Politik
Abdul Wachid Dorong Insentif Guru Agama Naik dan Sertifikasi Halal UMKM Gratis
Published
2 jam agoon
Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Abdul Wachid, menyoroti sejumlah persoalan yang menjadi aspirasi masyarakat di Jawa Tengah, mulai dari kesejahteraan guru agama non-ASN, pelaksanaan sertifikasi halal bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), hingga kebencanaan dan penyelenggaraan ibadah haji.
Abdul Wachid mengatakan, berbagai persoalan tersebut mengemuka dalam Kunjungan Kerja Reses Komisi VIII DPR RI di Semarang, Jawa Tengah, Jumat (9/10/2026). Kunjungan tersebut menjadi sarana menyerap aspirasi masyarakat sekaligus berkoordinasi dengan kementerian dan lembaga mitra, baik di tingkat pusat maupun daerah.
Ia menjelaskan, masukan yang dihimpun akan ditindaklanjuti melalui pembahasan teknis dan disampaikan kepada pimpinan untuk menjadi bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan di Komisi VIII DPR RI.
“Masukan-masukan ini akan kami bawa untuk dibahas lebih lanjut, termasuk persoalan anggaran yang nantinya bisa kami sampaikan kepada Presiden. Untuk kebutuhan anggaran yang besar, akan kami upayakan dalam pembahasan anggaran berikutnya, yakni tahun 2027–2028,” ujar Wachid.
Salah satu persoalan yang menjadi perhatian serius adalah kesejahteraan guru agama non-ASN. Menurutnya, masih banyak guru yang telah mengabdi selama puluhan tahun, tetapi hanya menerima insentif sekitar Rp250 ribu hingga Rp300 ribu.
Legislator Fraksi Partai Gerindra itu menilai kondisi tersebut perlu segera dicarikan solusi sebagai bentuk penghargaan terhadap pengabdian guru agama yang berperan penting dalam pendidikan dan pembentukan karakter masyarakat.
“Terus terang, mereka sudah mengabdi dan mengajar puluhan tahun, tetapi selama ini hanya mendapatkan insentif Rp250 ribu sampai Rp300 ribu. Ini menjadi persoalan yang perlu kita selesaikan dalam waktu cepat,” tegasnya.
Selain kesejahteraan guru, Wachid menyoroti pelaksanaan kebijakan sertifikasi halal yang perlu dipersiapkan secara matang agar tidak membebani pelaku UMKM. Ia menekankan pentingnya sosialisasi dan pendampingan sebelum ketentuan diterapkan secara menyeluruh.
Menurutnya, pelaku UMKM harus mendapatkan pemahaman yang memadai mengenai kewajiban sertifikasi halal, prosedur pengurusan, serta konsekuensi hukum jika ketentuan tersebut tidak dipenuhi. Tanpa persiapan yang baik, kebijakan tersebut dikhawatirkan menyulitkan usaha kecil yang menjadi penopang ekonomi masyarakat.
Wachid menyebutkan, berdasarkan data yang disampaikan dalam pembahasan tersebut, baru sekitar 19 persen UMKM yang memiliki sertifikat halal. Karena itu, ia meminta pemerintah mempertimbangkan kesiapan pelaku usaha sebelum menerapkan aturan secara ketat.
“Kalau undang-undang ini tidak dijalankan, tentu ada konsekuensi penegakan hukumnya. Namun, kita juga harus berhati-hati, terutama terhadap UMKM. Jangan sampai mereka sudah berjualan, kemudian didatangi aparat penegak hukum karena belum memiliki sertifikat halal, lalu diminta menutup usahanya,” katanya.
Ia menambahkan, Komisi VIII DPR RI akan mendiskusikan persoalan tersebut dengan Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) dan pihak terkait guna mencari pola implementasi yang tepat. Menurutnya, pengawasan terhadap produk impor perlu diperkuat, sementara penerapan kewajiban bagi UMKM harus mempertimbangkan kemampuan dan kesiapan mereka.
Dari sisi pembiayaan, Wachid menilai biaya sertifikasi halal yang mencapai Rp5 juta hingga Rp10 juta berpotensi memberatkan sebagian pelaku usaha kecil, terutama usaha kuliner sederhana. Oleh karena itu, ia mendorong pemerintah mengalokasikan anggaran melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) agar UMKM dapat memperoleh sertifikat halal secara gratis.
“Kalau bisa, saya akan berusaha menyampaikan kepada pemerintah dan Presiden agar ada anggaran APBN untuk memberikan sertifikat halal secara gratis. Dengan begitu, masyarakat tidak perlu terbebani biaya untuk mendapatkan sertifikat halal,” ucapnya.
