Connect with us

Cek Fakta

Turn Back Hoax: [SALAH] “Korban penculikan, ternyata sudah dijahit semua perutnya”

Published

on

Bukan korban penculikan. Anak itu meninggal karena tenggelam setelah terjatuh dari rumahnya yang terletak di atas air. Jahitan di tubuh bocah tersebut merupakan jahitan post-mortem dari rumah sakit. Peristiwa itu tidak terjadi di Indonesia, melainkan di Kampung Titian, Tawau, Sabah, Malaysia.

Selengkapnya di bagian PENJELASAN dan REFERENSI
=============================================
Kategori : Konten yang Salah
=============================================

Akun Fatma Herawati Mungkur (fb.com/100010046945560) mengunggah beberapa video dan foto dengan narasi “Korban penculikan,, dikira tenggelam di sungai, jadi goyang badannya,, setelah dibuka bajunya, ternyata sudah dijahit semua perutnya..”

Satu foto yang memperlihatkan mayat seorang anak dengan bekas jahitan di dada dan perut. Video pertama yang berdurasi 53 detik berisi rekaman mayat seorang bocah laki-laki yang terapung di air. Video kedua sepanjang 21 detik memperlihatkan sejumlah warga yang mengguncangkan tubuh bocah tersebut dengan posisi terbalik.

Sumber : http://archive.ph/SSe6Z (Arsip) – Sudah dibagikan 1886 kali saat tangkapan layar diambil.

Advertisement

=============================================

PENJELASAN

Berdasarkan hasil penelusuran Tim Cek Fakta Tempo, faktanya klaim bahwa anak itu adalah korban penculikan adalah klaim yang salah.

Anak itu meninggal karena tenggelam setelah terjatuh dari rumahnya yang terletak di atas air. Jahitan di tubuh bocah tersebut merupakan jahitan post-mortem dari rumah sakit. Peristiwa itu tidak terjadi di Indonesia, melainkan di Kampung Titian, Tawau, Sabah, Malaysia.

Peristiwa yang menimpa bocah laki-laki tersebut belum pernah dilaporkan di media massa. Karena itu, Tim CekFakta Tempo melakukan penelusuran di media sosial agar konteks peristiwa yang sebenarnya bisa terungkap.

Dengan reverse image tools milik Google, Tempo menelusuri foto mayat bocah laki-laki yang viral di atas. Lewat penelusuran ini, Tempo terhubung dengan akun Twitter Mer_Maid, yang mengunggah foto tersebut pada 24 Januari 2020. Pemilik akun ini menulis di profilnya bahwa ia berasal dari Penampang, Sabah, Malaysia.

Advertisement

Tempo pun mendapatkan petunjuk dari beberapa komentar di unggahan akun Mer_Maid tersebut. Peristiwa itu disebut terjadi di belakang masjid Esbok, Tawau, Sabah, Malaysia. Kota ini berbatasan dengan Laut Sulawesi dan Kalimantan Utara. Beberapa akun menjelaskan bahwa bocah itu bukan korban penculikan, melainkan meninggal karena tenggelam. Jahitan di tubuhnya adalah hasil bedah post-mortem dari rumah sakit.

Tempo mencocokkan penjelasan dari beberapa akun itu dengan percakapan warga yang terdengar dari video pertama. Dialog dalam video itu memakai bahasa Melayu, Malaysia. Salah satu dialog yang terdengar dengan jelas adalah “tunggu polis”. Polis merupakan sebutan bagi polisi di Malaysia. Lembaga kepolisian Malaysia misalnya, bernama Polis Diraja Malaysia.

Menurut Zam Yuza, analis konsultasi keamanan regional di Sabah, Tawau menjadi salah satu pusat komunitas campuran Indonesia dan Sabahan. “Two Malay dialects, Indonesian and Sabah, are spoken in the videos (Dua dialek Melayu, Indonesia dan Sabah, digunakan dalam video itu),” kata Yuza saat dihubungi Tempo.

