saja dari Komisi Perlindungan Anak, walaupun anak itu juga adalah seorang pelaku, tetap harus ada pendampingan,” katanya.

Esti juga mendorong sekolah memperkuat pengawasan terhadap aktivitas peserta didik sebagai bagian dari upaya mencegah kekerasan dan perundungan. Menurutnya, langkah pencegahan harus dilakukan sejak muncul tanda-tanda konflik dan tidak menunggu sampai terjadi korban.

“Ketika terjadi atau anak-anak ngumpul lalu di situ terjadi sedikit keributan, tidak perlu menunggu sampai jatuh korban. Langsung diperingatkan,” tegasnya.

Ia menambahkan, pencegahan kekerasan terhadap anak tidak dapat sepenuhnya dibebankan kepada sekolah. Orang tua dan masyarakat juga memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan yang aman bagi anak. Karena itu, sikap membiarkan atau menganggap kekerasan sebagai hal yang biasa harus dihentikan.

Advertisement

“Jangan melakukan pembiaran, jangan normalisasi,” ujar Esti.

Selain pengawasan, Esti menilai edukasi mengenai perundungan, kekerasan, serta konsekuensi hukum perlu diperkuat di lingkungan sekolah. Anak perlu diberikan pemahaman sejak dini mengenai batas-batas perilaku yang tidak dapat dibenarkan dan dampaknya terhadap orang lain.

“Memberikan informasi, memberikan pemahaman di ruang-ruang kelas itu penting. Bahwa ini tidak boleh, ini tidak boleh, ini akan melanggar hukum,” katanya.

Terkait anak yang berhadapan dengan hukum, Esti menegaskan penanganannya tetap harus mengacu pada ketentuan peraturan perundang-undangan mengenai pelindungan anak. Namun, apabila terbukti terjadi tindakan kekerasan yang mengakibatkan hilangnya nyawa seseorang, ia meminta proses hukum tetap dilakukan secara serius dengan memperhatikan mekanisme khusus bagi anak.

“Walaupun dia anak, tapi dia sudah melakukan perbuatan yang sampai membuat nyawa seseorang hilang. Maka tetap saja harus diberikan efek jera dengan pemberlakuan secara hukum yang benar, termasuk pembinaan,” ujarnya.

Advertisement

Menurut Esti, pembinaan khusus menjadi bagian penting dalam penanganan anak yang berhadapan dengan hukum. Selain memberikan konsekuensi atas perbuatannya, pembinaan diharapkan dapat mencegah anak mengulangi tindakan serupa di kemudian hari.

“Ini sudah sesuatu yang sangat berat, maka perlu ada pembinaan khusus,” kata Esti.

Kasus meninggalnya Aqib masih dalam penanganan aparat penegak hukum. Polisi telah meminta keterangan sejumlah saksi dan melakukan autopsi terhadap korban untuk mendalami dugaan kekerasan sekaligus memastikan penyebab kematiannya.

Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Titiek Soeharto Apresiasi Capaian Stok Bulog dan Pastikan Kualitas Beras di Ambon Terjaga Titiek Soeharto Apresiasi Capaian Stok Bulog dan Pastikan Kualitas Beras di Ambon Terjaga
Politik1 minggu ago

Titiek Soeharto Apresiasi Capaian Stok Bulog dan Pastikan Kualitas Beras di Ambon Terjaga

Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Soeharto memastikan ketersediaan dan kualitas stok beras di Provinsi Maluku dalam kondisi aman....

Andre Rosiade Dorong Penguatan Ekosistem Industri Batam Andre Rosiade Dorong Penguatan Ekosistem Industri Batam
Politik1 minggu ago

Andre Rosiade Dorong Penguatan Ekosistem Industri Kota Batam

Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade mendorong penguatan ekosistem industri di Kota Batam melalui kepastian perizinan, keandalan pasokan...

