Connect with us

Cek Fakta

Turn Back Hoax: [SALAH] Pasti ada yang naruh bom sama tukang gojek agar Islam pun di sudutkan di tuduh teroris

Published

on

Polri telah memastikan bahwa ledakan di Polrestabes Medan merupakan aksi bom bunuh diri yang dilakukan oleh seorang pria yang bernama Rabbial Muslim Nasution. Saat itu, Rabbial mengenakan jaket pengemudi ojol Grab. Namun, ia sudah tidak menjadi mitra Grab sejak 2018.

Selengkapnya di bagian PENJELASAN dan REFERENSI

=============================================
Kategori : Konten yang Menyesatkan
=============================================

Akun Helmi Chikal (fb.com/helmi.alhabsyi.7583) menunggah beberapa gambar dengan narasi :

“Ternyata memang benar tuduhan saya, pasti ada yg naruh bom sama tukang gojek agar islam pun di sudutkan di tuduh teroris, smoga husnul khatimah…”

Advertisement

Salah satu gambar adalah tangkapan layar sebuah pesan WhatsApp yang berisi bahwa bom yang meledak tersebut adalah pesanan pengantaran paket ke Polrestabes Medan yang diterima oleh pengemudi ojol.

Narasinya : “Afwan, info bukan bom bunuh diri akh, tapi driver gojek dapat orderan barang ke Poltabes. Qadarullah sampe sana barang yang dibawa meledak, jadi bukan driver gojek yang bunuh diri, tapi driver gojek yang jadi korban. Afwan, ana hanya meluruskan, agar tidak terjadi fitnah karena menyangkut pribadi seseorang.”

Selain gambar tangkapan layar itu, akun Helmi juga mengunggah dua foto yang diklaimnya sebagai pengemudi ojol yang menjadi korban.

Sumber : https://perma.cc/TZ29-83MC (Arsip) – Sudah dibagikan 760 kali saat tangkapan layar diambil.

=============================================

PENJELASAN

Advertisement

Tim CekFakta Tempo menelusuri arsip pemberitaan Tempo dan media arus utama lainnya untuk memeriksa klaim bahwa bom yang meledak di Polrestabes Medan merupakan paket yang dikirim dengan jasa ojol.

Menurut tayangan berita KompasTV, Polri telah memastikan bahwa ledakan di Polrestabes Medan merupakan aksi bom bunuh diri yang dilakukan oleh seorang pria yang bernama Rabbial Muslim Nasution. Rabbial beralamat di Jalan Jangka, Kelurahan Sei Putih barat, Medan Petisah, Medan.

Dalam rekaman CCTV yang dirilis oleh polisi, Rabbial yang mengenakan jaket pengemudi ojol terlihat menjauh dari kerumunan orang sebelum ia meledakkan diri di dekat deretan kendaraan polisi yang terparkir.

Kepala Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI, Soleman Ponto, mengatakan aksi Rabbial itu memang menyasar polisi. “Dia bekerja sendiri. Jadi istilahnya lonewolf. Dia sudah bisa merakit, dia merasa sudah bagus, hebat. Kemudian, selama ini, dia melihat temannya ditangkap polisi, ‘Kalau gitu saya harus menyerang mereka’,” kata Soleman dalam arsip pemberitaan Tempo pada 13 November 2019.

Pelaku bom bunuh diri lonewolf seperti Rabbial, menurut Soleman, memiliki ciri khas tertentu. “Mereka ini kan menyendiri, sangat terlihat dari bagaimana dia masuk meninggalkan kerumunan orang yang mengurus SKCK (Surat Keterangan Catatan Kepolisian) menuju ke truk,” ujarnya.

Advertisement

Usai kejadian itu, polisi menangkap istri Rabbial yang berinisial DA. DA ditangkap ketika Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror menggeledah rumah Rabbial. Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo mengatakan, dari hasil pemeriksaan, DA diduga terpapar paham radikalisme terlebih dulu sebelum sang suami.

“DA ini aktif di media sosial dan secara fisik juga rajin berkomunikasi dengan seorang narapidana teroris atas nama I yang saat ini sedang menjalani hukuman di LP (Lembaga Pemasyarakatan),” kata Dedi di Mako Brimob Polri, Kelapa Dua, Depok, pada Kamis, 14 November 2019.

