Connect with us

Nasional

CIVICUS Soroti Kemunduran Kebebasan Sipil Selama Dua Tahun Pemerintahan Prabowo

Published

on

Aliansi masyarakat sipil global CIVICUS mendesak Presiden Prabowo Subianto menghentikan tindakan yang dinilai mengancam kebebasan sipil serta memenuhi kewajiban Indonesia dalam perlindungan hak asasi manusia (HAM).

Dalam laporan singkat yang diterbitkan pada 19 Oktober 2026, CIVICUS menyoroti kemunduran ruang sipil di Indonesia selama dua tahun pemerintahan Prabowo, yang dimulai pada 20 Oktober 2024.

Laporan tersebut mendokumentasikan berbagai dugaan pelanggaran terhadap pembela HAM, mulai dari pengawasan, intimidasi, kriminalisasi, penuntutan hukum, hingga serangan fisik.

CIVICUS mencontohkan kriminalisasi dan penahanan delapan aktivis setelah gelombang demonstrasi pada Agustus 2025. Selain itu, serangan air keras terhadap aktivis Andrie Yunus pada Maret 2026 disebut menggambarkan risiko yang dihadapi mereka yang memperjuangkan hak asasi manusia.

Organisasi tersebut juga menyoroti dugaan kampanye disinformasi terkoordinasi yang melabeli para pengkritik pemerintah sebagai agen asing. Menurut CIVICUS, praktik semacam itu dapat menimbulkan efek gentar atau chilling effect terhadap kebebasan berpendapat.

Advertisement

Selain itu, sejumlah pengkritik pemerintah di ruang digital dilaporkan menghadapi tindakan hukum setelah menyoroti dugaan korupsi dan kegagalan kebijakan. Pemutaran film dokumenter yang mengangkat isu eksploitasi lingkungan juga disebut mengalami gangguan berulang.

Peneliti CIVICUS untuk wilayah Asia, Josef Benedict, mengatakan pemerintahan Prabowo telah menggunakan berbagai cara untuk membatasi perbedaan pendapat.

“Sejak berkuasa, pemerintahan Prabowo telah menggunakan berbagai taktik untuk membungkam perbedaan pendapat; para pembela hak asasi manusia menghadapi pengawasan, pelecehan, penangkapan, penuntutan hukum, bahkan serangan fisik. Serangan terhadap kebebasan sipil ini sama sekali tidak dapat diterima bagi negara yang saat ini memegang presidensi Dewan Hak Asasi Manusia PBB, dan hal ini harus diakhiri. Sebaliknya, pemerintah harus mengambil langkah-langkah untuk melindungi pembela hak asasi manusia, membiarkan mereka bekerja tanpa rasa takut, intervensi, atau pembalasan, serta mengakhiri iklim impunitas,” ujar Benedict.

CIVICUS juga menyampaikan keprihatinan atas penanganan aksi demonstrasi selama dua tahun terakhir, terutama unjuk rasa menentang korupsi serta sejumlah undang-undang dan kebijakan pemerintah.

Menurut laporan tersebut, ratusan demonstran, termasuk anak-anak, menghadapi penggunaan kekuatan yang dinilai berlebihan dan penangkapan sewenang-wenang. Dalam sejumlah kasus, militer dikerahkan untuk menangani demonstrasi, yang disebut CIVICUS bertentangan dengan standar internasional.

Advertisement

Laporan itu juga menyebut belum ada aparat keamanan yang dimintai pertanggungjawaban atas pelanggaran yang disoroti dalam konteks penanganan aksi tersebut.

Di Papua, CIVICUS menilai pemerintah belum menyelesaikan persoalan diskriminasi, eksploitasi, dan penindasan yang berlangsung di wilayah tersebut.

Organisasi itu menyoroti laporan mengenai dugaan pembunuhan di luar proses hukum, penyiksaan, dan penangkapan sewenang-wenang terhadap aktivis oleh aparat keamanan dengan alasan pemberantasan separatisme. Pembatasan akses ke Papua bagi organisasi masyarakat sipil dan pemantau internasional juga menjadi perhatian.

Sementara itu, jurnalis disebut masih menghadapi ancaman terkait pekerjaan mereka. Sejumlah jurnalis dilaporkan mengalami intimidasi, penangkapan, atau serangan ketika meliput demonstrasi.

Benedict mendesak pemerintah menghormati hak masyarakat untuk menyampaikan pendapat melalui demonstrasi dan memastikan setiap pelanggaran ditindaklanjuti.

Advertisement

“Pihak berwenang harus menghormati hak untuk berunjuk rasa dan memastikan bahwa ketika terjadi pelanggaran selama unjuk rasa, para pelakunya dimintai pertanggungjawaban. Pemerintah juga harus mengambil langkah nyata untuk mengakhiri pelanggaran berat di Papua serta menjamin akses yang bebas dan tanpa hambatan ke wilayah tersebut bagi kelompok hak asasi manusia internasional, PBB, dan pemantau independent internasional lainnya. Jurnalis juga harus diizinkan meliput secara bebas tanpa rasa takut akan pembalasan,” tambah Benedict.

Selain persoalan penegakan HAM, laporan CIVICUS turut menyoroti pengesahan dan pengajuan sejumlah undang-undang selama dua tahun terakhir yang dinilai berpotensi memperluas kewenangan negara dan melemahkan perlindungan hak asasi manusia.

Peraturan yang disoroti mencakup revisi Undang-Undang Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP), dan Undang-Undang Kepolisian.

CIVICUS menilai proses pembentukan sejumlah regulasi tersebut tidak disertai konsultasi publik yang memadai.

Organisasi itu mendesak pemerintah mengambil langkah konkret untuk melindungi kebebasan sipil, menjamin keselamatan pembela HAM dan jurnalis, serta memastikan pelanggaran hak asasi manusia ditangani secara transparan dan akuntabel.

