Politik
Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa
Published
7 bulan agoon
Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih mendorong agar kebijakan dan program kepemudaan tidak hanya berfokus pada kalangan mahasiswa, tetapi juga memberi ruang dan pemberdayaan bagi pemuda berprestasi yang tidak menempuh pendidikan tinggi formal.
Hal itu disampaikannya dalam Kunjungan Kerja Spesifik Komisi X DPR RI di Semarang, Jawa Tengah, Rabu (4/2/2026).
Fikri menilai, selama ini banyak program kepemudaan lebih menekankan pada pelatihan kepemimpinan yang menyasar aktivis organisasi mahasiswa, sementara pemuda berprestasi nonmahasiswa justru kerap luput dari perhatian.
“Hampir semuanya itu programnya latihan kepemimpinan. Jadi ini (yang hadir dalam pertemuan) dari pemimpin pemimpin semua. Gak ada yang dipimpin ini,” ujar Fikri.
Menurutnya, pendekatan tersebut perlu dilengkapi dengan upaya menjangkau pemuda yang telah membuktikan prestasi nyata. Tidak hanya mahasiswa, tetapi juga mereka yang tidak mengenyam pendidikan perguruan tinggi.
“Kalau saya baca di Google itu, banyak juga pemuda Jawa Tengah yang mengangkat nama Indonesia di tingkat internasional. Beberapa di antaranya itu tidak sempat mengenyam kuliah,” katanya.
Lebih lanjut Fikri menyebut bahwa ada pemuda lulusan SMK yang mampu berprestasi hingga level internasional, bahkan menghasilkan inovasi yang diakui dunia. “Ada inventor yang punya paten di tingkat internasional, bahkan mengalahkan dokter dari MIT dan sebagainya,” ujarnya.
Politisi Fraksi PKS ini mencontohkan sejumlah figur muda asal Jawa Tengah yang dinilainya layak mendapat perhatian dan dukungan negara. Salah satunya seperti Senjaya Mulia, pendiri ASEAN Youth Organization.
Meki begitu, Fikri mempertanyakan apakah para pemuda berprestasi tersebut selama ini tersentuh oleh program kepemudaan seperti KNPI (Komite Nasional Pemuda Indonesia). Mengingat, banyak dari mereka bukan mahasiswa dan tidak aktif dalam organisasi kampus.
“Ini jangan-jangan tidak tersentuh. Mungkin susah jadi anggota karena bukan mahasiswa,” ujarnya.
Maka dari itu, Fikri mengusulkan agar pemuda berprestasi nonmahasiswa tidak hanya didekati sebagai penerima program, tetapi juga dilibatkan sebagai narasumber dan inspirator bagi generasi muda lainnya. “Nah kalau bisa sih, andaikan tidak jadi anggota, tapi ini jadi narasumber,” katanya.
Fikri menilai, di era saat ini, gagasan dan inovasi merupakan modal utama bagi anak muda.“Sekarang kata ini gak relevan anak muda hidup kalau tidak punya ide baru. Ideas are your only currency,” ucapnya, mengutip Rob Zatzkin.
Selain pemuda berprestasi nonmahasiswa, Fikri juga menyoroti pentingnya pemberdayaan pemuda penyandang disabilitas. Ia menyebut banyak anak muda difabel di Jawa Tengah yang telah menorehkan prestasi hingga tingkat dunia.
Ia mencontohkan atlet sepak bola amputasi yang telah berkompetisi di tingkat internasional. “Mereka sudah sampai di Turki tingkat dunia dan sebagainya. Ini di Jawa Tengah,” katanya.
Menurut Fikri, pemuda berprestasi, baik nonmahasiswa maupun penyandang disabilitas, dapat menjadi sumber inspirasi sekaligus mitra strategis bagi organisasi kepemudaan. Apalagi, aktivis organisasi kepemudaan umumnya memiliki kemampuan manajerial yang cukup baik, sehingga dapat menjadi jembatan dalam pengelolaan dan pengembangan kapasitas diri untuk pemuda lainnya. “Teman-teman yang di organisasi itu rata-rata skill manajerialnya cukup,” katanya.
Fikri menegaskan, pemuda berprestasi yang telah mengharumkan nama daerah dan bangsa semestinya menjadi kekuatan besar dalam pembangunan kepemudaan.
