Connect with us

Internasional

Tiga Aktivis Anti-Invasi Rusia Terima Nobel Perdamaian

Published

on

Sebut Putin Penjahat Perang yang Harus Dibawa ke Pengadilan Internasional

Kabarpolitik.com – Tiga pejuang HAM menerima penghargaan Nobel Perdamaian pada Sabtu (10/12) di Balai Kota Oslo, Norwegia. Mereka berasal dari tiga negara yang saling berkonflik. Yakni, pejuang HAM Belarus yang kini dipenjara Ales Bialiatski, lembaga HAM Memorial asal Rusia yang diwakili Yan Rachinsky, dan Center for Civil Liberties (CCL) Ukraina yang diwakili Oleksandra Matviichuk. Mereka berbagi penghargaan dan hadiah.

Rusia bermusuhan dengan Ukraina setelah invasi Februari lalu. Selama ini, Belarus juga dikenal sebagai sekutu dekat Rusia. Meski ketiga tokoh dikenal sebagai pejuang HAM di negara masing-masing dan sama-sama mengutuk serangan Rusia, ketegangan tetap ada. Matviichuk tidak mau diwawancarai bareng dengan Rachinsky. Sementara itu, Bialiatski yang masih mendekam di balik jeruji besi diwakili sang istri, Natallia Pinchuk.

”Sekarang dalam situasi perang dan kami ingin membuat suara pembela HAM Ukraina menjadi nyata. Jadi, saya yakin bahwa meskipun kami melakukan wawancara terpisah, kami mengirim dan menyampaikan pesan yang sama,” terang Matviichuk yang menjabat pemimpin CCL, saat diwawancarai BBC.

CCL berdiri sejak 2007. Belakangan, mereka mendokumentasikan kejahatan perang yang dilakukan Rusia di Ukraina. Itu termasuk mengebom bangunan tempat tinggal, gereja, sekolah dan rumah sakit, mengebom koridor evakuasi, pemindahan paksa orang, dan penyiksaan. Rusia kini bahkan mengebom infrastruktur energi Ukraina. Gara-gara hal itu, Matviichuk menulis pidatonya dengan penerangan lilin.

Advertisement

Sembilan bulan setelah invasi Ukraina, CCL mendokumentasikan 27 ribu kasus kejahatan perang. Namun, menurut mereka, itu hanya pucuk gunung es. ”Perang mengubah orang menjadi hanya angka-angka. Kami harus mendapatkan kembali semua nama korban kejahatan perang itu,” ujar Matviichuk dalam pidatonya. Dia menyerukan agar Presiden Rusia Vladimir Putin dan sekutunya, Presiden Belarus Alexander Lukashenko, serta para penjahat perang lainnya diseret ke pengadilan internasional.

Sementara itu, Yan Rachinsky justru menyebut keputusan Komite Nobel untuk memberikan hadiah kepada penerima di tiga negara berbeda adalah hal yang luar biasa. Itu adalah bukti bahwa masyarakat sipil tidak dipisahkan oleh batas negara, tapi merupakan satu tubuh yang bekerja untuk memecahkan masalah bersama.

Rachinsky mengakui, pemerintah Rusia sempat memintanya untuk tak menerima hadiah Nobel tersebut. Sebab, Kremlin merasa dua penerima lainnya tidak layak. Memorial yang merupakan organisasi HAM tertua di Rusia tidak menggubris saran itu.

Rachinsky menegaskan bahwa pekerjaan yang dilakukan di Memorial sangat penting, meski pada saat yang sama keselamatannya terancam. Selama ini, Memorial yang berdiri sejak 1989 mendokumentasikan represi yang dilakukan Uni Soviet dan pelanggaran HAM di Rusia. Lembaga tersebut ditutup oleh pemerintah Rusia tahun lalu. Dia menegaskan, saat ini tidak ada yang bisa menjamin keselamatan pribadi seseorang di Rusia. Banyak orang terbunuh. Salah satunya tentu saja karena melawan pemerintah.

Aktivis 64 tahun itu menjelaskan, ambisi kekaisaran Rusia yang diwarisi dari bekas Uni Soviet masih berkembang hingga saat ini. Putin dan orang-orangnya telah membajak perjuangan antifasis untuk kepentingan politik mereka sendiri.

Advertisement

”Kini perlawanan terhadap Rusia disebut fasisme dan menjadi pembenaran ideologis untuk agresi perang gila dan kriminal melawan Ukraina,” ucap Rachinsky, seperti dikutip Agence France-Presse.

Peraih Nobel ketiga, Ales Bialiatski, adalah pendiri lembaga HAM Viasna. Dia ditahan sejak Juli 2021. Peradilannya ditunda karena demo besar-besaran terhadap pemerintah. Bialiatski tidak diizinkan mengirim pidatonya dalam acara pemberian penghargaan Nobel itu.

Sang istri, Natalia Pinchuk, yang mewakili menerima penghargaan membagikan pemikiran-pemikiran Bialiatski yang kerap dilontarkan sebelumnya. Bialiatski merasa saat ini di Belarus suara orang-orang yang tertindas diabaikan. Bialiatski pernah dipenjara tiga tahun dan baru bebas 2014 lalu.

