Connect with us

Politik

Mardani Ali Sera Dorong Demokrasi Beri Ruang Lebih Besar bagi Kaum Muda dan Perempuan

Published

on

Di Forum IPU, Mardani Dorong Demokrasi Beri Ruang Lebih Besar bagi Kaum Muda dan Perempuan

Anggota DPR RI Mardani Ali Sera, yang juga menjabat sebagai Anggota Executive Committee Inter-Parliamentary Union (IPU) mewakili Grup Asia-Pasifik, aktif menyampaikan berbagai pandangan strategis dalam rangkaian 152nd IPU Assembly and Related Meetings di Arusha, Tanzania, pada 5–9 Oktober 2026.

Dalam forum tersebut, Mardani menyoroti sejumlah isu penting mulai dari rendahnya keterwakilan generasi muda dalam parlemen, penguatan kesetaraan gender, perlindungan terhadap pelecehan anggota parlemen perempuan, diseminasi praktik-praktik baik antarparlemen, hingga efektivitas tata kelola organisasi IPU.

Dalam pembahasan berbagai laporan kegiatan IPU, Politisi Fraksi PKS itu mengingatkan bahwa tantangan demokrasi masa depan tidak hanya terkait kesetaraan gender, tetapi juga menyangkut keterwakilan generasi muda di parlemen. Ia mengungkapkan bahwa Indonesia akan menghadapi Pemilu 2029 dengan komposisi pemilih muda yang sangat dominan, namun belum diikuti oleh keterwakilan politik yang memadai.

“Pada Pemilu 2029 nanti, sekitar 58 persen pemilih di Indonesia adalah generasi muda. Namun keterwakilan anak muda di parlemen masih sangat rendah, sebagaimana terjadi di banyak negara lain. Kita perlu diskusi yang lebih serius dan mendalam mengenai cara meningkatkan partisipasi generasi muda dalam lembaga legislatif,” ungkap wakil rakyat dari Dapil Jakarta Timur itu dalam keterangan tertulis kepada Parlementaria, di Jakarta, Kamis (7/10/2026).

Menurut Mardani, isu ini semakin mendesak mengingat generasi muda saat ini menghadapi berbagai tantangan baru, mulai dari penurunan kualitas pendidikan pascapandemi hingga dampak disrupsi media sosial terhadap pola pikir dan perilaku generasi muda. Ia juga menekankan bahwa generasi muda merupakan kelompok yang paling peduli terhadap isu perubahan iklim karena merekalah yang akan menghadapi konsekuensi terbesar di masa depan.

Advertisement

“Kaum muda merupakan kelompok yang paling menaruh perhatian terhadap perubahan iklim. Mereka yang akan menghadapi tantangan masa depan. Karena itu, IPU perlu mendorong untuk memberi ruang yang lebih besar bagi suara generasi muda dalam proses pengambilan keputusan,” lanjut anggota Komisi II DPR itu.

Dalam dialog bersama Sekretaris Jenderal IPU, Mardani mendorong agar berbagai inovasi kebijakan dari negara anggota dapat didiseminasikan secara lebih sistematis kepada seluruh anggota IPU. Ia secara khusus menyoroti pengalaman Australia yang menetapkan batas usia minimum penggunaan media sosial sebagai contoh kebijakan yang layak dipelajari negara lain.

“Apakah IPU memiliki mekanisme untuk menyebarluaskan praktik-praktik baik seperti yang dilakukan Australia? Banyak parlemen menghadapi tantangan yang sama terkait dampak negatif media sosial terhadap generasi muda. Pengalaman seperti ini penting untuk dipelajari bersama,” ujar Mardani.

Menurut Mardani, salah satu kekuatan terbesar IPU adalah kemampuannya menjadi pusat pertukaran gagasan dan inovasi kebijakan antarparlemen dunia.

Sementara itu saat menghadiri pertemuan Gender Partnership Group IPU, Mardani aktif menyuarakan pentingnya pendekatan yang lebih komprehensif dalam memperjuangkan kesetaraan gender. Ia menilai bahwa keberhasilan tidak boleh hanya diukur dari peningkatan jumlah perempuan di parlemen, tetapi juga dari semakin besarnya ruang kepemimpinan yang diberikan kepada perempuan.

Advertisement

Menanggapi perkembangan representasi perempuan di berbagai parlemen dunia, Mardani mengusulkan kampanye global yang menampilkan keberhasilan para pimpinan parlemen perempuan sebagai inspirasi bagi masyarakat internasional.