Maka dari itu, Ia berharap, masukan tersebut dapat ditindaklanjuti oleh pemerintah daerah dan Kementerian Pemuda dan Olahraga dalam bentuk program konkret dan akses dukungan yang lebih inklusif. “Kalau bisa sih direalisasikan setelah ini. Jangan hanya wacana bagaimana caranya akses,” pungkas Fikri.
You may like
Kabacadnas Kemhan Hadiri Konferensi NGAUS 2026 Di Amerika Serikat Untuk Pengembangan Komponen Cadangan
Ditjenpas Percepat Kepesertaan Jaminan Kesehatan bagi Tahanan, Narapidana, dan Anak Binaan
Wakil Walikota Tangsel Pilar Saga Ichsan Tinjau Pembangunan Turap di Vila Pamulang, Grand Serpong dan Bukit Nusa Indah
Konflik Agraria Muara Tae dan Rakawuta, Fraksi PKB: Jangan Ada Perampasan Hak dan Kriminalisasi Warga
Menteri Imipas Agus Andrianto Tegaskan Komitmen Perbaikan Tata Kelola Pelayanan Publik
Hingga Akhir Agustus 2026, Cek Kesehatan Gratis di Tangsel Capai 53 Persen
4,2 Juta Jiwa Terdampak Karhutla, Legislator Rina Saadah Desak Penguatan Pencegahan
Inilah Syarat Mendapat Bantuan Bedah Rumah di Tangsel
Dedi Mulyadi Tak Bisa Maju Capres 2029 dari Gerindra, Tiket Sudah Diberikan kepada Prabowo?
Turn Back Hoax: [SALAH] Gambar Detik.com Ganjar Menonton Video Bokep
Kalender November 2025: Tanggal Merah, Hari Besar, Weton Jawa dan Hijriah
Prabowo Subianto Pernah Tolak Kapal Perang Iran di MNEK 2025 karena Tekanan Amerika Serikat?
Prabowo Subianto Disebut Pernah Tolak Dua Kapal Perang Iran di The Multilateral Naval Exercise Komodo 2025
Sugiat Santoso Dorong Anggaran Kementerian Hukum Lebih Berpihak kepada Rakyat
Abdul Wachid: Komisi VIII DPR Setujui Tambahan Anggaran BPJPH dan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang
La Tinro Usul Wilayah Adat yang Telah Ditetapkan Ditutup untuk Penerbitan HGU Baru

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Kaisar Abu Hanifah: Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri
Anggota Komisi VII DPR RI, Kaisar Abu Hanifah, menyoroti rencana pemerintah melalui PT Agrinas Pangan Nusantara yang akan mengimpor 105.000...
Modus Hindari Pembayaran THR, Zainul Munasichin: Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!
Anggota Komisi IX DPR RI, Zainul Munasichin, merespons komitmen PT Karunia Alam Segar sebagai produsen Mie Sedaap di Gresik, Jawa Timur,...
Terkait Polemik Paspor Asing, Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer
Anggota Komisi XIII DPR RI Yanuar Arif Wibowo menyoroti polemik yang melibatkan influencer Dwi Sasetyaningtyas setelah pernyataannya terkait kebanggaan memiliki...
Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Masih Adanya Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim
Anggota Komisi X DPR RI Muhammad Nur Purnamasidi menyoroti masih adanya paradoks dalam pembangunan kepemudaan di Provinsi Jawa Timur. Meskipun...
Darori Wonodipuro Dorong RUU Komoditas Strategis Selaras Aturan Perdagangan Internasional
Badan Legislasi (Baleg) DPR RI menekankan pentingnya penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Komoditas Strategis yang selaras dengan aturan perdagangan internasional...
Lestari Moerdijat: Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong
Anggota Komisi X DPR RI Lestari Moerdijat mendorong penguatan kolaborasi antara pemuda terdidik dan komunitas penggerak akar rumput, sebagai upaya...
Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara
Anggota Komisi II DPR RI Komarudin Watubun menegaskan pentingnya penanganan serius terhadap wilayah perbatasan negara melalui pembentukan Panitia Khusus (Pansus)...
Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa
Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih mendorong agar kebijakan dan program kepemudaan tidak hanya berfokus pada kalangan mahasiswa,...
Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara
Anggota Komisi II DPR RI Taufan Pawe menegaskan pentingnya pengelolaan kawasan perbatasan Papua yang komprehensif dan berkelanjutan agar masyarakat benar-benar...
Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang
Komisi XI DPR RI menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap kinerja penerimaan negara tahun 2025 sebagai pijakan kebijakan fiskal di tahun...

