Connect with us

Cek Fakta

Turn Back Hoax: [SALAH] Video “Kondisi WUHAN Terkini …Langsung Di TEMBAK Mati Yang Terkena CORONA NERAKA CHINA”

Published

on

Video gabungan dari tiga video berbeda yang diambil dalam waktu yang berbeda. Ketiga polisi di video itu tidak melakukan penembakan massal terhadap warga yang terinfeksi virus Corona. Mereka dikirim ke Jalan Futian untuk mengatasi anjing gila. Suara yang mirip tembakan dalam video itu pun bukan suara senjata, suara itu adalah suara kembang api atau petasan. Wabah virus Corona memang terjadi saat tahun baru Cina.

Selengkapnya di bagian PENJELASAN dan REFERENSI
=============================================
Kategori : Konten yang Menyesatkan
=============================================

Akun Anan Qan (fb.com/Anan-Qan-111368947079397) mengunggah sebuah video dengan narasi :

“Kondisi WUHAN Terkini …Langsung Di TEMBAK Mati ● Yang Terkena (CORONA) NERAKA CHINA”

Sumber : https://perma.cc/TEG8-RQQZ (Arsip) – Sudah dibagikan 7635 kali saat tangkapan layar diambil.

Advertisement

=============================================

PENJELASAN

Berdasarkan hasil penelusuran Tim Cek Fakta Tempo yang menggunakan tools InVID untuk memfragmentasi video unggahan sumber klaim tersebut menjadi beberapa gambar. Dan dari sejumlah potongan gambar itu, Tempo menelusuri asal-usulnya dengan reverse image tools, baik milik Google, Yandex, maupun TinEye.

Hasilnya, Tempo menemukan bahwa video yang diunggah sumber klaim itu adalah gabungan dari tiga video berbeda yang diambil dalam waktu yang berbeda pula.

Berikut hasil periksa terkait 3 video tersebut:

1. Video pertama (Detik pertama hingga detik ke-20)
Misinformasi mengenai video tiga pria yang memegang senjata itu pertama kali beredar pada 1 Februari 2020. Salah satu akun yang membagikannya adalah akun Twitter @lym104_hker. Oleh akun ini, video tersebut diberi narasi “Somewhere in Wuhan, three unknown people are wearing protective clothing but holding guns”.

Advertisement

Faktanya, tiga pria itu memang adalah polisi. Namun, ketiganya tidak sedang berada di Wuhan. Berdasarkan nomor yang tertera di badan mobil, yakni G1796, mobil tersebut adalah mobil milik biro kepolisian Kota Yiwu, Provinsi Zhejiang, Cina bagian timur.

Ketiga polisi itu pun tidak melakukan penembakan massal terhadap warga yang terinfeksi virus Corona. Dikutip dari situs China Global Television Network (CGTN), ketiga polisi tersebut dikirim ke Jalan Futian untuk mengatasi anjing gila.

Pernyataan resmi dari polisi berbunyi: “Pada 1 Februari pukul 11.37, polisi Yiwu menerima laporan dari warga sipil yang meminta bantuan untuk menangani anjing yang telah melukai orang-orang di lingkungan Futian. Biro kemudian mengirim tiga polisi bersenjata dengan peralatan pelindung, untuk melindungi dari virus COVID-2019.”

2. Video kedua (Detik ke-21 sampai detik ke-35)
Sejumlah orang yang terbaring di tanah bersama para perawat dalam cuplikan tersebut bukanlah warga yang ditembak massal seperti yang diklaim oleh sumber klaim. Tempo menemukan bahwa video itu pernah beredar sebelumnya pada 26 Januari 2020. Video tersebut diunggah oleh akun Twitter @wongwaaa.

Akun ini menjelaskan bahwa video itu adalah video orang-orang di Wuhan yang terpaksa dirawat di rumah mereka karena rumah sakit sudah penuh dengan pasien yang terinfeksi virus Corona COVID-2019.

