Nasional
Polda Sumsel Dinilai Kurang Cermat, Natalius Pigai: Marwah Negara Jatuh
Kabarpolitik.com, JAKARTA–Mantan Komisioner Komnas HAM, Natalius Pigai turut mengomentari polemik sumbangan Rp2 triliun keluarga Akidi Tio.
Terbaru, sumbangan yang dijanjikan itu ternyata masih belum juga bisa diterima.
Menurut Natalius, ini terjadi karena Polda Sumatera Selatan tidak cermat.
“Polda tidak cermat selidiki kebenaran info,” tulisnya melalui akun Twitter pribadinya, Senin (2/8/2021) malam, sebagaimana dikutip PojokSatu.id.
Semestinya, kata dia, Polda Sumsel menggunakan sumber dayanya terlebih dahulu sebelum melangkah.
“Seharusnya menggunakan institusi intelijen untuk selidiki kebenaran,” sambungnya.
Natalius juga meniai Polda Sumsel telah lalai dalam polemik sumbangan Rp2 triliun tersebut.
Akibatnya, institusi negara pun dilecehkan dengan sangat mudah dan menjatuhkan marwah negara.
“Karena kelalaian tersebut intitusi negara telah dilecehkan. Marwah negara juga jatuh,” kata dia.
Kendati demikian, Natalius menegaskan bahwa permasalahan ini sama sekali tak berhubungan dengan pimpinan Polri.
“Meskipun demikian, harus disadari ini tidak ada kaitan dengan Pimpinan Polri,” tandasnya.
Kapolda Tidak Kenal Heriyanti
Sebelumnya, Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Supriadi, menceritakan ihwal sumbangan Rp2 triliun dari keluarga Akidi Tio.
Itu berawal dari komunikasi antara Kapolda Sumsel, Irjen Eko Indra Heri dengan Prof Dr dr Hardi Darmawan yang merupakan dokter keluarga Akidi Tio.
Dalam komunikasi pada 23 Juli itu, ada pembicaraan mengenai bantuan uang sebesar Rp2 triliun untuk penanganan pandemi Covid-19 di Palembang, Sumatera Selatan.rn(Fajar)rn