“Kuantitas dan kualitas harus berjalan bersama. Kita perlu memperlihatkan kepada dunia berbagai keberhasilan perempuan yang memimpin parlemen agar semakin banyak masyarakat yang melihat bahwa perempuan memiliki kapasitas yang sama untuk memimpin,” ungkap Mardani.

Ia mencontohkan sejumlah figur perempuan yang memegang posisi penting dalam parlemen, termasuk Ketua DPR RI Puan Maharani, Ketua Parlemen Azerbaijan Sahiba Gafarova, serta Presiden IPU saat ini.

“Kita tidak hanya membutuhkan peningkatan jumlah perempuan di parlemen, tetapi juga memastikan mereka memperoleh kesempatan yang setara untuk menduduki posisi-posisi strategis dalam kepemimpinan,” sambung dia.

Dalam pembahasan implementasi kebijakan anti-pelecehan IPU, Mardani menegaskan bahwa keberhasilan kebijakan tidak cukup hanya melalui regulasi dan pedoman teknis. Menurutnya, upaya pencegahan pelecehan harus didukung perubahan budaya dan pola pikir masyarakat secara menyeluruh.

Advertisement

“Membuat aturan itu penting. Namun yang lebih penting adalah bagaimana nilai kesetaraan tersebut diinternalisasikan oleh masyarakat. Karena itu perlu kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk komunitas keagamaan, organisasi masyarakat, dan para influencer,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa penghapusan pelecehan dan diskriminasi harus dimulai dari keyakinan mendasar bahwa laki-laki dan perempuan memiliki hak, kapasitas, dan martabat yang setara.

Dalam pembahasan kepatuhan delegasi terhadap ketentuan representasi gender IPU, Mardani juga meminta penjelasan lebih lanjut mengenai pemberian sanksi terhadap sejumlah negara yang belum memenuhi ketentuan yang berlaku.

“Kita tentu mendukung tindakan afirmatif dan pengarusutamaan gender. Namun pada saat yang sama, kita juga perlu memastikan bahwa setiap delegasi diperlakukan secara adil dan memahami konteks yang mereka hadapi,” ujar dia mengingatkan.

Selain isu representasi dan kesetaraan gender, Mardani turut memberikan masukan mengenai tata kelola penyelenggaraan Sidang IPU. Ia mengusulkan agar agenda-agenda strategis, khususnya pembahasan emergency item, ditempatkan pada hari-hari awal sidang agar dapat diikuti lebih banyak anggota parlemen dari berbagai negara.

Advertisement

“Bagi kami dari Indonesia, perjalanan dapat memakan waktu dua hingga tiga hari. Mengikuti seluruh rangkaian sidang berarti meninggalkan tugas nasional selama hampir satu minggu. Karena itu, agenda-agenda penting sebaiknya ditempatkan pada awal pertemuan agar partisipasi anggota lebih optimal,” usul dia.

Dalam kesempatan lain, Mardani juga menyampaikan apresiasi terhadap upaya IPU dalam memberikan penghargaan kepada anggota parlemen yang menghadirkan dampak positif bagi masyarakat melalui Cremer-Passy Prize. Namun demikian, ia mengusulkan agar mekanisme penghargaan dibuat lebih fleksibel apabila pemenang utama berhalangan hadir.

“Sering kali perbedaan antara peringkat pertama, kedua, dan ketiga sangat tipis. Mereka semua merupakan anggota parlemen yang luar biasa. Karena itu, perlu dipertimbangkan mekanisme yang lebih fleksibel agar penghargaan tetap dapat diberikan dan semangat apresiasinya tidak hilang,” kata dia menekankan.

Pada sisi lain Mardani menegaskan bahwa demokrasi yang sehat memerlukan representasi yang lebih luas, kesempatan yang lebih setara, serta komitmen kolektif untuk mempersiapkan generasi masa depan.

“Demokrasi yang sehat tidak hanya membutuhkan lebih banyak representasi, tetapi juga membutuhkan kesempatan yang setara, penghormatan terhadap martabat manusia, dan keberanian untuk mempersiapkan masa depan yang lebih baik bagi generasi berikutnya,” pungkas Mardani Ali Sera.

Advertisement
Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kasus Pesta Narkoba di Rutan Depok, Komisi XIII Soroti Integritas Petugas Kasus Pesta Narkoba di Rutan Depok, Komisi XIII Soroti Integritas Petugas
Politik22 jam ago

Kasus Pesta Narkoba di Rutan Depok, Andreas Hugo Pareira Soroti Integritas Petugas

Komisi XIII DPR RI mendorong pembenahan menyeluruh terhadap sistem pemasyarakatan menyusul terungkapnya kasus pesta narkoba yang melibatkan narapidana di Rumah...

