Nasional
Sudjiwo Tedjo: Tepuk Tangan Dilarang? Cuma Buang-buang Waktu Kalau Tak Berlanjut Dukungan Nyata
Kabarpolitik.com, JAKARTA — Ribut-ribut soal larangan bertepuk tangan yang mulanya digaungkan Ketua Majelis Syuro Partai Masyumi Abdullah Hehamahua menjadi polemik yang diperdebatkan masyarakat.
Salah satunya budayawan kondang Sudjiwo Tedjo. Tepuk tangan dilarang? si dalang pun setuju. Katanya, tepuk tangan itu buang-buang waktu kalau tak berlanjut dukungan nyata.
“Topi koboiku misalnya, itu hadiah dari penonton di Melbourne. Abis aku nyanyi Titi Kolo Mongso, dia tak cuma berdiri tepuk tangan, tapi nyata ngasih topi koboi,” cuitnya di Twitter, Senin (26/4/2021).
Seorang anak muda Mojokerto juga demikian. Ia memberi Tedjo jaket yang dipakainya saat menonton pagelaran musiknya di Pesantren Kyai Mojo Jombang. Menurut Tedjo, dia tidak cuma tepuk tangan. Dia nyata-nyata mendukung dirinya.
“Makanya aku pelarangan tepuk tangan (saja) ini kusetujui,” katanya.
“Penonton wayangku, lupa di Yogya/Malang?, tak cuma tepuk tangan, ia nyata ngasih gelang. Seorang petani di Garut ngasih tembakau dari kebunnya sendiri abis nonton pembacaan puisiku. Dia tak buang-buang waktuku dengan hanya tepuk tangan. Ya, aku setuju tepuk tangan (saja) dilarang,” sambung Tedjo tegas.
Larangan tepuk tangan itu dilontarkan Abdullah Hehamahua. Dikatakan, kader Masyumi dilarang bertepuk tangan lantaran dianggap bagian dari budaya Yahudi.
Polemik larangan bertepuk tangan tersebut disampaikan Abdullah Hehamahua dalam Channel YouTube ‘Masyumi Memanggil’.rn(Fajar)rn


