Connect with us

Nasional

Ini Dia Film Lawas Indonesia yang Dibuat Ulang di Era Millenials

Published

on

Kabarpolitik.com, JAKARTA – Film-film Indonesia memiliki tempat sendiri di hati para penggemarnya. Tak kalah saing dari film-film luar negeri, film Indonesia dari dulu hingga sekarang sering kali menjadi fenomena sendiri. Terbukti dari beberapa film yang diremake atau dibuat ulang.

 

  1. Warkop DKI Reborn

Trio Warkop Dono, Kasino, Indro, sudah menjadi ikon film komedi jadul, film-filmnya pun masih melekat di hati para penonton pada zamannya. Tahun 2016, ide untuk me-remake Warkop DKI disambut baik oleh masyarakat, film ini mendulang sukses dan sangat banyak yana antusias menyaksikannya. Vino G. Bastian, Tora Sudiro, dan Abimana memerankan tokoh Warkop DKI di era milenial. Mereka bisa dibuat sangat mirip secara tampilan, apalagi dengan kemampuan akting yang mumpuni.

 

2.Wiro Sableng

Bermain di film remake Wiro Sableng, Vino G. Bastian yang sekaligus anak dari almarhum Bastian Tito, pembuat komik Wiro Sableng itu memerankan karakter ciptaan ayahnya dengan baik. Wiro Sableng zaman dahulu memang bukan film layar lebar, tapi kini dibuat cerita yang lebih fresh seperti pahlawan-pahlawan Marvel. Film Wiro Sableng 212 Warrior ini adalah film Indonesia pertama yang digarap Fox International Production.

Advertisement

 

  1. Bernapas Dalam Kubur

Film Suzanna zaman dulu, Bernapas Dalam Kubur dibuat ulang. Aktris Luna Maya dipercaya memerankan sosok Suzanna, sang ratu horor Indonesia. Banyak yang memuji Luna Maya dalam film ini karena berhasil didandani sangat mirip dengan tokoh film horor paling ikonik tahun 70-an itu. Kira-kira sama ngerinya nggak ya sama yang dulu?

 

  1. Lagi-Lagi Ateng

Setelah cerita dari film-film Warkop DKI dan Suzzanna, kini kisah dari film mendiang pelawak Andreas Leo Ateng Suripto alias Ateng akan diangkat ke layar lebar. Film yang diproduksi oleh 13 Entertainment dengan Dirgahayu Productions dan Ideosource Entertainment itu diberi judul Lagi-Lagi Ateng.

Film drama komedi keluarga itu diperankan oleh dua tokoh utama, yakni Augie Fantinus sebagai Ateng dan Soleh Solihun sebagai Iskak. Keduanya merupakan sahabat dekat dari grup lawak legendaris 70-an Kwartet Jaya bersama Eddy Sud dan Bing Slamet. Sayangnya saat ini Augie Fantinus sedang tersandung kasus hukum. Meski syuting sudah selesai jauh-jauh hari, kira-kira akan mengganggu penayangan tidak ya? Hingga saat ini produser yang bersangkutan belum mau menanggapi. (yln/JPC)

rn
source

Advertisement
Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri
Politik6 bulan ago

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Kaisar Abu Hanifah: Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri

Anggota Komisi VII DPR RI, Kaisar Abu Hanifah, menyoroti rencana pemerintah melalui PT Agrinas Pangan Nusantara yang akan mengimpor 105.000...

Modus Hindari Pembayaran THR, Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan! Modus Hindari Pembayaran THR, Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!
Politik6 bulan ago

Modus Hindari Pembayaran THR, Zainul Munasichin: Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!

Anggota Komisi IX DPR RI, Zainul Munasichin, merespons komitmen PT Karunia Alam Segar sebagai produsen Mie Sedaap di Gresik, Jawa Timur,...

Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer Terkait Polemik Paspor Asing Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer Terkait Polemik Paspor Asing
Politik6 bulan ago

Terkait Polemik Paspor Asing, Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer

Anggota Komisi XIII DPR RI Yanuar Arif Wibowo menyoroti polemik yang melibatkan influencer Dwi Sasetyaningtyas setelah pernyataannya terkait kebanggaan memiliki...

Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim
Politik6 bulan ago

Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Masih Adanya Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim

Anggota Komisi X DPR RI Muhammad Nur Purnamasidi menyoroti masih adanya paradoks dalam pembangunan kepemudaan di Provinsi Jawa Timur. Meskipun...

Darori Wonodipuro Darori Wonodipuro
Politik6 bulan ago

Darori Wonodipuro Dorong RUU Komoditas Strategis Selaras Aturan Perdagangan Internasional

Badan Legislasi (Baleg) DPR RI menekankan pentingnya penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Komoditas Strategis yang selaras dengan aturan perdagangan internasional...

Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong
Politik6 bulan ago

Lestari Moerdijat: Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong

Anggota Komisi X DPR RI Lestari Moerdijat mendorong penguatan kolaborasi antara pemuda terdidik dan komunitas penggerak akar rumput, sebagai upaya...

Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara
Politik6 bulan ago

Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara

Anggota Komisi II DPR RI Komarudin Watubun menegaskan pentingnya penanganan serius terhadap wilayah perbatasan negara melalui pembentukan Panitia Khusus (Pansus)...

Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa
Politik6 bulan ago

Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa

Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih mendorong agar kebijakan dan program kepemudaan tidak hanya berfokus pada kalangan mahasiswa,...

Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara
Politik6 bulan ago

Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara

Anggota Komisi II DPR RI Taufan Pawe menegaskan pentingnya pengelolaan kawasan perbatasan Papua yang komprehensif dan berkelanjutan agar masyarakat benar-benar...

Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang
Politik6 bulan ago

Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang

Komisi XI DPR RI menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap kinerja penerimaan negara tahun 2025 sebagai pijakan kebijakan fiskal di tahun...