Connect with us

Hukum

Chromebook Era Nadiem: Inovasi Atau Tragedi?

Published

on

JAKARTA – Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G) mengungkap tabir gelap di balik proyek pengadaan laptop Chromebook yang kini terjerat kasus korupsi. Bukan sekadar kerugian finansial negara, proyek triliunan rupiah ini dinilai telah menciptakan “beban digital” bagi para pendidik, terutama di wilayah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T).

Dalam diskusi di Jaksapedia Podcast, Kepala Bidang Advokasi P2G, Iman Janatul Khairi, menegaskan bahwa kebijakan transformasi digital di era Mendikbudristek Nadiem Makarim seringkali tidak berpijak pada realita kebutuhan guru di lapangan.

Iman menyoroti ironi distribusi Chromebook yang justru menyasar daerah-daerah tanpa infrastruktur dasar. Menurutnya, teknologi baru memiliki nilai jika berfungsi secara praktis dalam proses belajar mengajar.

“Kalau Chromebook ditaruh di lemari karena tidak bisa dipakai (akibat tidak ada listrik dan sinyal), maka secara definisi dia bukan teknologi pendidikan. Itu hanya barang mati,” ujar Iman.

P2G menerima banyak laporan dari daerah seperti Kabupaten Melawi (Kalimantan), Kepulauan Sangihe, hingga NTT, di mana laptop tersebut berakhir tersimpan di lemari sekolah karena kendala teknis dan infrastruktur internet yang nihil.

Advertisement

Salah satu poin paling krusial yang diangkat adalah ketimpangan prioritas anggaran. Di saat pemerintah mengucurkan dana untuk pengadaan Chromebook, banyak guru honorer di daerah 3T yang masih berjuang dengan upah di bawah standar.

“Guru daerah honorer 3T itu cuma dapat beberapa persen dari dana BOS, mungkin Rp150.000 sampai Rp300.000 per bulan. Itu pun cairnya tiga bulan sekali. Bagi kami, beli laptop itu buat apa? Kami lebih butuh gaji yang layak dan fasilitas sekolah yang tidak rusak,” tegasnya.

Data internal kementerian sebenarnya menunjukkan bahwa kebutuhan perangkat TIK di daerah tertinggal hanya sebesar 17,4%. Namun, kebijakan ini tetap dipaksakan secara merata di seluruh Indonesia.

Iman juga memperkenalkan istilah “Beban Digital”, di mana digitalisasi justru menambah beban kerja guru melalui puluhan aplikasi pelaporan. Riset internal menunjukkan bahwa banyak guru harus begadang hingga larut malam hanya untuk mengisi aplikasi demi memenuhi tuntutan sistem.

“Aplikasi seharusnya memudahkan, tapi sekarang guru yang harus melayani teknologi. Ini adalah ekosistem yang dipaksakan,” tambah Iman.

Advertisement

Terkait proses hukum yang sedang berjalan, P2G mengapresiasi langkah kejaksaan yang mulai mengungkap fakta-fakta persidangan. Terungkapnya adanya “tim bayangan” (shadow team) dan kajian teknis yang diduga dimanipulasi memperkuat kecurigaan bahwa proyek ini memang bermasalah sejak awal.

Iman berharap penegakan hukum tidak berhenti pada level teknis, tetapi menjangkau siapapun yang berkontribusi terhadap rusaknya sistem pendidikan melalui skandal ini.

“Ini bukan tentang individu, tapi tentang siapapun yang terlibat dalam korupsi Chromebook yang merusak pendidikan kita. Mereka harus dihukum,” pungkasnya.

Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri
Politik5 bulan ago

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Kaisar Abu Hanifah: Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri

Anggota Komisi VII DPR RI, Kaisar Abu Hanifah, menyoroti rencana pemerintah melalui PT Agrinas Pangan Nusantara yang akan mengimpor 105.000...

Modus Hindari Pembayaran THR, Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan! Modus Hindari Pembayaran THR, Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!
Politik5 bulan ago

Modus Hindari Pembayaran THR, Zainul Munasichin: Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!

Anggota Komisi IX DPR RI, Zainul Munasichin, merespons komitmen PT Karunia Alam Segar sebagai produsen Mie Sedaap di Gresik, Jawa Timur,...

Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer Terkait Polemik Paspor Asing Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer Terkait Polemik Paspor Asing
Politik5 bulan ago

Terkait Polemik Paspor Asing, Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer

Anggota Komisi XIII DPR RI Yanuar Arif Wibowo menyoroti polemik yang melibatkan influencer Dwi Sasetyaningtyas setelah pernyataannya terkait kebanggaan memiliki...

Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim
Politik5 bulan ago

Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Masih Adanya Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim

Anggota Komisi X DPR RI Muhammad Nur Purnamasidi menyoroti masih adanya paradoks dalam pembangunan kepemudaan di Provinsi Jawa Timur. Meskipun...

Darori Wonodipuro Darori Wonodipuro
Politik5 bulan ago

Darori Wonodipuro Dorong RUU Komoditas Strategis Selaras Aturan Perdagangan Internasional

Badan Legislasi (Baleg) DPR RI menekankan pentingnya penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Komoditas Strategis yang selaras dengan aturan perdagangan internasional...

Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong
Politik5 bulan ago

Lestari Moerdijat: Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong

Anggota Komisi X DPR RI Lestari Moerdijat mendorong penguatan kolaborasi antara pemuda terdidik dan komunitas penggerak akar rumput, sebagai upaya...

Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara
Politik5 bulan ago

Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara

Anggota Komisi II DPR RI Komarudin Watubun menegaskan pentingnya penanganan serius terhadap wilayah perbatasan negara melalui pembentukan Panitia Khusus (Pansus)...

Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa
Politik5 bulan ago

Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa

Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih mendorong agar kebijakan dan program kepemudaan tidak hanya berfokus pada kalangan mahasiswa,...

Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara
Politik5 bulan ago

Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara

Anggota Komisi II DPR RI Taufan Pawe menegaskan pentingnya pengelolaan kawasan perbatasan Papua yang komprehensif dan berkelanjutan agar masyarakat benar-benar...

Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang
Politik5 bulan ago

Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang

Komisi XI DPR RI menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap kinerja penerimaan negara tahun 2025 sebagai pijakan kebijakan fiskal di tahun...