Berbekal petunjuk lokasi tersebut, Tempo mengirimkan e-mail wawancara kepada Pejabat Polis Daerah Tawau pada 18 Februari 2020. Namun, hingga keesokan harinya, e-mail itu tak kunjung dijawab.

Tempo pun mengalihkan pencarian dengan membuat daftar media-media lokal di Sabah dan mengirimkan pesan, baik melalui e-mail maupun media sosial, ke dua redaksi media lokal di sana. Dengan cara ini, Tempo berhasil terhubung ke salah satu jurnalis setempat dan mendapatkan nomor kontak Kepala Polisi Tawau, Asisten Komisaris Polisi Peter Umbuas.

Advertisement

Menurut Peter, narasi bahwa bocah laki-laki yang meninggal itu adalah korban penculikan keliru. Bocah tersebut meninggal karena tenggelam, setelah terjatuh dari rumahnya yang terletak di atas air.

Adapun jahitan pada tubuh anak itu adalah jahitan post-mortem dari rumah sakit. Post-mortem merupakan tindakan pemeriksaan keseluruhan untuk memperoleh dan mencatat data lengkap mengenai korban dan penyebab kematiannya.

“Ini disahkan tidak betul. Gambar yang diviralkan adalah gambar selepas post-mortem,” kata Peter dalam bahasa Melayu lewat pesan WhatsApp kepada Tempo, Kamis, 20 Februari 2020.

Menurut Peter, peristiwa itu terjadi pada 19 Januari 2020 di Tawau Ice Box, atau yang kini disebut dengan Kampung Titingan. Nama Ice Box (dibaca “Esbok”) tersebut sama dengan yang disebut oleh warganet di kolom komentar unggahan akun Twitter Mer_Maid.

Di Google Maps, sejumlah rumah di Kampung Titingan memang terlihat dibangun di atas air, identik dengan yang terdapat dalam video yang viral di atas. Lokasi kampung air ini pun berada di belakang sebuah masjid, sama dengan yang disebut oleh warganet di kolom komentar unggahan akun Twitter Mer_Maid.

Advertisement

REFERENSI
https://cekfakta.tempo.co/fakta/630/fakta-atau-hoaks-benarkah-bocah-yang-tubuhnya-dijahit-ini-korban-penculikan-dan-organnya-telah-diambil
https://twitter.com/EijaAbadi/status/1220593923833257986
https://www.google.com/maps/place/Kampung+Titingan,+91000+Tawau,+Sabah,+Malaysia/@4.2403268,117.9026505,753m/data=!3m1!1e3!4m5!3m4!1s0x32159e12dcf6639f:0xaac77fc0b359a38f!8m2!3d4.242494!4d117.902682
https://www.brilio.net/creator/ini-perbedaan-data-ante-mortem-am-post-mortem-pm-bf360f.html#

http://platform.twitter.com/widgets.js

Sumber: turnbackhoax.id

Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Titiek Soeharto Apresiasi Capaian Stok Bulog dan Pastikan Kualitas Beras di Ambon Terjaga Titiek Soeharto Apresiasi Capaian Stok Bulog dan Pastikan Kualitas Beras di Ambon Terjaga
Politik1 minggu ago

Titiek Soeharto Apresiasi Capaian Stok Bulog dan Pastikan Kualitas Beras di Ambon Terjaga

Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Soeharto memastikan ketersediaan dan kualitas stok beras di Provinsi Maluku dalam kondisi aman....

Andre Rosiade Dorong Penguatan Ekosistem Industri Batam Andre Rosiade Dorong Penguatan Ekosistem Industri Batam
Politik1 minggu ago

Andre Rosiade Dorong Penguatan Ekosistem Industri Kota Batam

Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade mendorong penguatan ekosistem industri di Kota Batam melalui kepastian perizinan, keandalan pasokan...