DA, kata Dedi, juga rutin mengunjungi I. Bahkan, keduanya sudah berencana untuk melakukan aksi di Bali. Kendati demikian, rencana tersebut masih didalami oleh Densus 88.

Apakah pelaku adalah driver ojol?
Dikutip dari situs Detik.com, berdasarkan pengusutan Satuan Tugas (Satgas) Grab di Medan, Rabbial adalah mantan pengemudi ojol Grab. Menurut Ketua Garda Regional Sumatera Utara, Joko Pitoyo, Rabbial sudah putus mitra dengan Grab sejak 2018.

“Informasi yang kami dapat dari Satgas Grab di Medan, pelaku sudah putus mitra dari Grab sejak November 2018. Di Gojek, beliau tidak pernah terdaftar,” kata Joko pada 13 November 2019.

Advertisement

Menurut tetangga Rabbial, Maya, pria itu sehari-hari berjualan bakso bakar. Ia juga aktif dalam kegiatan keagamaan. “Dia jualan bakso bakar. Kami dengar sering ke Marelan (kecamatan di Medan). Akhir-akhir ini jarang di rumah. Dia juga aktif kegiatan keagamaan,” kata Maya kepada Tempo pada 13 November 2019.

Sementara menurut Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo, Rabbial datang ke Polrestabes Medan bukan untuk mengantar barang. Dia berujar petugas yang berjaga di pos pengamanan Polrestabes Medan sempat memeriksa Rabbial. “Petugas tanyakan apa keperluannya, pelaku mengaku akan membuat SKCK,” kata Dedi di Mabes Polri, Jakarta Selatan, pada 13 November 2019.

Saat itu, petugas juga menggeledah tas yang dibawa Rabbial, tapi hanya menemukan sebuah buku. Rabbial pun diminta melepas jaket, tapi ia malah bergeser ke arah kerumunan orang. Bom itu, kata Dedi, meledak 30-40 meter dari pos pengamanan. Saat itu, Rabbial belum sampai di tempat pembuatan SKCK.

Polisi masih mendalami jenis bom yang digunakan dalam aksi bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Terduga pelaku, Rabbial Muslim Nasution, diduga melilitkan bom itu di tubuhnya.

REFERENSI :
https://cekfakta.tempo.co/fakta/478/fakta-atau-hoaks-benarkah-bom-yang-meledak-di-medan-adalah-paket-yang-dikirim-dengan-jasa-ojol
https://www.youtube.com/watch?v=1JiVn4q6GRc
https://news.detik.com/berita/d-4783093/fakta-terkini-bom-bunuh-diri-di-mapolrestabes-medan?single=1
https://www.tempo.co/abc/4963/pelaku-bom-bunuh-diri-di-medan-disebut-tak-punya-tujuan-politik
https://nasional.tempo.co/read/1272102/istri-bomber-polrestabes-medan-komunikasi-dengan-napi-teroris
https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-4783145/pakai-atribut-ojol-pelaku-bom-bunuh-diri-di-medan-eks-driver-grab
https://nasional.tempo.co/read/1271760/bomber-polrestabes-medan-dikenal-sebagai-penjual-bakso-bakar
https://nasional.tempo.co/read/1271670/polri-pelaku-bom-di-polrestabes-medan-mengaku-ingin-bikin-skck

Advertisement

Sumber: turnbackhoax.id

Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Titiek Soeharto Apresiasi Capaian Stok Bulog dan Pastikan Kualitas Beras di Ambon Terjaga Titiek Soeharto Apresiasi Capaian Stok Bulog dan Pastikan Kualitas Beras di Ambon Terjaga
Politik1 minggu ago

Titiek Soeharto Apresiasi Capaian Stok Bulog dan Pastikan Kualitas Beras di Ambon Terjaga

Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Soeharto memastikan ketersediaan dan kualitas stok beras di Provinsi Maluku dalam kondisi aman....

Andre Rosiade Dorong Penguatan Ekosistem Industri Batam Andre Rosiade Dorong Penguatan Ekosistem Industri Batam
Politik1 minggu ago

Andre Rosiade Dorong Penguatan Ekosistem Industri Kota Batam

Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade mendorong penguatan ekosistem industri di Kota Batam melalui kepastian perizinan, keandalan pasokan...

