Politik
Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Masih Adanya Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim
Published
5 bulan agoon
Menurut Purnamasidi, pembangunan kepemudaan yang berjalan saat ini masih cenderung bersifat formal dan programatik serta belum sepenuhnya melibatkan partisipasi aktif seluruh pemangku kepentingan kepemudaan. Kondisi tersebut tercermin dari berbagai aspirasi yang disampaikan perwakilan organisasi kepemudaan yang tergabung dalam Cipayung Plus.
0000
“Banyak persoalan yang mereka sampaikan, mulai dari keterbatasan dukungan di sektor pendidikan, minimnya fasilitasi untuk memasuki dunia kerja, hingga belum terakomodasinya aspirasi pemuda dalam kebijakan daerah. Ini menunjukkan bahwa klaim pembangunan kepemudaan belum sepenuhnya dirasakan dampaknya oleh pemuda,” ujar Purnamasidi usai Kunjungan Kerja Spesifik Komisi X DPR RI di Kantor Gubernur Jawa Timur, Surabaya, Rabu (4/2/2026).
Ia menilai masih terdapat kesenjangan antara perencanaan dan implementasi kebijakan dengan kebutuhan riil pemuda. Akibatnya, peningkatan indeks kepemudaan yang selama ini dilaporkan belum berbanding lurus dengan penyelesaian persoalan konkret yang dihadapi generasi muda.
Berdasarkan paparan pemerintah daerah, Jawa Timur memiliki jumlah penduduk usia muda yang besar dan tersebar di lebih dari 37 kabupaten/kota. Namun, dukungan anggaran untuk sektor kepemudaan dinilai masih sangat terbatas. Anggaran kepemudaan di tingkat provinsi tercatat hanya sekitar Rp1 miliar, angka yang belum sebanding dengan kompleksitas tantangan kepemudaan yang ada.
Kondisi serupa, lanjutnya, juga terjadi di tingkat nasional. Kementerian Pemuda dan Olahraga hanya mengalokasikan anggaran sekitar Rp80 miliar untuk pembangunan kepemudaan secara nasional, sehingga ruang intervensi kebijakan menjadi sangat terbatas.
“Isu kepemudaan masih ditempatkan sebagai prioritas rendah, baik dalam kebijakan anggaran negara maupun anggaran pemerintah daerah. Ini menjadi masalah serius karena pemuda seharusnya menjadi investasi strategis bangsa,” tegas politisi tersebut.
Untuk mengatasi persoalan itu, Muhammad Nur mendorong penguatan kolaborasi lintas sektor, khususnya dengan dunia industri. Menurutnya, kolaborasi tersebut penting untuk menjembatani kesenjangan antara dunia pendidikan dan kebutuhan pasar kerja, sekaligus membuka peluang kewirausahaan bagi pemuda.
Lebih lanjut, ia menegaskan pentingnya melakukan amandemen terhadap Undang-Undang Kepemudaan agar lebih responsif terhadap tantangan aktual. Penyesuaian norma hukum dinilai diperlukan agar kebijakan kepemudaan memiliki daya paksa dan menjadikan sektor kepemudaan sebagai prioritas pembangunan.
“Undang-Undang Kepemudaan harus mampu mendorong seluruh pemangku kebijakan, mulai dari pemerintah pusat hingga daerah, untuk benar-benar memprioritaskan pembangunan kepemudaan. Jika pemuda tidak dididik, dibimbing, dan difasilitasi sejak sekarang, maka masa depan Indonesia akan menghadapi tantangan serius,” tutupnya.
