Connect with us

Nasional

Kejari Solo Musnahkan Senjata Api Seharga Rp 100 Juta

Published

on

Kabarpolitik.com, SOLO – Kejaksaan Negeri (Kejari) Solo melakukan pemusnahan 17 senjata api (senpi) ilegal dan 1.124 butir peluru, Senin (22/10). Dari belasan senpi tersebut, ada salah satu senpi yang harganya diperkirakan mencapai Rp 100 juta.

Selain memusnahkan Senpi dan peluru, Kejari juga memusnahkan sejumlah barang bukti lain hasil tindak kejahatan yang sudah berkekuatan hukum tetap sejak April hingga September 2018.

Pemusnahan barang bukti dihadiri Wali Kota Solo, F.X. Hadi Rudyatmo, Kapolresta Solo, Kombes Ribut Hari Wibowo dan sejumlah pejabat lainnya. Dalam kesempatan itu, Kepala Kejaksaan (Kejari) Solo, Teguh Subroto mengatakan, senpi yang dimusnahkan tersebut merupakan kasus importir yang akan dimasukkan ke Solo tetapi sudah tertangkap oleh polda Jateng.

“Kemudian disidangkan di Pengadilan Negeri (PN) Solo, itu satu kasus tetapi dengan tiga tersangka,” terang Teguh disela pemusnahan yang dilakukan di halaman kantor Kejari Solo.

Ditanya mengenai adanya Senpi yang harganya mencapai Rp 100 juta, Teguh mengatakan, dirinya mengaku tidak mengetahui secara pasti. Tetapi, berdasarkan informasi yang didapatkannya, senjata tersebut memang memiliki harga yang cukup fantastis.

Advertisement

“Kalau harga pastinya saya kurang tahu, tetapi katanya harganya memang segitu (Rp 100 juta),” terangnya.

Selain memusnahkan Senpi dan amunisi, ada sejumlah barang bukti lain yang turut dimusnahkan.

Dalam kesempatan yang sama, Seksi Pengelolaan Barang Bukti dan Barang Rampasan Kejari Solo, Hasrawati Musytari menjelaskan, Senpi tersebut merupakan barang bukti dari tiga tersangka yang sudah divonis. Diantaranya, Rudi Hartono alias Rudy Kasogi yang sudah divonis satu tahun enam bulan; Pilihanto alias Aan bin Domo dan Erwan Setiyanto alias Diazerv.

“Untuk tersangka sudah divonis semua, dengan vonis yang berbeda,” terangnya.

Diantaranya, sabu-sabu seberat 252,974 gram; timbangan digital 10 unit; alat hisap sabu atau bong 22 buah; ponsel sebanyak 35 buah; korek api 10 buah; kartu ATM sebanyak delapan buah serta celana Tas jaket dan bayu dengan total 18 buah. Selain itu ada juga dua alat judi, miras jenis ciu sebanyak empat jeriken, 1 drum alkohol, 180 botol ciu. (apl/JPC)

Advertisement

rn
source

Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri
Politik6 bulan ago

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Kaisar Abu Hanifah: Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri

Anggota Komisi VII DPR RI, Kaisar Abu Hanifah, menyoroti rencana pemerintah melalui PT Agrinas Pangan Nusantara yang akan mengimpor 105.000...

Modus Hindari Pembayaran THR, Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan! Modus Hindari Pembayaran THR, Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!
Politik6 bulan ago

Modus Hindari Pembayaran THR, Zainul Munasichin: Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!

Anggota Komisi IX DPR RI, Zainul Munasichin, merespons komitmen PT Karunia Alam Segar sebagai produsen Mie Sedaap di Gresik, Jawa Timur,...

Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer Terkait Polemik Paspor Asing Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer Terkait Polemik Paspor Asing
Politik6 bulan ago

Terkait Polemik Paspor Asing, Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer

Anggota Komisi XIII DPR RI Yanuar Arif Wibowo menyoroti polemik yang melibatkan influencer Dwi Sasetyaningtyas setelah pernyataannya terkait kebanggaan memiliki...

Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim
Politik6 bulan ago

Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Masih Adanya Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim

Anggota Komisi X DPR RI Muhammad Nur Purnamasidi menyoroti masih adanya paradoks dalam pembangunan kepemudaan di Provinsi Jawa Timur. Meskipun...

Darori Wonodipuro Darori Wonodipuro
Politik6 bulan ago

Darori Wonodipuro Dorong RUU Komoditas Strategis Selaras Aturan Perdagangan Internasional

Badan Legislasi (Baleg) DPR RI menekankan pentingnya penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Komoditas Strategis yang selaras dengan aturan perdagangan internasional...

Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong
Politik6 bulan ago

Lestari Moerdijat: Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong

Anggota Komisi X DPR RI Lestari Moerdijat mendorong penguatan kolaborasi antara pemuda terdidik dan komunitas penggerak akar rumput, sebagai upaya...

Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara
Politik6 bulan ago

Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara

Anggota Komisi II DPR RI Komarudin Watubun menegaskan pentingnya penanganan serius terhadap wilayah perbatasan negara melalui pembentukan Panitia Khusus (Pansus)...

Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa
Politik6 bulan ago

Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa

Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih mendorong agar kebijakan dan program kepemudaan tidak hanya berfokus pada kalangan mahasiswa,...

Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara
Politik6 bulan ago

Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara

Anggota Komisi II DPR RI Taufan Pawe menegaskan pentingnya pengelolaan kawasan perbatasan Papua yang komprehensif dan berkelanjutan agar masyarakat benar-benar...

Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang
Politik6 bulan ago

Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang

Komisi XI DPR RI menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap kinerja penerimaan negara tahun 2025 sebagai pijakan kebijakan fiskal di tahun...