Komisi XII Ingatkan Kesiapan Listrik Seiring Ekspansi Pariwisata di Bali Komisi XII Ingatkan Kesiapan Listrik Seiring Ekspansi Pariwisata di Bali
Politik1 minggu ago

Melchias Markus Mekeng Dorong Bali Percepat Pengembangan Energi Terbarukan

Ketua Komisi XII DPR RI Melchias Markus Mekeng mengingatkan PT PLN (Persero) agar mengantisipasi kebutuhan listrik Bali dalam jangka panjang...

Komisi XII Dorong Percepatan Pemanfaatan Gas Natuna untuk Batam Komisi XII Dorong Percepatan Pemanfaatan Gas Natuna untuk Batam
Politik1 minggu ago

Jalal Abdul Nasir Dorong Percepatan Pemanfaatan Gas Natuna untuk Batam

Komisi XII DPR RI mendorong percepatan commissioning tahap kedua pipa gas West Natuna Transportation System (WNTS)-Pemping agar pemanfaatan gas Natuna...

Beniyanto Dorong Perluasan SPKLU untuk Percepat Transisi Energi Beniyanto Dorong Perluasan SPKLU untuk Percepat Transisi Energi
Politik1 minggu ago

Percepat Transisi Energi, Beniyanto Dorong Perluasan SPKLU

Anggota Komisi XII DPR RI Beniyanto mendorong PT PLN (Persero) memperluas pembangunan stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) hingga ke...

Anis Byarwati Soroti Tingginya Pencabutan Izin BPR dan BPRS di Jawa Barat Anis Byarwati Soroti Tingginya Pencabutan Izin BPR dan BPRS di Jawa Barat
Politik1 minggu ago

Anis Byarwati Soroti 48 BPR dan BPRS di Jawa Barat Dicabut Izin Usahanya

Anggota Komisi XI DPR RI Anis Byarwati menyoroti tingginya jumlah Bank Perekonomian Rakyat (BPR) dan Bank Perekonomian Rakyat Syariah (BPRS)...

Wahyu Sanjaya Tekankan Literasi Penjaminan Simpanan bagi Nasabah Wahyu Sanjaya Tekankan Literasi Penjaminan Simpanan bagi Nasabah
Politik1 minggu ago

Wahyu Sanjaya Tekankan PentingnyaLiterasi Penjaminan Simpanan bagi Nasabah

Anggota Komisi XI DPR RI Wahyu Sanjaya menekankan pentingnya peningkatan literasi masyarakat mengenai ketentuan penjaminan simpanan oleh Lembaga Penjamin Simpanan...

Beniyanto Minta PLN Perluas SPKLU hingga Daerah untuk Dukung Kendaraan Listrik Beniyanto Minta PLN Perluas SPKLU hingga Daerah untuk Dukung Kendaraan Listrik
Politik1 minggu ago

Beniyanto Minta PLN Perluas SPKLU hingga Daerah

PT PLN (Persero) perlu memperluas pembangunan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) hingga ke daerah-daerah kecil. Pemerataan infrastruktur pengisian daya...

Marinus Gea Pertanyakan Akurasi Data TKA di Sumsel Marinus Gea Pertanyakan Akurasi Data TKA di Sumsel
Politik1 minggu ago

Marinus Gea Pertanyakan Kesesuaian Data TKA di Sumsel

Anggota Komisi XIII DPR RI Marinus Gea mempertanyakan kesesuaian data tenaga kerja asing (TKA) dengan kondisi di lapangan di tengah...

Komisi VI DPR Dorong Integrasi Pelabuhan untuk Tekan Disparitas Harga di Kepulauan Riau Komisi VI DPR Dorong Integrasi Pelabuhan untuk Tekan Disparitas Harga di Kepulauan Riau
Politik1 minggu ago

Nurdin Halid Dorong Integrasi Pelabuhan untuk Tekan Disparitas Harga di Kepulauan Riau

Komisi VI DPR RI mendorong integrasi pelabuhan, transportasi, pergudangan, dan pusat distribusi untuk menekan biaya logistik serta disparitas harga barang...