Connect with us

Pemerintahan

10-12 September, Presiden Jokowi Akan Lakukan Kunjungan Kenegaraan ke Korsel dan Vietnam

Published

on

Presiden Jokowi dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo

Presiden Jokowi dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo

Presiden Joko Widodo (Jokowi) dijadwalkan akan melakukan kunjungan kenegaraan ke Korea Selatan (Korsel) dan Vietnam pada 10-12 September mendatang.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI Armanatha Nasir mengatakan, Presiden Jokowi akan mengawali kunjungan kenegaraannya ke Korsel pada 10-11 September, dilanjutkan dengan kunjungan ke Vietnam pada 11-12 September.

Kunjungan ke Seoul, Korsel, menurut Jubir Kemlu RI itu, merupakan kunjungan balasan yang dilakukan oleh Presiden Jokowi setelah Presiden Korsel berkunjung ke Indonesia, tahun lalu.

“Kunjungan ini juga bersamaan dengan peringatan 45 tahun hubungan diplomatik RI-Korsel,” kata Armanatha dalam konperensi pers d Kemlu, Jakarta, Kamis (6/9) siang.

Advertisement

Selama di Seoul, Presiden Jokowi dijadwalkan akan melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Korsel Moon Jae-in, menghadiri forum bisnis RI-Korsel, dan pertemuan bisnis kedua negara.

“Dalam kunjungan ini, akan ada beberapa nota kesepahaman (MoU) yang akan ditandatangani oleh pemerintah kedua negara, di antaranya Nota Kesepahaman di bidang legislasi, kerja sama imigrasi, kerja sama ekonomi, kerja sama pengembangan sumber daya manusia, kerja sama keamanan maritim, dan kerja sama biang lingkungan hidup dan kehutanan,” kata Direktur Asia Timur dan Pasifik Kemli Edi Yusup, yang mendampingi Jubir Kemlu Armanatha Nasir dalam konperensi pers itu.

Sementara dalam pertemuan bisnis yang dihadiri oleh Presiden Jokowi, menurut Edi, akan ada penandatanganan 10 nota kesepahaman yang nilainya bisa mencapai sekitar satu miliar dollar AS.

Selama di Seoul itu, Presiden Jokowi juga dijadwalkan untuk memberikan kuliah umum di Hankuk Universitas, dan juga bertemu dengan para pemuda Indonesia di Seoul.

Kerja sama Ekonomi

Advertisement

Mengenai kunjungan kenegaraan ke Vietnam, Juru Bicara Kemlu RI Armanatha Nasir mengatakan, akan dilakukan setelah agenda Presiden Jokowi di Seoul selesai. Diperkirakan, Presiden akan tiba di Hanoi, pada Senin (11/9) siang, dan akan bertemu Presiden Vietnam Tran Dai Quang.

Kunjungan kenegaraan Presiden RI ke Vietnam itu, lanjut Armanatha, dilakukan untuk meningkatkan kerja sama ekonomi dan akses pasar antar Indonesia dan Vietnam.

Menurut Juru bicara Kemlu RI itu, Indonesia dan Vietnam adalah dua negara dengan populasi terbesar pertama dan ketiga di ASEAN.

“Pertumbuhan ekonomi kedua negara juga cukup bagus, rata-rata lima persen, sehingga kedua negara memiliki peluang untuk bekerja sama,” kata Armanatha.

Ia menyebutkan, ada beberpa isu bilateral yang akan dibahas dalam pertemuan antara Presiden RI dengan Presiden Vietnam, di antaranya mengenai percepatan penyelesaian negosiasi batas Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) kedua negara.

Advertisement

Selain itu, lanjut Armanatha, juga akan dibahas mengenai peningkatan perdagangan dan investasi Indonesia-Vietnam, dengan beberapa upaya yang terkait dengan pengurangan hambatan dagang kedua negara.

Dalam kunjungan ke Vietnam itu, menurut Armanatha, Presiden Jokowi juga akan menjadi panelis pada World Economic Forum (WEF) on ASEAN: Priorities in The Fourth Industry Revolution. (ANT/ES)

 

Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri
Politik5 bulan ago

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Kaisar Abu Hanifah: Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri

Anggota Komisi VII DPR RI, Kaisar Abu Hanifah, menyoroti rencana pemerintah melalui PT Agrinas Pangan Nusantara yang akan mengimpor 105.000...

Modus Hindari Pembayaran THR, Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan! Modus Hindari Pembayaran THR, Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!
Politik5 bulan ago

Modus Hindari Pembayaran THR, Zainul Munasichin: Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!

Anggota Komisi IX DPR RI, Zainul Munasichin, merespons komitmen PT Karunia Alam Segar sebagai produsen Mie Sedaap di Gresik, Jawa Timur,...

Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer Terkait Polemik Paspor Asing Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer Terkait Polemik Paspor Asing
Politik5 bulan ago

Terkait Polemik Paspor Asing, Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer

Anggota Komisi XIII DPR RI Yanuar Arif Wibowo menyoroti polemik yang melibatkan influencer Dwi Sasetyaningtyas setelah pernyataannya terkait kebanggaan memiliki...

Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim
Politik5 bulan ago

Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Masih Adanya Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim

Anggota Komisi X DPR RI Muhammad Nur Purnamasidi menyoroti masih adanya paradoks dalam pembangunan kepemudaan di Provinsi Jawa Timur. Meskipun...

Darori Wonodipuro Darori Wonodipuro
Politik5 bulan ago

Darori Wonodipuro Dorong RUU Komoditas Strategis Selaras Aturan Perdagangan Internasional

Badan Legislasi (Baleg) DPR RI menekankan pentingnya penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Komoditas Strategis yang selaras dengan aturan perdagangan internasional...

Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong
Politik5 bulan ago

Lestari Moerdijat: Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong

Anggota Komisi X DPR RI Lestari Moerdijat mendorong penguatan kolaborasi antara pemuda terdidik dan komunitas penggerak akar rumput, sebagai upaya...

Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara
Politik5 bulan ago

Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara

Anggota Komisi II DPR RI Komarudin Watubun menegaskan pentingnya penanganan serius terhadap wilayah perbatasan negara melalui pembentukan Panitia Khusus (Pansus)...

Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa
Politik5 bulan ago

Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa

Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih mendorong agar kebijakan dan program kepemudaan tidak hanya berfokus pada kalangan mahasiswa,...

Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara
Politik5 bulan ago

Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara

Anggota Komisi II DPR RI Taufan Pawe menegaskan pentingnya pengelolaan kawasan perbatasan Papua yang komprehensif dan berkelanjutan agar masyarakat benar-benar...

Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang
Politik5 bulan ago

Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang

Komisi XI DPR RI menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap kinerja penerimaan negara tahun 2025 sebagai pijakan kebijakan fiskal di tahun...