Advertisement

Suara yang mirip tembakan dalam video itu pun bukan suara senjata. Tempo memperoleh petunjuk dari komentar akun @siren12041. Akun ini menjelaskan bahwa suara itu adalah suara kembang api atau petasan. Wabah virus Corona memang terjadi saat tahun baru Cina. Bahkan, beberapa desa di Cina menyalakan kembang api atau petasan sebagai tradisi ketika ada anggota keluarga yang meninggal dengan tujuan untuk memberitahu warga lain.

3. Video ketiga (Detik ke-36 sampai selesai)
Organisasi cek fakta Perancis, Observers France24, telah memverifikasi video ini dengan mewawancarai Zhang W (bukan nama sebenarnya), salah satu warga Kota Wuzu, Cina, yang berkomunikasi dengan saksi-saksi kejadian dalam video tersebut secara langsung.

Video itu direkam di Kota Wuzu, tepatnya di depan sekolah Siyuan, pada 29 Januari 2020. Orang berjaket kuning dalam video itu bukanlah warga yang ditembak massal, melainkan korban kecelakaan motor.

Zhang W pun menunjukkan sejumlah video yang memiliki beberapa kesamaan dengan video unggahan sumber klaim, yakni bentuk trotoar dan orang yang tergeletak di tanah dengan sepeda motor di sebelahnya. Terdapat pula jejak kecelakaan yang terlihat, yakni pecahan beton dan bercak darah di dekat sebuah pohon, tidak jauh dari korban.

Selain itu, Zhang W mengirim beberapa gambar tangkapan layar yang berisi diskusinya dengan sekelompok warga Wuzu di aplikasi pesan WeChat serta video lain yang menunjukkan kejadian yang sama, yang direkam dari mobil yang bergerak.

Advertisement

Informasi kecelakaan ini diperkuat dengan siaran pers dari polisi setempat yang dikirim Zhang W ke Observers France24.

Siaran pers itu berbunyi:
“Pada 29 Januari sore, kecelakaan tunggal terjadi di Kota Wuzu. Orang tersebut mengendarai skuter. Karena lalu lintas yang buruk, dia bergeser ke sisi jalan, menabrak batu-batu, dan jatuh dengan benturan di bagian belakang kepala. Sayangnya, dia meninggal. Pengemudilah yang bertanggung jawab. Polisi setempat dan staf pusat kesehatan dengan cepat tiba untuk menangani kecelakaan itu.”

REFERENSI
https://cekfakta.tempo.co/fakta/621/fakta-atau-hoaks-benarkah-cina-tembak-massal-warga-wuhan-yang-terinfeksi-virus-corona
https://news.cgtn.com/news/2020-02-13/How-a-motorcycle-crash-turned-into-online-rumors-O325md1XIA/index.html
https://twitter.com/wongwaaa/status/1221297129991204865
https://observers.france24.com/fr/20200211-intox-chine-coronavirus-chinoise-tuee-police-fuir-quarantaine-wuhan-hubei-wuzu

http://platform.twitter.com/widgets.js

Sumber: turnbackhoax.id

Advertisement
Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Titiek Soeharto Apresiasi Capaian Stok Bulog dan Pastikan Kualitas Beras di Ambon Terjaga Titiek Soeharto Apresiasi Capaian Stok Bulog dan Pastikan Kualitas Beras di Ambon Terjaga
Politik1 minggu ago

Titiek Soeharto Apresiasi Capaian Stok Bulog dan Pastikan Kualitas Beras di Ambon Terjaga

Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Soeharto memastikan ketersediaan dan kualitas stok beras di Provinsi Maluku dalam kondisi aman....

Andre Rosiade Dorong Penguatan Ekosistem Industri Batam Andre Rosiade Dorong Penguatan Ekosistem Industri Batam
Politik1 minggu ago

Andre Rosiade Dorong Penguatan Ekosistem Industri Kota Batam

Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade mendorong penguatan ekosistem industri di Kota Batam melalui kepastian perizinan, keandalan pasokan...

