Connect with us

Opini

Sepatu Siapa Takut

Published

on

Oleh Dahlan Iskan

Dari Beirut saya terbang ke Istanbul. Hanya satu jam setengah. Hanya melangkahi pulau Siprus. Di tengah Laut Tengah itu.

Maafkan saya tidak mampir Istanbul. Saya langsung ke stasiun kereta. Ingin melintasi jembatan selat Bosporus lagi. Yang terkenal itu. Yang menghubungkan benua Eropa dan Asia itu.

Bandara tempat saya mendarat memang di daratan Eropa. Di Istanbul belahan Barat. Sedang stasiun keretanya di daratan Asia. Istanbul Timur.

Ternyata saya kecele. Tidak melintasi jembatan itu. “Sekarang sudah ada terowongan bawah laut. Jalan di atas macet,” ujar sopir taksi.

Advertisement

Ya sudah.
Tidak masalah.
Toh saya pasti akan ke Istanbul lagi. Pulangnya kelak.

Saya memang akan ke pedalaman Turki dulu. Ke Konya. Ke makam Maulana Jalaluddin Rumi itu. Lalu ke daerah yang lebih dalam lagi: Afyon. Untuk melihat perekonomian Turki. Sampai di pedalamannya. Saya tidak mau tertipu. Oleh kota-kota besarnya.

Dari Afyon kelak rencana saya ke Antalya. Lalu Izmir. Baru terakhir nanti ke Istanbul: tahun depan. 1 Januari 2019.

Untuk ke Konya itulah saya harus mampir Ankara. Ibukota Turki. Saya pilih naik kereta. Meski untuk cepatnya bisa naik pesawat.

Kali ini saya tidak akan kesusu-kesusu. Kesusu – – apalagi kemrungsung– tidak cocok dengan jiwa Maulana Rumi. Sekalian saya akan menikmati keretanya. Sambil menyelami sistem perkereta apian di Turki.

Advertisement

Baru kali ini saya bisa punya waktu sebaik itu. Terima kasih Rumi.

Tentu saya harus bermalam di Ankara. Sudah terlalu senja. Apalagi ada siaran langsung pertandingan Liverpool malam itu. Malamnya ada lagi: Manchester City. Yang kali ini saya terpaksa harus melihatnya. Dengan alasan: Ssssttt…! Rahasia.

Sudah terlalu lama saya dibuli profesor Said Didu. Saya ganti ingin merasakan bagaimana perasaan hatinya. Kalau Manchester City kalah lagi. Tapi saya berjanji: tidak akan membuli beliau.

Baru satu jam di kereta, sesuatu turun deras dari langit: hujan salju. Tidak saya sangka. Oh…indahnya. Seindah keringnya Sumba.

Tentu. Kereta ini pakai pemanas.
Hangat.
Lapar.
Saya mencari gerbong cafe. Sejak pagi belum makan.

Advertisement

Ada di gerbong 2. Ramai. Antre. Anak muda itu baik. Menyilakan saya duduk di satu kursi kosong di sebelahnya.Lalu mengajak ngobrol. Memperlancar bahasa Inggrisnya. Dikira bahasa Inggris saya lebih baik.

Padahal ssstttt…! Rahasia.

Saya membuka menu. Mata saya mendadak hijau. Semua makanan seperti ingin saya lahap. Ada kebab. Ada doner. Ada kebab dan doner. Ada doner dan kebab. Rasanya hanya dua jenis itu makanan Turki yang saya hafal namanya. Sayang perut hanya satu.

Enak sekali. Seperti yakiniku Jepang. Dengan nasi sepulen beras Jepang. Lezatnya bertambah-tambah. Lantaran ada sisa-sisa minyak dari lemak daging tipis yang menempel di nasi.

Lain hari saya akan naik kereta lagi. Dan memesan itu lagi.

Advertisement

Saya pun makan lahap. Sambil memandang luar jendela. Yang terlihat hanya salju. Dataran salju. Gunung salju. Lembah salju. Sesekali kereta melintas dekat jalan raya. Yang terlihat mobil-mobil lalu-lalang: beratap salju.

Sampai di Ankara pun masih hujan salju.

Di luar stasiun saljunya sangat deras. (“Apakah kata deras cocok juga untuk salju? “). Padahal masih harus nyegat taksi. Padahal topi saya ya yang itu. Padahal saya dilarang dokter berhujan dan berpanas. Saya berdoa: semoga dokter tidak mengkategorikan salju sebagai hujan.

“Ke hotel apa saja,” kata saya pada sopir taksi. “Di mana saja. Bintang berapa saja,” tambah saya.

Saya bicara lewat layar HP. Dalam bahasa Turki. Hasil terjemahan Google.

Advertisement

Jalan di kota Ankara macet berat. Gara-gara hujan salju. Saya mau memotretnya. Tidak kelihatan apa-apa. Langit gelap.

Saya menghabiskan malam itu di hotel saja. Sepatu saya akan basah kalau bersalju-salju. Satu-satunya sepatu.

Kalau begini terus cuacanya ya sudah. Saya pesimistis besoknya bisa ke Konya.

Ya sudah.
Kan masih ada lusa.

Ternyata saya baca pengumuman resmi: besok sekolah libur. Universitas libur. Banyak kantor libur. Salju terlalu tebal.

Advertisement

Malam itu saya pilih ke gym. Bersepeda statis. Nyaris satu jam. Tidur pun ampun-ampun: nyenyak sekali.

Paginya saya ke gym lagi. Bayar utang dua hari. Mumpung gymnya bagus sekali. Bisa sambil lihat salju dari kaca. Bisa lihat orang parkir di atas salju. Bisa lihat pohon-pohon terbebani salju.