Dokumentasi Sejarah Penting Perkuat Hak Masyarakat Adat Dokumentasi Sejarah Penting Perkuat Hak Masyarakat Adat
Politik22 jam ago

Andi Yuliani Paris: Dokumentasi Sejarah Penting Perkuat Hak Masyarakat Adat

Anggota Badan Legislasi (Baleg) DPR RI Andi Yuliani Paris menyoroti pentingnya pendokumentasian sejarah, nilai luhur, dan kearifan lokal masyarakat adat...

Perlancar Proses Penyusunan, Delapan Fraksi Setujui Bahtra Jadi Ketua Panja RUU Pemilu Perlancar Proses Penyusunan, Delapan Fraksi Setujui Bahtra Jadi Ketua Panja RUU Pemilu
Politik22 jam ago

Bahtra Banong Jadi Ketua Panja RUU Pemilu

Komisi II DPR RI resmi membentuk Panitia Kerja (Panja) Penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Pemilihan Umum (Pemilu) sekaligus menetapkan Bahtra...

Usut Tuntas Dugaan Praktik Judol di Rumah Dinas TNI, Periksa Secara Transparan! Usut Tuntas Dugaan Praktik Judol di Rumah Dinas TNI, Periksa Secara Transparan!
Politik22 jam ago

Usut Tuntas Dugaan Praktik Judol di Rumah Dinas TNI, Sukamta: Periksa Secara Transparan!

Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Sukamta, mendesak pengusutan menyeluruh terhadap kasus dugaan praktik judi online (judol) yang berlangsung di...

Setjen DPR Perkuat Standardisasi Penyusunan Risalah Persidangan lewat Sosialisasi Pedoman Teknis Setjen DPR Perkuat Standardisasi Penyusunan Risalah Persidangan lewat Sosialisasi Pedoman Teknis
Politik22 jam ago

Setjen DPR RI Perkuat Standardisasi Penyusunan Risalah Persidangan lewat Sosialisasi Pedoman Teknis

Sekretariat Jenderal (Setjen) DPR RI mendorong penguatan profesionalisme dan keseragaman standar teknis dalam penyusunan risalah rapat maupun persidangan di lingkungan...

Puan Hadiri Pemilihan Ketua Parlemen Dunia, Disambut Hangat Delegasi Negara Lain Puan Hadiri Pemilihan Ketua Parlemen Dunia, Disambut Hangat Delegasi Negara Lain
Politik22 jam ago

Puan Maharani Hadiri Pemilihan Ketua Parlemen Dunia, Disambut Hangat Delegasi Negara Lain

Ketua DPR RI Puan Maharani menghadiri Sidang Umum Inter-Parliamentary Union (IPU) ke-153 di Arusha, Tanzania. Selain sidang tahunan, forum parlemen...

Di Forum Parlemen Dunia, Irine Dorong Penguatan Keamanan Maritim Global Di Forum Parlemen Dunia, Irine Dorong Penguatan Keamanan Maritim Global
Politik1 hari ago

Di Forum Parlemen Dunia, Irine Yusiana Roba Putri Dorong Penguatan Keamanan Maritim Global

Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI Irine Yusiana Roba Putri mendorong penguatan keamanan maritim untuk menghadapi...

Yanuar Arif Wibowo: Biaya Visum dan Perawatan Korban TPKS Ditanggung Negara Yanuar Arif Wibowo: Biaya Visum dan Perawatan Korban TPKS Ditanggung Negara
Politik1 hari ago

Yanuar Arif Wibowo: Biaya Visum dan Perawatan Korban TPKS Ditanggung Negara

Anggota Komisi XIII DPR RI Yanuar Arif Wibowo meminta Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) mempercepat kerja sama dengan Kementerian...

BAKN Dorong Penguatan Bulog sebagai Penyangga Pangan Nasional BAKN Dorong Penguatan Bulog sebagai Penyangga Pangan Nasional
Politik1 hari ago

BAKN DPR RI Dorong Penguatan Bulog sebagai Penyangga Pangan Nasional

Badan Akuntabilitas Keuangan Negara (BAKN) DPR RI mendorong penguatan Perum Bulog sebagai penyangga pangan nasional untuk menjaga ketersediaan dan pemerataan...

Bambang Patijaya Dukung Moratorium Smelter Nikel Setengah Jadi Bambang Patijaya Dukung Moratorium Smelter Nikel Setengah Jadi
Politik1 hari ago

Bambang Patijaya Dukung Wacana Moratorium Smelter Nikel Setengah Jadi

Anggota Komisi XII DPR RI Bambang Patijaya mendukung wacana moratorium pembangunan smelter nikel yang menghasilkan produk setengah jadi. Menurutnya, kapasitas...