Advertisement

CIVICUS Monitor merupakan inisiatif yang melibatkan lebih dari 20 organisasi untuk memantau kondisi ruang sipil di berbagai negara. Pemantauan tersebut mencakup 198 negara dan wilayah dengan menggunakan kategori tertutup (closed), tertindas (repressed), terhambat (obstructed), menyempit (narrowed), dan terbuka (open).

Penilaian dilakukan berdasarkan metodologi yang menggabungkan sejumlah sumber data mengenai kebebasan berserikat, berkumpul secara damai, dan berekspresi.

Dalam pemantauan tersebut, ruang sipil Indonesia dikategorikan sebagai terhambat (obstructed).

Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Titiek Soeharto Apresiasi Capaian Stok Bulog dan Pastikan Kualitas Beras di Ambon Terjaga Titiek Soeharto Apresiasi Capaian Stok Bulog dan Pastikan Kualitas Beras di Ambon Terjaga
Politik1 minggu ago

Titiek Soeharto Apresiasi Capaian Stok Bulog dan Pastikan Kualitas Beras di Ambon Terjaga

Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Soeharto memastikan ketersediaan dan kualitas stok beras di Provinsi Maluku dalam kondisi aman....

Andre Rosiade Dorong Penguatan Ekosistem Industri Batam Andre Rosiade Dorong Penguatan Ekosistem Industri Batam
Politik1 minggu ago

Andre Rosiade Dorong Penguatan Ekosistem Industri Kota Batam

Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade mendorong penguatan ekosistem industri di Kota Batam melalui kepastian perizinan, keandalan pasokan...

Komisi XII Ingatkan Kesiapan Listrik Seiring Ekspansi Pariwisata di Bali Komisi XII Ingatkan Kesiapan Listrik Seiring Ekspansi Pariwisata di Bali
Politik1 minggu ago

Melchias Markus Mekeng Dorong Bali Percepat Pengembangan Energi Terbarukan

Ketua Komisi XII DPR RI Melchias Markus Mekeng mengingatkan PT PLN (Persero) agar mengantisipasi kebutuhan listrik Bali dalam jangka panjang...

Komisi XII Dorong Percepatan Pemanfaatan Gas Natuna untuk Batam Komisi XII Dorong Percepatan Pemanfaatan Gas Natuna untuk Batam
Politik1 minggu ago

Jalal Abdul Nasir Dorong Percepatan Pemanfaatan Gas Natuna untuk Batam

Komisi XII DPR RI mendorong percepatan commissioning tahap kedua pipa gas West Natuna Transportation System (WNTS)-Pemping agar pemanfaatan gas Natuna...

Beniyanto Dorong Perluasan SPKLU untuk Percepat Transisi Energi Beniyanto Dorong Perluasan SPKLU untuk Percepat Transisi Energi
Politik1 minggu ago

Percepat Transisi Energi, Beniyanto Dorong Perluasan SPKLU

Anggota Komisi XII DPR RI Beniyanto mendorong PT PLN (Persero) memperluas pembangunan stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) hingga ke...

Anis Byarwati Soroti Tingginya Pencabutan Izin BPR dan BPRS di Jawa Barat Anis Byarwati Soroti Tingginya Pencabutan Izin BPR dan BPRS di Jawa Barat
Politik1 minggu ago

Anis Byarwati Soroti 48 BPR dan BPRS di Jawa Barat Dicabut Izin Usahanya

Anggota Komisi XI DPR RI Anis Byarwati menyoroti tingginya jumlah Bank Perekonomian Rakyat (BPR) dan Bank Perekonomian Rakyat Syariah (BPRS)...

Wahyu Sanjaya Tekankan Literasi Penjaminan Simpanan bagi Nasabah Wahyu Sanjaya Tekankan Literasi Penjaminan Simpanan bagi Nasabah
Politik1 minggu ago

Wahyu Sanjaya Tekankan PentingnyaLiterasi Penjaminan Simpanan bagi Nasabah

Anggota Komisi XI DPR RI Wahyu Sanjaya menekankan pentingnya peningkatan literasi masyarakat mengenai ketentuan penjaminan simpanan oleh Lembaga Penjamin Simpanan...

Beniyanto Minta PLN Perluas SPKLU hingga Daerah untuk Dukung Kendaraan Listrik Beniyanto Minta PLN Perluas SPKLU hingga Daerah untuk Dukung Kendaraan Listrik
Politik1 minggu ago

Beniyanto Minta PLN Perluas SPKLU hingga Daerah

PT PLN (Persero) perlu memperluas pembangunan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) hingga ke daerah-daerah kecil. Pemerataan infrastruktur pengisian daya...

Marinus Gea Pertanyakan Akurasi Data TKA di Sumsel Marinus Gea Pertanyakan Akurasi Data TKA di Sumsel
Politik1 minggu ago

Marinus Gea Pertanyakan Kesesuaian Data TKA di Sumsel

Anggota Komisi XIII DPR RI Marinus Gea mempertanyakan kesesuaian data tenaga kerja asing (TKA) dengan kondisi di lapangan di tengah...

Komisi VI DPR Dorong Integrasi Pelabuhan untuk Tekan Disparitas Harga di Kepulauan Riau Komisi VI DPR Dorong Integrasi Pelabuhan untuk Tekan Disparitas Harga di Kepulauan Riau
Politik1 minggu ago

Nurdin Halid Dorong Integrasi Pelabuhan untuk Tekan Disparitas Harga di Kepulauan Riau

Komisi VI DPR RI mendorong integrasi pelabuhan, transportasi, pergudangan, dan pusat distribusi untuk menekan biaya logistik serta disparitas harga barang...