Untunglah. Pagi itu saya mampir toko. Sebelum ke stasiun kereta. Menuju Konya. Cari sepatu yang anti salju. Ingin saya sih mencari sepatu yang seminggu rusak. Asal murah. Toh di Indonesia nanti tidak dipakai lagi. Tapi semua sepatu tidak ada yang mingguan.

Ya sudah.

Sepatu kets istirahat dulu.
Kini saya tidak khawatir. Turun lah lebih banyak salju. Siapa takut.(Dahlan Iskan)

Advertisement

https://www.disway.id/sepatu-siapa-takut/

Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Titiek Soeharto Apresiasi Capaian Stok Bulog dan Pastikan Kualitas Beras di Ambon Terjaga Titiek Soeharto Apresiasi Capaian Stok Bulog dan Pastikan Kualitas Beras di Ambon Terjaga
Politik7 hari ago

Titiek Soeharto Apresiasi Capaian Stok Bulog dan Pastikan Kualitas Beras di Ambon Terjaga

Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Soeharto memastikan ketersediaan dan kualitas stok beras di Provinsi Maluku dalam kondisi aman....

Andre Rosiade Dorong Penguatan Ekosistem Industri Batam Andre Rosiade Dorong Penguatan Ekosistem Industri Batam
Politik1 minggu ago

Andre Rosiade Dorong Penguatan Ekosistem Industri Kota Batam

Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade mendorong penguatan ekosistem industri di Kota Batam melalui kepastian perizinan, keandalan pasokan...

Komisi XII Ingatkan Kesiapan Listrik Seiring Ekspansi Pariwisata di Bali Komisi XII Ingatkan Kesiapan Listrik Seiring Ekspansi Pariwisata di Bali
Politik1 minggu ago

Melchias Markus Mekeng Dorong Bali Percepat Pengembangan Energi Terbarukan

Ketua Komisi XII DPR RI Melchias Markus Mekeng mengingatkan PT PLN (Persero) agar mengantisipasi kebutuhan listrik Bali dalam jangka panjang...

Komisi XII Dorong Percepatan Pemanfaatan Gas Natuna untuk Batam Komisi XII Dorong Percepatan Pemanfaatan Gas Natuna untuk Batam
Politik1 minggu ago

Jalal Abdul Nasir Dorong Percepatan Pemanfaatan Gas Natuna untuk Batam

Komisi XII DPR RI mendorong percepatan commissioning tahap kedua pipa gas West Natuna Transportation System (WNTS)-Pemping agar pemanfaatan gas Natuna...

Beniyanto Dorong Perluasan SPKLU untuk Percepat Transisi Energi Beniyanto Dorong Perluasan SPKLU untuk Percepat Transisi Energi
Politik1 minggu ago

Percepat Transisi Energi, Beniyanto Dorong Perluasan SPKLU

Anggota Komisi XII DPR RI Beniyanto mendorong PT PLN (Persero) memperluas pembangunan stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) hingga ke...

Anis Byarwati Soroti Tingginya Pencabutan Izin BPR dan BPRS di Jawa Barat Anis Byarwati Soroti Tingginya Pencabutan Izin BPR dan BPRS di Jawa Barat
Politik1 minggu ago

Anis Byarwati Soroti 48 BPR dan BPRS di Jawa Barat Dicabut Izin Usahanya

Anggota Komisi XI DPR RI Anis Byarwati menyoroti tingginya jumlah Bank Perekonomian Rakyat (BPR) dan Bank Perekonomian Rakyat Syariah (BPRS)...

Wahyu Sanjaya Tekankan Literasi Penjaminan Simpanan bagi Nasabah Wahyu Sanjaya Tekankan Literasi Penjaminan Simpanan bagi Nasabah
Politik1 minggu ago

Wahyu Sanjaya Tekankan PentingnyaLiterasi Penjaminan Simpanan bagi Nasabah

Anggota Komisi XI DPR RI Wahyu Sanjaya menekankan pentingnya peningkatan literasi masyarakat mengenai ketentuan penjaminan simpanan oleh Lembaga Penjamin Simpanan...

Beniyanto Minta PLN Perluas SPKLU hingga Daerah untuk Dukung Kendaraan Listrik Beniyanto Minta PLN Perluas SPKLU hingga Daerah untuk Dukung Kendaraan Listrik
Politik1 minggu ago

Beniyanto Minta PLN Perluas SPKLU hingga Daerah

PT PLN (Persero) perlu memperluas pembangunan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) hingga ke daerah-daerah kecil. Pemerataan infrastruktur pengisian daya...

Marinus Gea Pertanyakan Akurasi Data TKA di Sumsel Marinus Gea Pertanyakan Akurasi Data TKA di Sumsel
Politik1 minggu ago

Marinus Gea Pertanyakan Kesesuaian Data TKA di Sumsel

Anggota Komisi XIII DPR RI Marinus Gea mempertanyakan kesesuaian data tenaga kerja asing (TKA) dengan kondisi di lapangan di tengah...

Komisi VI DPR Dorong Integrasi Pelabuhan untuk Tekan Disparitas Harga di Kepulauan Riau Komisi VI DPR Dorong Integrasi Pelabuhan untuk Tekan Disparitas Harga di Kepulauan Riau
Politik1 minggu ago

Nurdin Halid Dorong Integrasi Pelabuhan untuk Tekan Disparitas Harga di Kepulauan Riau

Komisi VI DPR RI mendorong integrasi pelabuhan, transportasi, pergudangan, dan pusat distribusi untuk menekan biaya logistik serta disparitas harga barang...