Nasional
Muhammad Hatta dari Maros Menembus Olimpiade
Kabarpolitik.com — Muhammad Hatta berstatus sebagai hakim garis BWF. Di Olimpiade Tokyo 2020, ia bertugas mengawasi 25 pertandingan bulu tangkis. Empat di antaranya, partai milik atlet Indonesia.
Indonesia tidak hanya mengirimkan atlet-atlet terbaiknya di ajang multievent tersebut. Ada tiga hakim garis laga bulu tangkis. Salah satu di antaranya, Muhammad Hatta. ASN di Pemkab Maros ini mengantongi Sertifikat BWF (Badminton World Federation) International Line Judge.
“Kalau untuk hakim garis, saya memiliki sertifikat level dunia. Makanya bisa bertugas di ajang Olimpiade. Bukan wasit utama. Kalau untuk wasit, sertifikat saya masih di tingkat Asia atau Badminton Asia Certificated,” jelas Hatta, saat dihubungi penulis, Sabtu, 7 Agustus.
Saat berkisah, Hatta sedang menjalani karantina di Jakarta usai pulang dari Tokyo, Jepang. Pria kelahiran Sungguminasa, 13 Maret 1980 silam ini mengaku kiprahnya sebagai hakim garis di dunia tepok bulu sudah selesai. Ia menutupnya di ajang Olimpiade Tokyo 2020.
Hatta berada di level dunia sebagai hakim garis sejak 2017 lalu. Makanya, ia bisa menembus ajang empat tahunan itu. Di Tokyo, hanya ada tujuh perwakilan hakim garis dari Asia Tenggara yang diusulkan, termasuk dirinya.
Selama bertugas di Olimpiade, ia memiliki banyak kenangan. Di antaranya, menjalani swab PCR sebanyak tujuh kali berturut-turut. Semua hasilnya harus negatif. Belum lagi, kondisi pandemi membuat semua ofisial yang bertugas tidak boleh bepergian seenaknya dan wajib karantina.rn(Fajar)rn