Komisi XII Ingatkan Kesiapan Listrik Seiring Ekspansi Pariwisata di Bali Komisi XII Ingatkan Kesiapan Listrik Seiring Ekspansi Pariwisata di Bali
Politik1 minggu ago

Melchias Markus Mekeng Dorong Bali Percepat Pengembangan Energi Terbarukan

Ketua Komisi XII DPR RI Melchias Markus Mekeng mengingatkan PT PLN (Persero) agar mengantisipasi kebutuhan listrik Bali dalam jangka panjang...

Komisi XII Dorong Percepatan Pemanfaatan Gas Natuna untuk Batam Komisi XII Dorong Percepatan Pemanfaatan Gas Natuna untuk Batam
Politik1 minggu ago

Jalal Abdul Nasir Dorong Percepatan Pemanfaatan Gas Natuna untuk Batam

Komisi XII DPR RI mendorong percepatan commissioning tahap kedua pipa gas West Natuna Transportation System (WNTS)-Pemping agar pemanfaatan gas Natuna...

Beniyanto Dorong Perluasan SPKLU untuk Percepat Transisi Energi Beniyanto Dorong Perluasan SPKLU untuk Percepat Transisi Energi
Politik1 minggu ago

Percepat Transisi Energi, Beniyanto Dorong Perluasan SPKLU

Anggota Komisi XII DPR RI Beniyanto mendorong PT PLN (Persero) memperluas pembangunan stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) hingga ke...

Anis Byarwati Soroti Tingginya Pencabutan Izin BPR dan BPRS di Jawa Barat Anis Byarwati Soroti Tingginya Pencabutan Izin BPR dan BPRS di Jawa Barat
Politik1 minggu ago

Anis Byarwati Soroti 48 BPR dan BPRS di Jawa Barat Dicabut Izin Usahanya

Anggota Komisi XI DPR RI Anis Byarwati menyoroti tingginya jumlah Bank Perekonomian Rakyat (BPR) dan Bank Perekonomian Rakyat Syariah (BPRS)...

Wahyu Sanjaya Tekankan Literasi Penjaminan Simpanan bagi Nasabah Wahyu Sanjaya Tekankan Literasi Penjaminan Simpanan bagi Nasabah
Politik1 minggu ago

Wahyu Sanjaya Tekankan PentingnyaLiterasi Penjaminan Simpanan bagi Nasabah

Anggota Komisi XI DPR RI Wahyu Sanjaya menekankan pentingnya peningkatan literasi masyarakat mengenai ketentuan penjaminan simpanan oleh Lembaga Penjamin Simpanan...

Beniyanto Minta PLN Perluas SPKLU hingga Daerah untuk Dukung Kendaraan Listrik Beniyanto Minta PLN Perluas SPKLU hingga Daerah untuk Dukung Kendaraan Listrik
Politik1 minggu ago

Beniyanto Minta PLN Perluas SPKLU hingga Daerah

PT PLN (Persero) perlu memperluas pembangunan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) hingga ke daerah-daerah kecil. Pemerataan infrastruktur pengisian daya...

Marinus Gea Pertanyakan Akurasi Data TKA di Sumsel Marinus Gea Pertanyakan Akurasi Data TKA di Sumsel
Politik1 minggu ago

Marinus Gea Pertanyakan Kesesuaian Data TKA di Sumsel

Anggota Komisi XIII DPR RI Marinus Gea mempertanyakan kesesuaian data tenaga kerja asing (TKA) dengan kondisi di lapangan di tengah...

Komisi VI DPR Dorong Integrasi Pelabuhan untuk Tekan Disparitas Harga di Kepulauan Riau Komisi VI DPR Dorong Integrasi Pelabuhan untuk Tekan Disparitas Harga di Kepulauan Riau
Politik1 minggu ago

Nurdin Halid Dorong Integrasi Pelabuhan untuk Tekan Disparitas Harga di Kepulauan Riau

Komisi VI DPR RI mendorong integrasi pelabuhan, transportasi, pergudangan, dan pusat distribusi untuk menekan biaya logistik serta disparitas harga barang...