 

rn
(jp)rn

Advertisement
Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Titiek Soeharto Apresiasi Capaian Stok Bulog dan Pastikan Kualitas Beras di Ambon Terjaga Titiek Soeharto Apresiasi Capaian Stok Bulog dan Pastikan Kualitas Beras di Ambon Terjaga
Politik2 minggu ago

Titiek Soeharto Apresiasi Capaian Stok Bulog dan Pastikan Kualitas Beras di Ambon Terjaga

Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Soeharto memastikan ketersediaan dan kualitas stok beras di Provinsi Maluku dalam kondisi aman....

Andre Rosiade Dorong Penguatan Ekosistem Industri Batam Andre Rosiade Dorong Penguatan Ekosistem Industri Batam
Politik2 minggu ago

Andre Rosiade Dorong Penguatan Ekosistem Industri Kota Batam

Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade mendorong penguatan ekosistem industri di Kota Batam melalui kepastian perizinan, keandalan pasokan...

Komisi XII Ingatkan Kesiapan Listrik Seiring Ekspansi Pariwisata di Bali Komisi XII Ingatkan Kesiapan Listrik Seiring Ekspansi Pariwisata di Bali
Politik2 minggu ago

Melchias Markus Mekeng Dorong Bali Percepat Pengembangan Energi Terbarukan

Ketua Komisi XII DPR RI Melchias Markus Mekeng mengingatkan PT PLN (Persero) agar mengantisipasi kebutuhan listrik Bali dalam jangka panjang...

Komisi XII Dorong Percepatan Pemanfaatan Gas Natuna untuk Batam Komisi XII Dorong Percepatan Pemanfaatan Gas Natuna untuk Batam
Politik2 minggu ago

Jalal Abdul Nasir Dorong Percepatan Pemanfaatan Gas Natuna untuk Batam

Komisi XII DPR RI mendorong percepatan commissioning tahap kedua pipa gas West Natuna Transportation System (WNTS)-Pemping agar pemanfaatan gas Natuna...

Beniyanto Dorong Perluasan SPKLU untuk Percepat Transisi Energi Beniyanto Dorong Perluasan SPKLU untuk Percepat Transisi Energi
Politik2 minggu ago

Percepat Transisi Energi, Beniyanto Dorong Perluasan SPKLU

Anggota Komisi XII DPR RI Beniyanto mendorong PT PLN (Persero) memperluas pembangunan stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) hingga ke...

Anis Byarwati Soroti Tingginya Pencabutan Izin BPR dan BPRS di Jawa Barat Anis Byarwati Soroti Tingginya Pencabutan Izin BPR dan BPRS di Jawa Barat
Politik2 minggu ago

Anis Byarwati Soroti 48 BPR dan BPRS di Jawa Barat Dicabut Izin Usahanya

Anggota Komisi XI DPR RI Anis Byarwati menyoroti tingginya jumlah Bank Perekonomian Rakyat (BPR) dan Bank Perekonomian Rakyat Syariah (BPRS)...

Wahyu Sanjaya Tekankan Literasi Penjaminan Simpanan bagi Nasabah Wahyu Sanjaya Tekankan Literasi Penjaminan Simpanan bagi Nasabah
Politik2 minggu ago

Wahyu Sanjaya Tekankan PentingnyaLiterasi Penjaminan Simpanan bagi Nasabah

Anggota Komisi XI DPR RI Wahyu Sanjaya menekankan pentingnya peningkatan literasi masyarakat mengenai ketentuan penjaminan simpanan oleh Lembaga Penjamin Simpanan...

Beniyanto Minta PLN Perluas SPKLU hingga Daerah untuk Dukung Kendaraan Listrik Beniyanto Minta PLN Perluas SPKLU hingga Daerah untuk Dukung Kendaraan Listrik
Politik2 minggu ago

Beniyanto Minta PLN Perluas SPKLU hingga Daerah

PT PLN (Persero) perlu memperluas pembangunan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) hingga ke daerah-daerah kecil. Pemerataan infrastruktur pengisian daya...

Marinus Gea Pertanyakan Akurasi Data TKA di Sumsel Marinus Gea Pertanyakan Akurasi Data TKA di Sumsel
Politik2 minggu ago

Marinus Gea Pertanyakan Kesesuaian Data TKA di Sumsel

Anggota Komisi XIII DPR RI Marinus Gea mempertanyakan kesesuaian data tenaga kerja asing (TKA) dengan kondisi di lapangan di tengah...

Komisi VI DPR Dorong Integrasi Pelabuhan untuk Tekan Disparitas Harga di Kepulauan Riau Komisi VI DPR Dorong Integrasi Pelabuhan untuk Tekan Disparitas Harga di Kepulauan Riau
Politik2 minggu ago

Nurdin Halid Dorong Integrasi Pelabuhan untuk Tekan Disparitas Harga di Kepulauan Riau

Komisi VI DPR RI mendorong integrasi pelabuhan, transportasi, pergudangan, dan pusat distribusi untuk menekan biaya logistik serta disparitas harga barang...