Connect with us

Nasional

Lawatan ke Prancis Berbuah Manis, Prabowo Kantongi Kerja Sama Rp61,25 Triliun

Published

on

Presiden Prabowo Subianto membawa sejumlah hasil konkret dari lawatannya ke Prancis sejak Senin (25/5) malam. Prabowo tiba kembali di Tanah Air pada Sabtu (30/5).

Sejumlah capaian tersebut diwujudkan melalui berbagai kesepakatan kerja sama, mulai dari sektor energi hingga pertahanan, dengan total nilai mencapai USD 3,5 miliar atau Rp 61,25 triliun (asumsi kurs Rp 17.500/USD).

Kesepakatan itu dicapai dalam Forum CEO Indonesia–Prancis yang sekaligus meluncurkan France-Indonesia High Level Business Council (FI-HLBC), sebuah forum bisnis tingkat tinggi yang disaksikan langsung oleh Prabowo dan Presiden Republik Prancis Emmanuel Macron untuk memperkuat hubungan bilateral kedua negara.

“Ini saya kira sangat penting, dan kami menyambut gembira partisipasi serta kehadiran perusahaan-perusahaan Prancis yang terus berkontribusi dalam perekonomian Indonesia,” ujar Prabowo ditulis Sabtu (30/5).

Sementara itu, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani, yang turut mendampingi Prabowo dalam lawatan tersebut, mengatakan FI-HLBC merupakan langkah strategis untuk memperkuat hubungan ekonomi Indonesia dan Prancis.

Advertisement

Menurut Rosan, forum bisnis tersebut mempertemukan 30 pimpinan industri dan perusahaan terkemuka dari kedua negara dengan total kapitalisasi pasar gabungan mencapai USD 1,3 triliun.

“Forum ini tidak hanya menjadi wadah dialog antara pelaku usaha, tetapi juga menjadi mesin penggerak untuk mendorong investasi, perdagangan, dan kerja sama strategis yang memberikan manfaat nyata bagi kedua negara,” ujar Rosan.

Rosan menegaskan bahwa capaian kerja sama baru senilai USD 3,5 miliar tersebut menjadi bukti kepercayaan dunia usaha Prancis terhadap Indonesia masih sangat besar dan terus meningkat.

“Kesepakatan yang tercapai menunjukkan bahwa Indonesia dipandang sebagai mitra strategis yang memiliki prospek pertumbuhan jangka panjang dan iklim investasi yang semakin kompetitif,” kata Rosan.

Daftar Kerja Sama Baru Indonesia–Prancis

1. Kadin dan MEDEF International

Kadin Indonesia dan MEDEF International resmi meluncurkan France-Indonesia High-Level Business Council melalui penandatanganan nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU).

Advertisement

Forum bisnis ini akan menjadi wadah dialog tingkat tinggi antara pelaku usaha kedua negara guna mengawal berbagai komitmen investasi dan perdagangan.

Kedua organisasi juga sepakat menggelar forum bisnis tahunan secara bergantian di Jakarta dan Paris, serta mengadakan rapat koordinasi tingkat wakil setiap kuartal.

Melalui forum tersebut, Indonesia dan Prancis menargetkan perdagangan bilateral meningkat tiga kali lipat pada 2035, dari USD 2,6 miliar saat ini.

2. Pertamina dan SLB/PT Schlumberger Geophysics Nusantara

Pertamina menandatangani kerja sama dengan SLB/PT Schlumberger Geophysics Nusantara untuk pengembangan teknologi migas dan energi bersih.

Kolaborasi ini mencakup penerapan teknologi skala besar di aset-aset Pertamina, mulai dari enhanced oil recovery (EOR), pengembangan sumber daya migas nonkonvensional, digitalisasi dan kecerdasan buatan (AI), hingga optimalisasi biaya produksi.

Advertisement

Kerja sama tersebut juga meliputi program pengurangan emisi karbon melalui efisiensi energi, carbon capture and storage (CCS), minimisasi flare, serta pengembangan energi panas bumi.

