Internasional
Ingin Ungkap Kekejaman AS, Presiden Iran Ngotot Hadiri Sidang Umum PBB
Kabarpolitik.com.COM- Presiden Iran Hassan Rouhani bakal menghadiri Sidang Umum PBB dalam misi menggalang dukungan demi menghadapi kekejaman AS. Kepergiannya terjadi setelah Teheran mengonfirmasi kapal tanker berbendera Inggris dibebaskan setelah dua bulan disandera di perairan Teluk.
Sebelum berangkat, Presiden Iran sempat mengatakan delegasinya bakal tetap maju meski AS enggan untuk menerbitkan visa bagi mereka. Hubungan kedua negara memanas setelah Presiden Donald Trump meninggalkan perjanjian nuklir 2015, dan menjatuhkan serangkaian sanksi sebagai bentuk tekanan.
“Sangat penting bagi kami untuk hadir dalam Sidang Umum PBB, dan membicarakan berbagai isu. Kekejaman yang diperlihatkan terhadap rakyat Iran, dan rumitnya situasi di kawasan antara kami dengan mereka juga perlu dijelaskan,” tegas Rouhani di Bandara Mehrabad dikutip AFP Senin (23/9/2019).
Tensi semakin meningkat di Teluk sejak Mei ketika Iran mulai menanggalkan komitmen perjanjian nuklir 2015, dan AS mengirim militer di sana. Washington kemudian membentuk koalisi bersama Inggris, Arab Saudi, maupun Uni Emirat Arab untuk mengawal kapal komersial sebagai respons insiden di kawasan.
Tensi terbaru dua negara terjadi setelah dua fasilitas pabrik minyak Saudi, Aramco, diserang yang sempat melumpuhkan produksi mereka 14 September lalu. Baik Riyadh maupun AS mengarahkan telunjuknya ke Iran, di mana Teheran merespons mereka siap berperang jika sampai mendapat serangan.
Perdana Menteri Inggris Boris Johnson menyatakan, mereka sependapat bahwa pelaku serangan ke pabrik minyak Aramco menggunakan drone dan rudal adalah Iran.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Abbas Mousavi dikutip Tasnim mengatakan, tuduhan itu tidak berdasar, dan meminta Inggris berhenti menjual senjata ke Saudi. Gesekan Iran dan Inggris terjadi sejak Teheran mengumumkan penangkapan kapal tanker Stena Impero pada 19 Juli karena dianggap aturan maritim internasional.
Juru bicara pemerintah Ali Rabiei menuturkan, kapal otu diizinkan pergi setelah menyelesaikan prosedur, dengan tak diketahui kapan akan berlayar. Pengumuman itu terjadi satu bulan setelah pengadilan Gibraltar di pertengahan Agustus memerintahkan pembebasan kapal tanker Iran yang ditangkap bersama Inggris.
Sebelum berangkat Rouhani menjelaskan negaranya bakal mengedepankan rencana perdamaian kawasan Teluk dalam Sidang Umum PBB di New York. Melalui Ikhtiar Perdamaian Hormuz atau HOPE, dia mengajak seluruh negara di Teluk Persia untuk bersatu dan mempertahankan keamanan kawasan.[sgh]
rn
Sourcern


