Connect with us

Nasional

Akhmad Sahal: Kalau Ada Habib yang Hobinya Ngamuk, Mencaci, Memecah Belah, Jangan Dipuja-puja

Fikri

Published

on

Kabarpolitik.com, JAKARTA — Para tokoh Nahdlatul Ulama (NU) kompak mengutarakan nasehat dan pendapatnya terkait fenomena umat Islam tanah air yang terjadi selama sepekan terakhir.

Nadirsyah Hosen, Rais Syuriah PCI Nahdlatul Ulama Australia-New Zealand mengingatkan sesama umat manusia untuk jangan bikin susah hidup orang lain. Jangan juga mengganggu hajat hidup orang banyak.

“Muaz bin Jabbal ditegur Nabi ketika bikin susah makmumnya dengan baca surat yang panjang saat jadi Imam Shalat. Urusan agama aja kita nggak boleh bikin susah org lain, apalagi urusan duniawi. Fahimtum?” cuit akun twitter @na_dirs milik Nadirsyah Hosen, dikutip Sabtu (14/11/2020).

Cuitan lain juga diungkapkan Akhmad Sahal, Pengurus Cabang Istimewa NU Amerika Serikat. Menurutnya, keturunan Nabi Muhammad SAW yang akhlaknya mulia, hendaknya untuk dihormati dan diikuti.

Sedangkan keturunan Nabi yang akhlaknya bejat dan berangasan, jangan diteladani.

“Andai Fatimah mencuri, Nabi tetap akan potong tangannya. Dalam Islam, yang dinilai itu perbuatan, bukan keturunan. Ukuran kemuliaan itu takwa, bukan nasab,” tegas Sahal lewat akun Twitter pribadinya @sahaL_AS.

Sahal menegaskan, hanya Nabi yang tidak mungkin salah dan dosa. Segala tingka laku dan akhlaknya sempurna dan menjadi teladan seluruh umat manusia.

“Kalau ada habib yang akhlaknya mulia, hormati. Tapi kalau ada yang hobinya ngamuk, mencaci, memecah belah, ya jangan dipuja-puja. Hanya karena ia habib, tak lantas tak bisa salah dan dosa. Bisa!” tekannya lagi.

(Fajar)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *