Politik
Habiburokhman: RUU Perampasan Aset Jadi Prioritas Utama Komisi III DPR
Published
1 hari agoon
Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman, menegaskan bahwa pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset menjadi salah satu prioritas utama Komisi III DPR RI. Untuk memperkaya substansi regulasi tersebut, Komisi III terus memperluas partisipasi publik dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat melalui Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) sejak tahap awal penyusunan.
Menurut Habiburokhman, pelibatan publik merupakan bentuk komitmen DPR dalam menyusun regulasi yang komprehensif, akuntabel, dan mampu mengakomodasi berbagai aspirasi masyarakat. Ia menegaskan bahwa RUU Perampasan Aset merupakan undang-undang baru sehingga memerlukan pembahasan yang lebih mendalam dibandingkan revisi undang-undang yang sudah ada.
“Hari ini ada banyak beredar bahwa Komisi III menolak membahas RUU Perampasan Aset. Teman-teman juga menjadi saksi bagaimana sudah beberapa minggu ini kita gas terus soal RUU Perampasan Aset. Kita memaksimalkan mengundang atau memenuhi permintaan pemberian pendapat dari berbagai elemen masyarakat terkait RUU ini,” ujar Habiburokhman dalam konferensi pers di Gedung Nusantara II, DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (13/7/2026).
Pejuang Politik Gerindra itu menjelaskan, Komisi III telah menerima berbagai masukan dari pemerintah, akademisi, pakar hukum, organisasi advokat, koalisi masyarakat sipil, organisasi mahasiswa, hingga mahasiswa Indonesia yang sedang menempuh pendidikan di luar negeri.
Dalam waktu dekat, Komisi III juga akan kembali menggelar RDPU dengan menghadirkan sejumlah narasumber, termasuk perwakilan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dari berbagai perguruan tinggi.
Habiburokhman menegaskan bahwa fokus Komisi III saat ini sepenuhnya diarahkan pada pembahasan RUU Perampasan Aset. Bahkan, sejumlah agenda pembahasan RUU lainnya untuk sementara ditunda agar proses penyusunan regulasi tersebut dapat berjalan secara optimal.
“Jadi kita ini gaspol terus. Sementara belum ada kita agendakan RDPU undang-undang lain selain Perampasan Aset karena memang kita prioritaskan,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan masih terdapat sejumlah isu krusial yang terus didalami dalam pembahasan RUU tersebut. Di antaranya menyangkut keseimbangan antara optimalisasi pemulihan aset (asset recovery) dengan perlindungan hak-hak masyarakat agar tidak terjadi penyalahgunaan kewenangan, usulan pembentukan lembaga khusus pengelola aset sitaan, hingga penyempurnaan nomenklatur dalam RUU agar selaras dengan praktik internasional.
Menurut Habiburokhman, seluruh masukan yang disampaikan masyarakat akan menjadi bahan pertimbangan Komisi III sebelum RUU Perampasan Aset memasuki tahapan pembahasan selanjutnya.
“Komisi III berkomitmen menyusun regulasi yang efektif. Bahkan sementara ini belum ada RDPU untuk undang-undang lain selain RUU Perampasan Aset, karena memang ini menjadi prioritas,” pungkasnya.
Menhan Bekali Capaja TNI-Polri 2026, Tekankan Semangat Generasi 45 dan Integritas
Presiden Prabowo Kumpulkan Dewan Ekonomi Nasional, Bahas Penguatan Ekonomi dan Percepatan GovTech
Menhan RI Hadiri Alumni Launch Ceremony dan The SAF Day Reception
Kemhan dan Komisi I DPR RI Perkuat Akuntabilitas Pengelolaan APBN Pertahanan Tahun 2025
Rina Saadah Dorong Pemerintah Perkuat Mitigasi Hadapi Ancaman El Nino
DP Penyelenggaraan Haji 2027 Rp4 T, Mahdalena Pastikan Layanan Jemaah Lebih Baik
Purbaya Sebut Anggaran Pendidikan Tak Sampai 20 Persen, Lalu Hadrian Irfani: Pemerintah Harus Laksanakan Amanat Konstitusi
Pusrehabkeshan Kemhan Buka Rehabilitasi Terpadu Return To Duty Angkatan 51 Gelombang II Tahun 2026
Prabowo Subianto Pernah Tolak Kapal Perang Iran di MNEK 2025 karena Tekanan Amerika Serikat?
Prabowo Subianto Disebut Pernah Tolak Dua Kapal Perang Iran di The Multilateral Naval Exercise Komodo 2025
Turn Back Hoax: [SALAH] Gambar Detik.com Ganjar Menonton Video Bokep
Salat Jumat di Masjid Abdullah Noor Pecenongan, Wapres Sapa Warga dan Salurkan Bantuan Sembako
Perolehan Medali Sea Games 2025, Indonesia Sementara Kumpulkan 62 Emas
Ketua ICMI Orda Kota Bekasi Inayatullah Hadiri Kajian Tafsir Tematik
Kalender November 2025: Tanggal Merah, Hari Besar, Weton Jawa dan Hijriah
Menhan Sjafrie Hadiri Buka Puasa Bersama Kuasa Usaha Ad Interim AS untuk Indonesia, Perkuat Kemitraan Pertahanan

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Kaisar Abu Hanifah: Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri
Anggota Komisi VII DPR RI, Kaisar Abu Hanifah, menyoroti rencana pemerintah melalui PT Agrinas Pangan Nusantara yang akan mengimpor 105.000...
Modus Hindari Pembayaran THR, Zainul Munasichin: Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!
Anggota Komisi IX DPR RI, Zainul Munasichin, merespons komitmen PT Karunia Alam Segar sebagai produsen Mie Sedaap di Gresik, Jawa Timur,...
Terkait Polemik Paspor Asing, Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer
Anggota Komisi XIII DPR RI Yanuar Arif Wibowo menyoroti polemik yang melibatkan influencer Dwi Sasetyaningtyas setelah pernyataannya terkait kebanggaan memiliki...
Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Masih Adanya Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim
Anggota Komisi X DPR RI Muhammad Nur Purnamasidi menyoroti masih adanya paradoks dalam pembangunan kepemudaan di Provinsi Jawa Timur. Meskipun...
Darori Wonodipuro Dorong RUU Komoditas Strategis Selaras Aturan Perdagangan Internasional
Badan Legislasi (Baleg) DPR RI menekankan pentingnya penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Komoditas Strategis yang selaras dengan aturan perdagangan internasional...
Lestari Moerdijat: Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong
Anggota Komisi X DPR RI Lestari Moerdijat mendorong penguatan kolaborasi antara pemuda terdidik dan komunitas penggerak akar rumput, sebagai upaya...
Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara
Anggota Komisi II DPR RI Komarudin Watubun menegaskan pentingnya penanganan serius terhadap wilayah perbatasan negara melalui pembentukan Panitia Khusus (Pansus)...
Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa
Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih mendorong agar kebijakan dan program kepemudaan tidak hanya berfokus pada kalangan mahasiswa,...
Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara
Anggota Komisi II DPR RI Taufan Pawe menegaskan pentingnya pengelolaan kawasan perbatasan Papua yang komprehensif dan berkelanjutan agar masyarakat benar-benar...
Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang
Komisi XI DPR RI menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap kinerja penerimaan negara tahun 2025 sebagai pijakan kebijakan fiskal di tahun...

