Connect with us

Nasional

Jokowi Gratiskan Tol Suramadu, Begini Penjelasan Lengkap Wapres JK

Published

on

Kabarpolitik.com, JAKARTA – Penggratisan tol Suramadu penghubung Surabaya-Madura oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) tengah menjadi pergunjingan. Tak sedikit pihak yang menganggap kebijakan tersebut sarat kepentingan politik 2019.

Bahkan terbaru, elemen masyarakat yang tergabung dalam Forum Advokat Rantau (FARA) melaporkan ke Bawaslu RI tentang dugaan kampanye terselubung dalam kebijakan penggratisan tol Suramadu. Laporan itu telah diterima oleh Bawaslu dengan Nomor 09/LP/PP/RI/00.00/X/2018.

Terkait dugaan muatan politik itu, Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengatakan, penggratisan ini semata-mata bertujuan untuk mempermudah mobilisasi masyarakat. Selama ini perjalanan Surabaya-Madura atau sebaliknya selalu menggunakan kapal, kali ini bisa melalui jalur darat.

“Ini salah satu cara untuk memudahkan mobilitas di Madura, ya membebaskan itu (tol Suramadu, Red). Sama dengan jalan raya biasa,” ujar JK di kantor Wapres Jalan Medan Merdeka Utara, Selasa (30/10).

Penggratisan tol ini juga diharapkan bisa menekan beban ekonomi masyarakat Madura. Sehingga rakyat di sana bisa mengalokasikan uang mereka untuk kepentingan lain.

Advertisement

“Itu juga untuk memajukan Madura supaya ekonomi Madura lebih hidup,” imbuhnya.

Lebih lanjut, JK menjelaskan, digratiskannya tol Suramadu diharapkan mampu memantik berkembangnya industri di Madura. Sehingga pajak daerah bisa meningkat.

Peningkatan pendapatan pajak itu pada akhirnya dapat dipergunakan untuk membayar utang negara, terutama yang digunakan membangun jalan tersebut.

“Katakanlah kalau dengan itu (tol Suramadu digratiskan, Red) maka Madura industrinya berkembang. Maka otomatis pajak naik di Madura atau Surabaya dan sekitarnya. Dengan pajak itu kan kita bayarin utang-utang negara,” sambungnya.

Sementara itu, JK menjelaskan, adanya perlakuan berbeda dari pemerintah terhadap tol Suramadu dan tol lainnya yang masih dikenakan tarif, semata-mata hanya bertujuan untuk memberikan kesetaraan terhadap pelayanan publik. Mengingat selama ini di Madura dianggap tertinggal dari segi pembangunan.

Advertisement

“Madura kan dianggap ada keterlambatan dalam pembangunan. Dia harus dikasih insentif supaya dia maju,” pungkasnya.

(sat/JPC)

rn
source

Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri
Politik6 bulan ago

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Kaisar Abu Hanifah: Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri

Anggota Komisi VII DPR RI, Kaisar Abu Hanifah, menyoroti rencana pemerintah melalui PT Agrinas Pangan Nusantara yang akan mengimpor 105.000...

Modus Hindari Pembayaran THR, Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan! Modus Hindari Pembayaran THR, Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!
Politik6 bulan ago

Modus Hindari Pembayaran THR, Zainul Munasichin: Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!

Anggota Komisi IX DPR RI, Zainul Munasichin, merespons komitmen PT Karunia Alam Segar sebagai produsen Mie Sedaap di Gresik, Jawa Timur,...

Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer Terkait Polemik Paspor Asing Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer Terkait Polemik Paspor Asing
Politik6 bulan ago

Terkait Polemik Paspor Asing, Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer

Anggota Komisi XIII DPR RI Yanuar Arif Wibowo menyoroti polemik yang melibatkan influencer Dwi Sasetyaningtyas setelah pernyataannya terkait kebanggaan memiliki...

Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim
Politik6 bulan ago

Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Masih Adanya Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim

Anggota Komisi X DPR RI Muhammad Nur Purnamasidi menyoroti masih adanya paradoks dalam pembangunan kepemudaan di Provinsi Jawa Timur. Meskipun...

Darori Wonodipuro Darori Wonodipuro
Politik6 bulan ago

Darori Wonodipuro Dorong RUU Komoditas Strategis Selaras Aturan Perdagangan Internasional

Badan Legislasi (Baleg) DPR RI menekankan pentingnya penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Komoditas Strategis yang selaras dengan aturan perdagangan internasional...

Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong
Politik6 bulan ago

Lestari Moerdijat: Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong

Anggota Komisi X DPR RI Lestari Moerdijat mendorong penguatan kolaborasi antara pemuda terdidik dan komunitas penggerak akar rumput, sebagai upaya...

Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara
Politik6 bulan ago

Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara

Anggota Komisi II DPR RI Komarudin Watubun menegaskan pentingnya penanganan serius terhadap wilayah perbatasan negara melalui pembentukan Panitia Khusus (Pansus)...

Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa
Politik6 bulan ago

Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa

Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih mendorong agar kebijakan dan program kepemudaan tidak hanya berfokus pada kalangan mahasiswa,...

Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara
Politik6 bulan ago

Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara

Anggota Komisi II DPR RI Taufan Pawe menegaskan pentingnya pengelolaan kawasan perbatasan Papua yang komprehensif dan berkelanjutan agar masyarakat benar-benar...

Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang
Politik6 bulan ago

Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang

Komisi XI DPR RI menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap kinerja penerimaan negara tahun 2025 sebagai pijakan kebijakan fiskal di tahun...