Komisi XII Ingatkan Kesiapan Listrik Seiring Ekspansi Pariwisata di Bali Komisi XII Ingatkan Kesiapan Listrik Seiring Ekspansi Pariwisata di Bali
Politik1 minggu ago

Melchias Markus Mekeng Dorong Bali Percepat Pengembangan Energi Terbarukan

Ketua Komisi XII DPR RI Melchias Markus Mekeng mengingatkan PT PLN (Persero) agar mengantisipasi kebutuhan listrik Bali dalam jangka panjang...

Komisi XII Dorong Percepatan Pemanfaatan Gas Natuna untuk Batam Komisi XII Dorong Percepatan Pemanfaatan Gas Natuna untuk Batam
Politik1 minggu ago

Jalal Abdul Nasir Dorong Percepatan Pemanfaatan Gas Natuna untuk Batam

Komisi XII DPR RI mendorong percepatan commissioning tahap kedua pipa gas West Natuna Transportation System (WNTS)-Pemping agar pemanfaatan gas Natuna...

Beniyanto Dorong Perluasan SPKLU untuk Percepat Transisi Energi Beniyanto Dorong Perluasan SPKLU untuk Percepat Transisi Energi
Politik1 minggu ago

Percepat Transisi Energi, Beniyanto Dorong Perluasan SPKLU

Anggota Komisi XII DPR RI Beniyanto mendorong PT PLN (Persero) memperluas pembangunan stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) hingga ke...

Anis Byarwati Soroti Tingginya Pencabutan Izin BPR dan BPRS di Jawa Barat Anis Byarwati Soroti Tingginya Pencabutan Izin BPR dan BPRS di Jawa Barat
Politik1 minggu ago

Anis Byarwati Soroti 48 BPR dan BPRS di Jawa Barat Dicabut Izin Usahanya

Anggota Komisi XI DPR RI Anis Byarwati menyoroti tingginya jumlah Bank Perekonomian Rakyat (BPR) dan Bank Perekonomian Rakyat Syariah (BPRS)...

Wahyu Sanjaya Tekankan Literasi Penjaminan Simpanan bagi Nasabah Wahyu Sanjaya Tekankan Literasi Penjaminan Simpanan bagi Nasabah
Politik1 minggu ago

Wahyu Sanjaya Tekankan PentingnyaLiterasi Penjaminan Simpanan bagi Nasabah

Anggota Komisi XI DPR RI Wahyu Sanjaya menekankan pentingnya peningkatan literasi masyarakat mengenai ketentuan penjaminan simpanan oleh Lembaga Penjamin Simpanan...

Beniyanto Minta PLN Perluas SPKLU hingga Daerah untuk Dukung Kendaraan Listrik Beniyanto Minta PLN Perluas SPKLU hingga Daerah untuk Dukung Kendaraan Listrik
Politik1 minggu ago

Beniyanto Minta PLN Perluas SPKLU hingga Daerah

PT PLN (Persero) perlu memperluas pembangunan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) hingga ke daerah-daerah kecil. Pemerataan infrastruktur pengisian daya...

Marinus Gea Pertanyakan Akurasi Data TKA di Sumsel Marinus Gea Pertanyakan Akurasi Data TKA di Sumsel
Politik1 minggu ago

Marinus Gea Pertanyakan Kesesuaian Data TKA di Sumsel

Anggota Komisi XIII DPR RI Marinus Gea mempertanyakan kesesuaian data tenaga kerja asing (TKA) dengan kondisi di lapangan di tengah...

Komisi VI DPR Dorong Integrasi Pelabuhan untuk Tekan Disparitas Harga di Kepulauan Riau Komisi VI DPR Dorong Integrasi Pelabuhan untuk Tekan Disparitas Harga di Kepulauan Riau
Politik1 minggu ago

Nurdin Halid Dorong Integrasi Pelabuhan untuk Tekan Disparitas Harga di Kepulauan Riau

Komisi VI DPR RI mendorong integrasi pelabuhan, transportasi, pergudangan, dan pusat distribusi untuk menekan biaya logistik serta disparitas harga barang...