3. Pertamina dan TotalEnergies

Pertamina juga meneken kesepakatan dengan perusahaan energi asal Prancis, TotalEnergies, guna memperluas kerja sama di sektor energi yang sebelumnya telah terjalin.

Kerja sama mencakup sektor hulu migas, LNG, perdagangan energi, biofuel, energi terbarukan, hingga bisnis rendah karbon.

Kedua perusahaan akan menjajaki studi bersama, tender proyek, farm-in, migas nonkonvensional, CCS/CCUS, serta pengembangan kilang hijau dan energi terbarukan.

4. Danantara dan Thales

Danantara melalui PT Len Industri memvalidasi Letter of Intent (LoI) dengan perusahaan pertahanan Prancis, Thales, untuk melanjutkan proyek industri pertahanan.

Advertisement

Kerja sama tersebut mencakup rencana pembangunan pabrik radar ‘Made in Indonesia’, pengembangan tactical data link, sistem komando dan kendali, fasilitas pemeliharaan, serta pelatihan radar.

Kolaborasi ini menjadi kelanjutan kemitraan strategis PT Len dan Thales yang sebelumnya telah mencakup radar pertahanan udara, kerja sama antariksa, dan sistem tempur TNI AL.

Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri
Politik5 bulan ago

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Kaisar Abu Hanifah: Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri

Anggota Komisi VII DPR RI, Kaisar Abu Hanifah, menyoroti rencana pemerintah melalui PT Agrinas Pangan Nusantara yang akan mengimpor 105.000...

Modus Hindari Pembayaran THR, Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan! Modus Hindari Pembayaran THR, Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!
Politik5 bulan ago

Modus Hindari Pembayaran THR, Zainul Munasichin: Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!

Anggota Komisi IX DPR RI, Zainul Munasichin, merespons komitmen PT Karunia Alam Segar sebagai produsen Mie Sedaap di Gresik, Jawa Timur,...

Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer Terkait Polemik Paspor Asing Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer Terkait Polemik Paspor Asing
Politik5 bulan ago

Terkait Polemik Paspor Asing, Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer

Anggota Komisi XIII DPR RI Yanuar Arif Wibowo menyoroti polemik yang melibatkan influencer Dwi Sasetyaningtyas setelah pernyataannya terkait kebanggaan memiliki...

Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim
Politik5 bulan ago

Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Masih Adanya Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim

Anggota Komisi X DPR RI Muhammad Nur Purnamasidi menyoroti masih adanya paradoks dalam pembangunan kepemudaan di Provinsi Jawa Timur. Meskipun...

Darori Wonodipuro Darori Wonodipuro
Politik5 bulan ago

Darori Wonodipuro Dorong RUU Komoditas Strategis Selaras Aturan Perdagangan Internasional

Badan Legislasi (Baleg) DPR RI menekankan pentingnya penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Komoditas Strategis yang selaras dengan aturan perdagangan internasional...

Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong
Politik5 bulan ago

Lestari Moerdijat: Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong

Anggota Komisi X DPR RI Lestari Moerdijat mendorong penguatan kolaborasi antara pemuda terdidik dan komunitas penggerak akar rumput, sebagai upaya...

Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara
Politik5 bulan ago

Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara

Anggota Komisi II DPR RI Komarudin Watubun menegaskan pentingnya penanganan serius terhadap wilayah perbatasan negara melalui pembentukan Panitia Khusus (Pansus)...

Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa
Politik5 bulan ago

Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa

Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih mendorong agar kebijakan dan program kepemudaan tidak hanya berfokus pada kalangan mahasiswa,...

Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara
Politik5 bulan ago

Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara

Anggota Komisi II DPR RI Taufan Pawe menegaskan pentingnya pengelolaan kawasan perbatasan Papua yang komprehensif dan berkelanjutan agar masyarakat benar-benar...

Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang
Politik5 bulan ago

Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang

Komisi XI DPR RI menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap kinerja penerimaan negara tahun 2025 sebagai pijakan kebijakan fiskal di tahun...