Connect with us

Opini

Tanpa Fatwa MUI, GNPF MUI-212 Takkan Ada

Published

on

Saya masih ingat betul, kala itu Ahok mengutip Al Maidah:51, dimana ketika itu ia bertemu warga di Kepulauan Seribu. Efek pernyataan Ahok ini menjadi besar bak bola salju yang menggelinding. Alhasil, statemen itu dianggap bentuk “penistaan agama.” Tudingan ini diperkuat oleh rekomendasi yang dikeluarkan Majelis Ulama Indonesia (MUI) terkait dugaan pelanggaran hukum yang dilakukan oleh Ahok.

Saya juga masih ingat betul ketika KH Ma’ruf Amin (KMA) mengeluarkan pernyataan yang menurut saya “posisi tengah.” KMA menuturkan, “Ahok dimaafkan, akan tetapi proses hukum jalan terus.” Ditambah lagi pernyataan yang menyebutkan “MUI tidak memasuki wilayah politik, Ahok-lah yang mencampuri wilayah MUI.”

Sebagai orang yang awam ketika itu, saya lagi-lagi beranggapan pernyataan KMA sangat netral. Kenapa? Sebab pernyataan Ahok terkait Al Maidah:51 telah menjadi delik aduan.

Ya, jika sudah menjadi delik aduan, maka aparat hukum kepolisian harus menindaklanjuti laporan tersebut. Dan berapa lama, wajah KMA menjadi ramai dipampang oleh barisan tokoh-tokoh lainnya beredar yang beredar di dunia maya yang menamakan dirinya Gerakan Nasional Pengawal Fatwa MUI (GNPF-MUI).

Dari sini saya menilai KMA merupakan salah satu inisiator dan penggerak, dan ingat KMA juga didapuk sebagai Ketua Dewan Penasihat Koperasi 212. Jika melihat rentetan rekam di atas, GNPF-MUI tidak akan ada tanpa adanya rekomendasi yang dikeluarkan oleh MUI yang dipimpin KMA. Karena rekomendasi MUI itulah yang menjadi acuan gerak para aktivis GNPF-MUI.

Advertisement

Untuk itu perlu dicatat, keberadaan GNPF-MUI saat itu bergerak dalam domain hukum, bukan politik. Ahok diputuskan bersalah oleh pengadilan, dan kini tengah menjalani hukuman. Mungkin ini pendapat saya tentang apakah KMA bagian inisiator 212 atau bukan?

Kini kita diperlihatkan oleh tokoh yang bernaung di Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Ulama (GNPF Ulama) yang ingin menggelar rapat akbar alias reuni 212. Mereka berdalih acara tersebut adalah gerakan moral, sosial dan agama. Banyak pihak yang mengatakan bahwa reuni tersebut lebih besar motif politiknya ketimbang sosial maupun agama, saya pun juga berpendapat sama.

Hal ini dibuktikan dengan rekam penjelasan panitia maupun sejumlah tokoh yang rencananya akan hadir disitu alias diundang. Bahkan yang terbaru pernyataan agar para peserta reuni 212 tidak mengarah ke Masjid Istiqlal lantaran ada gelaran perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW yang disebut-sebut akan dihadiri oleh Presiden Jokowi.

Kontroversi pembatalan Jambore 212 yang dijadwalkan digelar di Bumi Perkemahan Pramuka Cibubur. Disitu terlihat jelas sekali Surat Pemberitahuan dari penyelenggara nomor: 007/DPP-PA 212/Set/XII/2018 isinya antara lain menjelaskan jambore tersebut diisi kegiatan penguatan relawan untuk reuni 212 dan relawan Prabowo-Sandi.

Belum video Warisman di youtube yang berisikan ajakan untuk hadir dalam reuni tersebut. Kita tahu Neno Warisman dulu getol dalam gerakan #2019gantipresiden bersama-sama dengan Mardani Ali Sera politisi asal Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Advertisement

Jika diawal-awal para tokoh ini sangat serius membranding sebagai pendukung ulama, kini takdir politik berubah, Jokowi menggaet KMA sebagai cawapresnya dari kalangan ulama. Kini KMA pun dituduh sebagai figur ulama yang menjilat penguasa sebagaimana yang beredar di sosial media.

Mereka pun menggelar ijtihad ulama I yang belakangan digugurkan keputusannya melalui ijtihad ulama II akhirnya mendukung pasangan Prabowo-Sandi. Kalau pendapat saya, KH Ma’ruf Amin-lah mewakili kelompok ulama yang selama ini mereka disuarakan. (*)

Oleh: Sony Majid, Pengajar di Universitas Pamulang

Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri
Politik5 bulan ago

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Kaisar Abu Hanifah: Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri

Anggota Komisi VII DPR RI, Kaisar Abu Hanifah, menyoroti rencana pemerintah melalui PT Agrinas Pangan Nusantara yang akan mengimpor 105.000...

Modus Hindari Pembayaran THR, Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan! Modus Hindari Pembayaran THR, Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!
Politik5 bulan ago

Modus Hindari Pembayaran THR, Zainul Munasichin: Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!

Anggota Komisi IX DPR RI, Zainul Munasichin, merespons komitmen PT Karunia Alam Segar sebagai produsen Mie Sedaap di Gresik, Jawa Timur,...

Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer Terkait Polemik Paspor Asing Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer Terkait Polemik Paspor Asing
Politik5 bulan ago

Terkait Polemik Paspor Asing, Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer

Anggota Komisi XIII DPR RI Yanuar Arif Wibowo menyoroti polemik yang melibatkan influencer Dwi Sasetyaningtyas setelah pernyataannya terkait kebanggaan memiliki...

Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim
Politik5 bulan ago

Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Masih Adanya Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim

Anggota Komisi X DPR RI Muhammad Nur Purnamasidi menyoroti masih adanya paradoks dalam pembangunan kepemudaan di Provinsi Jawa Timur. Meskipun...

Darori Wonodipuro Darori Wonodipuro
Politik5 bulan ago

Darori Wonodipuro Dorong RUU Komoditas Strategis Selaras Aturan Perdagangan Internasional

Badan Legislasi (Baleg) DPR RI menekankan pentingnya penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Komoditas Strategis yang selaras dengan aturan perdagangan internasional...

Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong
Politik5 bulan ago

Lestari Moerdijat: Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong

Anggota Komisi X DPR RI Lestari Moerdijat mendorong penguatan kolaborasi antara pemuda terdidik dan komunitas penggerak akar rumput, sebagai upaya...

Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara
Politik5 bulan ago

Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara

Anggota Komisi II DPR RI Komarudin Watubun menegaskan pentingnya penanganan serius terhadap wilayah perbatasan negara melalui pembentukan Panitia Khusus (Pansus)...

Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa
Politik5 bulan ago

Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa

Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih mendorong agar kebijakan dan program kepemudaan tidak hanya berfokus pada kalangan mahasiswa,...

Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara
Politik5 bulan ago

Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara

Anggota Komisi II DPR RI Taufan Pawe menegaskan pentingnya pengelolaan kawasan perbatasan Papua yang komprehensif dan berkelanjutan agar masyarakat benar-benar...

Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang
Politik5 bulan ago

Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang

Komisi XI DPR RI menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap kinerja penerimaan negara tahun 2025 sebagai pijakan kebijakan fiskal di tahun...