Wachid menegaskan, seluruh aspirasi yang dihimpun dalam kunjungan kerja reses tersebut akan menjadi bahan pembahasan lebih lanjut bersama kementerian dan lembaga mitra Komisi VIII DPR RI. Ia berharap berbagai masukan masyarakat dapat ditindaklanjuti melalui kebijakan dan dukungan anggaran yang tepat sasaran, khususnya untuk meningkatkan kesejahteraan guru agama, melindungi UMKM, serta memperkuat pelayanan kepada masyarakat.
You may like
Novita Wijayanti: Infrastruktur Air dan Pengelolaan Sampah Penting bagi Masa Depan Labuan Bajo
Ade Rezki Tekankan K3 Tanpa Diskriminasi, Pekerja Lokal dan Asing Wajib Terlindungi
Titik Api Masih di Atas 1.500, M. Husni Dorong Percepatan Penanganan Karhutla Sumsel
Atasi Kekurangan Dokter di Sulteng, Putih Sari Usulkan Penguatan Program Beasiswa Spesialis
Ade Rezki Dorong Revitalisasi RSUD di Sulteng, Cek Kesehatan Gratis Perlu Dipercepat
Bambang Haryo: Konektivitas Industri Harus Buka Peluang Lebih Besar bagi UMKM
Putih Sari Soroti Ketimpangan Tenaga Kesehatan, Minta Layanan hingga Pelosok Diperkuat
Khilmi Ingatkan Risiko Investasi Data Center, Jangan Sampai Negara Merugi
Wamenhan Tinjau Area Gudang Utara Kodam III/Siliwangi
Dedi Mulyadi Tak Bisa Maju Capres 2029 dari Gerindra, Tiket Sudah Diberikan kepada Prabowo?
Turn Back Hoax: [SALAH] Gambar Detik.com Ganjar Menonton Video Bokep
Sosok Airlangga Masih Dibutuhkan Golkar
Dunia Butuh Generasi Muda Bahagia, Tangguh dan Sehat Jiwa
Sastra bisa Jadi Ruang Merawat Akal Sehat dan Kewarasan
Opini Newsmax, Prabowo dan Peluang Kemakmuran untuk Indonesia
Kalender November 2025: Tanggal Merah, Hari Besar, Weton Jawa dan Hijriah

Titiek Soeharto Apresiasi Capaian Stok Bulog dan Pastikan Kualitas Beras di Ambon Terjaga
Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Soeharto memastikan ketersediaan dan kualitas stok beras di Provinsi Maluku dalam kondisi aman....
Andre Rosiade Dorong Penguatan Ekosistem Industri Kota Batam
Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade mendorong penguatan ekosistem industri di Kota Batam melalui kepastian perizinan, keandalan pasokan...
Melchias Markus Mekeng Dorong Bali Percepat Pengembangan Energi Terbarukan
Ketua Komisi XII DPR RI Melchias Markus Mekeng mengingatkan PT PLN (Persero) agar mengantisipasi kebutuhan listrik Bali dalam jangka panjang...
Jalal Abdul Nasir Dorong Percepatan Pemanfaatan Gas Natuna untuk Batam
Komisi XII DPR RI mendorong percepatan commissioning tahap kedua pipa gas West Natuna Transportation System (WNTS)-Pemping agar pemanfaatan gas Natuna...
Percepat Transisi Energi, Beniyanto Dorong Perluasan SPKLU
Anggota Komisi XII DPR RI Beniyanto mendorong PT PLN (Persero) memperluas pembangunan stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) hingga ke...
Anis Byarwati Soroti 48 BPR dan BPRS di Jawa Barat Dicabut Izin Usahanya
Anggota Komisi XI DPR RI Anis Byarwati menyoroti tingginya jumlah Bank Perekonomian Rakyat (BPR) dan Bank Perekonomian Rakyat Syariah (BPRS)...
Wahyu Sanjaya Tekankan PentingnyaLiterasi Penjaminan Simpanan bagi Nasabah
Anggota Komisi XI DPR RI Wahyu Sanjaya menekankan pentingnya peningkatan literasi masyarakat mengenai ketentuan penjaminan simpanan oleh Lembaga Penjamin Simpanan...
Beniyanto Minta PLN Perluas SPKLU hingga Daerah
PT PLN (Persero) perlu memperluas pembangunan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) hingga ke daerah-daerah kecil. Pemerataan infrastruktur pengisian daya...
Marinus Gea Pertanyakan Kesesuaian Data TKA di Sumsel
Anggota Komisi XIII DPR RI Marinus Gea mempertanyakan kesesuaian data tenaga kerja asing (TKA) dengan kondisi di lapangan di tengah...
Nurdin Halid Dorong Integrasi Pelabuhan untuk Tekan Disparitas Harga di Kepulauan Riau
Komisi VI DPR RI mendorong integrasi pelabuhan, transportasi, pergudangan, dan pusat distribusi untuk menekan biaya logistik serta disparitas harga barang...