Komisi XII Ingatkan Kesiapan Listrik Seiring Ekspansi Pariwisata di Bali Komisi XII Ingatkan Kesiapan Listrik Seiring Ekspansi Pariwisata di Bali
Politik1 minggu ago

Melchias Markus Mekeng Dorong Bali Percepat Pengembangan Energi Terbarukan

Ketua Komisi XII DPR RI Melchias Markus Mekeng mengingatkan PT PLN (Persero) agar mengantisipasi kebutuhan listrik Bali dalam jangka panjang...

Komisi XII Dorong Percepatan Pemanfaatan Gas Natuna untuk Batam Komisi XII Dorong Percepatan Pemanfaatan Gas Natuna untuk Batam
Politik1 minggu ago

Jalal Abdul Nasir Dorong Percepatan Pemanfaatan Gas Natuna untuk Batam

Komisi XII DPR RI mendorong percepatan commissioning tahap kedua pipa gas West Natuna Transportation System (WNTS)-Pemping agar pemanfaatan gas Natuna...

Beniyanto Dorong Perluasan SPKLU untuk Percepat Transisi Energi Beniyanto Dorong Perluasan SPKLU untuk Percepat Transisi Energi
Politik1 minggu ago

Percepat Transisi Energi, Beniyanto Dorong Perluasan SPKLU

Anggota Komisi XII DPR RI Beniyanto mendorong PT PLN (Persero) memperluas pembangunan stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) hingga ke...

Anis Byarwati Soroti Tingginya Pencabutan Izin BPR dan BPRS di Jawa Barat Anis Byarwati Soroti Tingginya Pencabutan Izin BPR dan BPRS di Jawa Barat
Politik1 minggu ago

Anis Byarwati Soroti 48 BPR dan BPRS di Jawa Barat Dicabut Izin Usahanya

Anggota Komisi XI DPR RI Anis Byarwati menyoroti tingginya jumlah Bank Perekonomian Rakyat (BPR) dan Bank Perekonomian Rakyat Syariah (BPRS)...

Wahyu Sanjaya Tekankan Literasi Penjaminan Simpanan bagi Nasabah Wahyu Sanjaya Tekankan Literasi Penjaminan Simpanan bagi Nasabah
Politik1 minggu ago

Wahyu Sanjaya Tekankan PentingnyaLiterasi Penjaminan Simpanan bagi Nasabah

Anggota Komisi XI DPR RI Wahyu Sanjaya menekankan pentingnya peningkatan literasi masyarakat mengenai ketentuan penjaminan simpanan oleh Lembaga Penjamin Simpanan...

Beniyanto Minta PLN Perluas SPKLU hingga Daerah untuk Dukung Kendaraan Listrik Beniyanto Minta PLN Perluas SPKLU hingga Daerah untuk Dukung Kendaraan Listrik
Politik1 minggu ago

Beniyanto Minta PLN Perluas SPKLU hingga Daerah

PT PLN (Persero) perlu memperluas pembangunan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) hingga ke daerah-daerah kecil. Pemerataan infrastruktur pengisian daya...

Marinus Gea Pertanyakan Akurasi Data TKA di Sumsel Marinus Gea Pertanyakan Akurasi Data TKA di Sumsel
Politik1 minggu ago

Marinus Gea Pertanyakan Kesesuaian Data TKA di Sumsel

Anggota Komisi XIII DPR RI Marinus Gea mempertanyakan kesesuaian data tenaga kerja asing (TKA) dengan kondisi di lapangan di tengah...

Komisi VI DPR Dorong Integrasi Pelabuhan untuk Tekan Disparitas Harga di Kepulauan Riau Komisi VI DPR Dorong Integrasi Pelabuhan untuk Tekan Disparitas Harga di Kepulauan Riau
Politik1 minggu ago

Nurdin Halid Dorong Integrasi Pelabuhan untuk Tekan Disparitas Harga di Kepulauan Riau

Komisi VI DPR RI mendorong integrasi pelabuhan, transportasi, pergudangan, dan pusat distribusi untuk menekan biaya logistik serta disparitas harga barang...