You may like
Habiburokhman: RUU Perampasan Aset Harus Perkuat Asset Recovery Tanpa Membuka Celah Abuse of Power
Bob Hasan: Baleg DPR Kaji Blockchain untuk Perkuat RUU Satu Data Indonesia
Habiburokhman: RUU Perampasan Aset Jadi Prioritas Utama Komisi III DPR
Baleg DPR Bahas RUU Kadin, Bob Hasan Dorong Penguatan Peran Strategis Dunia Usaha
Danang Wicaksana: Harga Khusus BBM untuk Nelayan Jadi Angin Segar bagi Industri Perikanan
Wamenhan Resmikan Apotek Farmasi Pertahanan dan Kafe Jamu Rempah Baharwathan Kemhan di RSPPN Sodirman
Bimantoro Dorong RUU Perampasan Aset Jaga Due Process of Law dan Cegah Penyalahgunaan Wewenang
Habiburokhman Pastikan RUU Perampasan Aset Tetap Prioritas, DPR Terus Serap Masukan Publik
Prabowo Subianto Pernah Tolak Kapal Perang Iran di MNEK 2025 karena Tekanan Amerika Serikat?
Prabowo Subianto Disebut Pernah Tolak Dua Kapal Perang Iran di The Multilateral Naval Exercise Komodo 2025
Turn Back Hoax: [SALAH] Gambar Detik.com Ganjar Menonton Video Bokep
Salat Jumat di Masjid Abdullah Noor Pecenongan, Wapres Sapa Warga dan Salurkan Bantuan Sembako
Perolehan Medali Sea Games 2025, Indonesia Sementara Kumpulkan 62 Emas
Ketua ICMI Orda Kota Bekasi Inayatullah Hadiri Kajian Tafsir Tematik
Kalender November 2025: Tanggal Merah, Hari Besar, Weton Jawa dan Hijriah
Menhan Sjafrie Hadiri Buka Puasa Bersama Kuasa Usaha Ad Interim AS untuk Indonesia, Perkuat Kemitraan Pertahanan

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Kaisar Abu Hanifah: Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri
Anggota Komisi VII DPR RI, Kaisar Abu Hanifah, menyoroti rencana pemerintah melalui PT Agrinas Pangan Nusantara yang akan mengimpor 105.000...
Modus Hindari Pembayaran THR, Zainul Munasichin: Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!
Anggota Komisi IX DPR RI, Zainul Munasichin, merespons komitmen PT Karunia Alam Segar sebagai produsen Mie Sedaap di Gresik, Jawa Timur,...
Terkait Polemik Paspor Asing, Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer
Anggota Komisi XIII DPR RI Yanuar Arif Wibowo menyoroti polemik yang melibatkan influencer Dwi Sasetyaningtyas setelah pernyataannya terkait kebanggaan memiliki...
Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Masih Adanya Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim
Anggota Komisi X DPR RI Muhammad Nur Purnamasidi menyoroti masih adanya paradoks dalam pembangunan kepemudaan di Provinsi Jawa Timur. Meskipun...
Darori Wonodipuro Dorong RUU Komoditas Strategis Selaras Aturan Perdagangan Internasional
Badan Legislasi (Baleg) DPR RI menekankan pentingnya penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Komoditas Strategis yang selaras dengan aturan perdagangan internasional...
Lestari Moerdijat: Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong
Anggota Komisi X DPR RI Lestari Moerdijat mendorong penguatan kolaborasi antara pemuda terdidik dan komunitas penggerak akar rumput, sebagai upaya...
Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara
Anggota Komisi II DPR RI Komarudin Watubun menegaskan pentingnya penanganan serius terhadap wilayah perbatasan negara melalui pembentukan Panitia Khusus (Pansus)...
Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa
Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih mendorong agar kebijakan dan program kepemudaan tidak hanya berfokus pada kalangan mahasiswa,...
Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara
Anggota Komisi II DPR RI Taufan Pawe menegaskan pentingnya pengelolaan kawasan perbatasan Papua yang komprehensif dan berkelanjutan agar masyarakat benar-benar...
Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang
Komisi XI DPR RI menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap kinerja penerimaan negara tahun 2025 sebagai pijakan kebijakan fiskal di tahun...

