Connect with us

Nasional

Menengok Busana Pengantin Banjar dari Abad-15 Hingga Abad-19

Published

on

Kabarpolitik.com, BANJARMASIN – Aula Kayuh Baimbai diberi catwalk untuk sebuah fashion show sederhana, Sabtu (20/10) pagi. Tiga pasang model bak pengantin berjalan perlahan di atas karpet merah. Penonton pun terpukau.

Yang mengejutkan, riasan dan busana yang mereka kenakan adalah pakaian adat Banjar seasli-aslinya. Para pendahulu ternyata punya selera fashion yang tinggi. Yang kuno memang tak selalu kolot.

Penampilan pertama adalah Bagajah Gamuling Baular Lulut. Busana pengantin Banjar dari abad ke-15 sampai 16. Di sini, pengaruh budaya Hindu masih kental sekali.

Lalu Baamar Galung Pancaran Matahari dari abad ke-17 sampai 18. Inilah busana pengantin Banjar yang paling populer. Digemari masyarakat hingga sekarang.

Dan terakhir, Babajukan Galung Pacinan. Busana dari abad ke-19 ini mengawinkan budaya Banjar, Tionghoa dan Arab. Pakaiannya lebih tertutup dan longgar. Dengan pilihan warna merah ala kelenteng.

Advertisement

Pagelaran busana itu merupakan bagian dari peluncuran buku Busana Pengantin Adat Banjar Pakem dari Abad ke Abad. Penulisnya adalah desainer kondang Kawang Yoedha.

Mengusung suara dari masa lampau, bukan berarti Kawang Yoedha anti perubahan. Kawang tak masalah dengan sentuhan kontemporer pada busana pengantin Banjar.

“Boleh-boleh saja. Asal pijakannya jangan lepas. Kreasi modernnya jangan sampai melampaui 80 persen dari keseluruhan pakaian. Itu patokannya,” jelasnya dikutip dari Radar Banjarmasin (Jawa Pos Group), Minggu (21/10).

Misi Kawang bermula dari keresahan. Melihat busana pengantin Banjar yang bergeser terlalu jauh dari budayanya. Dalam bahasa yang lebih tegas: kehilangan jati diri.

“Contoh, mahkotanya Banjar, tapi bawahannya rok mengembang seperti boneka barbie. Ini pengantin Eropa atau pengantin Banjar?” cecarnya.

Advertisement

Maka, dia mengajak desainer muda untuk menggali dan melestarikan warisan budayanya. “Leluhur kita susah payah menggalinya. Bagaimana agar busana kita khas. Berbeda dengan 33 provinsi lainnya. Setiap detil ada filosofinya,” bebernya.

Pengakuan bahkan datang dari Martha Tilaar, pengusaha kosmetik dan jamu terbesar di Indonesia. Kawang mengaku mendengar langsung dari mulut Martha yang terkagum-kagum melihat busana pengantin adat Banjar.

“Kalau Bu Martha saja kagum, kenapa kita malah malu? Desainer dan penata rias muda jangan mau kalah oleh gempuran globalisasi,” tegasnya.

Namun, Kawang tak ingin melulu menyalahkan para desainer dari generasi belakangan. Dia menyadari, beberapa aksesori pada busana pengantin Banjar terbilang langka.

Tak bisa ditemukan di pasar karena memang tak ada lagi yang membuatnya. “Saya berharap, ke depan bisa bekerja sama dengan sejumlah perajin lokal,” pungkasnya.

Advertisement

Buku itu diluncurkan Ketua Dekranasda (Dewan Kerajinan Nasional Daerah) Banjarmasin, Siti Wasilah. Dia melihat, busana pengantin Banjar itu tak sekadar cantik, tapi juga tampak sakral.

“Ini bentuk penghargaan orang Banjar terhadap lembaga keluarga. Saya berharap banyak yang akan membeli buku ini,” ujarnya.

Istri wali kota itu menambahkan, semangat pelestarian budaya tak mesti selalu berbenturan dengan tren mode yang berubah sangat cepat. “Bukan berarti anti mode. Prinsipnya adalah mengikuti perkembangan zaman tanpa kehilangan nilai,” imbuh Wasilah. (jpg/est/JPC)

rn
source

Advertisement
Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri
Politik6 bulan ago

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Kaisar Abu Hanifah: Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri

Anggota Komisi VII DPR RI, Kaisar Abu Hanifah, menyoroti rencana pemerintah melalui PT Agrinas Pangan Nusantara yang akan mengimpor 105.000...

Modus Hindari Pembayaran THR, Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan! Modus Hindari Pembayaran THR, Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!
Politik6 bulan ago

Modus Hindari Pembayaran THR, Zainul Munasichin: Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!

Anggota Komisi IX DPR RI, Zainul Munasichin, merespons komitmen PT Karunia Alam Segar sebagai produsen Mie Sedaap di Gresik, Jawa Timur,...

Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer Terkait Polemik Paspor Asing Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer Terkait Polemik Paspor Asing
Politik6 bulan ago

Terkait Polemik Paspor Asing, Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer

Anggota Komisi XIII DPR RI Yanuar Arif Wibowo menyoroti polemik yang melibatkan influencer Dwi Sasetyaningtyas setelah pernyataannya terkait kebanggaan memiliki...

Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim
Politik6 bulan ago

Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Masih Adanya Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim

Anggota Komisi X DPR RI Muhammad Nur Purnamasidi menyoroti masih adanya paradoks dalam pembangunan kepemudaan di Provinsi Jawa Timur. Meskipun...

Darori Wonodipuro Darori Wonodipuro
Politik6 bulan ago

Darori Wonodipuro Dorong RUU Komoditas Strategis Selaras Aturan Perdagangan Internasional

Badan Legislasi (Baleg) DPR RI menekankan pentingnya penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Komoditas Strategis yang selaras dengan aturan perdagangan internasional...

Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong
Politik6 bulan ago

Lestari Moerdijat: Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong

Anggota Komisi X DPR RI Lestari Moerdijat mendorong penguatan kolaborasi antara pemuda terdidik dan komunitas penggerak akar rumput, sebagai upaya...

Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara
Politik6 bulan ago

Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara

Anggota Komisi II DPR RI Komarudin Watubun menegaskan pentingnya penanganan serius terhadap wilayah perbatasan negara melalui pembentukan Panitia Khusus (Pansus)...

Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa
Politik6 bulan ago

Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa

Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih mendorong agar kebijakan dan program kepemudaan tidak hanya berfokus pada kalangan mahasiswa,...

Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara
Politik6 bulan ago

Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara

Anggota Komisi II DPR RI Taufan Pawe menegaskan pentingnya pengelolaan kawasan perbatasan Papua yang komprehensif dan berkelanjutan agar masyarakat benar-benar...

Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang
Politik6 bulan ago

Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang

Komisi XI DPR RI menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap kinerja penerimaan negara tahun 2025 sebagai pijakan kebijakan fiskal di tahun...