Connect with us

News

PON XX Membuktikan Indonesia Mampu Menyelenggarakan Kegiatan Besar di Tengah Pandemi

Published

on

JAKARTA – Upaya Sistematis pemerintah Indonesia dibantu seluruh lapisan masyarakat cukup berhasil dalam penanganan pandemi COVID-19.

Bahkan, Indonesia berhasil menyelenggarakan kegiatan besar di tengah pandemi tanpa adanya lonjakan kasus.

Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua 2021 menjadi bukti bahwa Indonesia mampu.

Meski demikian, Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Prof. Wiku Adisasmito mengakui walaupun tidak ada lonjakan, tetapi ditemukan kasus terkonfirmasi positif.

Tercatat, hingga 17 Oktober, total ada 176 kasus terkonfirmasi yang terdiri dari 97 atlet, 49 ofisial, 7 pelatih, 10 wasit yang mayoritas sudah sembuh.

Advertisement

Kasus lainnya dari awak media, panitia, hakim, dan sekuriti dengan positivity rate 1,13%. 

"Saat ini, lebih dari 60% telah dikarantina selama lima hari. Sisanya akan dipantau, terutama mereka yang dikarantina di daerah tersebut," kata Wiku dalam virtual International Media Briefing di Graha BNPB, Selasa (19/10/2021) yang disiarkan kanal YouTube BNPB Indonesia.

Selain itu, secara nasional Indonesia mampu mempertahankan kinerja penanganan COVID-19 yang terbukti sebagai negara dengan skor Recovery Index tertinggi di Asia Tenggara.

Bahkan dalam suasana pembukaan sektor sosial – ekonomi secara bertahap.

Penilaian ini ditinjau dari aspek manajemen kasus kontrol, vaksinasi, dan mobilitas suatu negara

Advertisement

Untuk itu, prestasi dan berbagai kekurangan kecil selama rangkaian acara perlu dijadikan pelajaran, terutama untuk penyelenggaraan event besar terdekat, Superbike Mandalika. 

Dari pengalaman PON XX, pembelajarannya bahwa perencanaan yang matang adalah hal paling krusial dalam menyelenggarakan sebuah event besar di tengah badai COVID-19.

Selain itu, evaluasi yang dilakukan setelah PON XX dapat dimanfaatkan sebagai dasar untuk mempersiapkan event-event yang akan datang. 

"Hasil evaluasi ini dapat digunakan tidak terbatas pada penyelenggaraan event olahraga, tetapi event-event lain yang melibatkan banyak orang. Untuk memastikan kegiatan tersebut dapat berjalan dengan lancar dan aman meskipun di tengah pandemi COVID-19," pungkas Wiku.

Berikut upaya pemerintah selama PON XX di Papua :

Advertisement

 Pra-acara: 

– Rapat koordinasi pemerintah pusat, baik Satgas maupun Kementerian/Lembaga terkait kelayakan wilayah, baik kondisi kasus, cakupan vaksinasi, maupun kesiapan umum sarana dan prasarana untuk menyelenggarakan event-event besar.

– Rapat koordinasi dengan  pemerintah daerah memastikan kesiapan dan komitmen pemerintah daerah menggelar acara besar dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat.

– Pembentukan Satgas Protokol Kesehatan 3M untuk rangkaian acara. Sebagai pihak yang dipilih mengawal kepatuhan prokes pada saat acara inti.

–  Pemantauan kesiapan teknis protokol kesehatan oleh tim pendamping dari Satgas COVID-19 pusat yang diterjunkan langsung ke daerah. Bertugas membina pihak daerah khususnya kesiapan penerapan prokes, mulai dari kecukupan masker, sarana cuci tangan, serta kemampuan Satgas Khusus PON XX.

Advertisement

 Selama Acara: 

– Memantau dan mengevaluasi kepatuhan terhadap protokol kesehatan. Dalam pelaksanaannya, berbagai pelanggaran yang ditemukan di lapangan menjadi masukan yang berarti, terutama upaya pengawasan dan penertiban perilaku peserta selama acara berlangsung.

– Pemantauan kasus positif di wilayah pelaksanaan dengan data yang tercatat oleh dinas kesehatan dan surveilans rutin khususnya bagi peserta acara.

–  Jika muncul kasus positif, segera dilakukan tindakan penanganan kasus positif melalui kewaspadaan rujukan untuk isolasi atau pengobatan, penelusuran kontak erat, dan penyelidikan epidemiologi untuk mengetahui sumber pola penyebarannya. Laporan Kemenkes menyebutkan munculnya kasus positif karena interaksi antar peserta di dalam ruangan dan saat makan bersama, atau longgarnya prokes saat menonton pertandingan dan perayaan yang berlebihan.

 – Memantau peserta yang telah menyelesaikan aktivitasnya di tengah acara saat pulang. Sebagaimana diatur dalam adendum kedua SE Satgas Nomor 17 Tahun 2021, kontingen PON XX wajib melakukan tes ulang setelah tiba di daerah asal dan karantina selama 5 hari atas biaya Satgas atau Pemda setempat. dengan tambahan bahwa jika hasil pertama negatif maka pada hari keempat. karantina diperlukan untuk melakukan tes PCR ulang. Jika ditemukan hasil positif pada salah satu hasil tes, kontingen harus menjalani isolasi atau perawatan di rumah sakit rujukan COVID-19 terdekat.

Advertisement

 Paska Acara: 

– Mengevaluasi pelaksanaan kebijakan kegiatan utama. Misalnya, kewajiban pelaksanaan PCR Rutin sebelum pertandingan dan keberangkatan, kewajiban menyediakan fasilitas karantina khusus untuk kontak dekat, dan evaluasi kepadatan akomodasi dan perilaku di luar acara utama.

(detak)

Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri
Politik5 bulan ago

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Kaisar Abu Hanifah: Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri

Anggota Komisi VII DPR RI, Kaisar Abu Hanifah, menyoroti rencana pemerintah melalui PT Agrinas Pangan Nusantara yang akan mengimpor 105.000...

Modus Hindari Pembayaran THR, Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan! Modus Hindari Pembayaran THR, Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!
Politik5 bulan ago

Modus Hindari Pembayaran THR, Zainul Munasichin: Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!

Anggota Komisi IX DPR RI, Zainul Munasichin, merespons komitmen PT Karunia Alam Segar sebagai produsen Mie Sedaap di Gresik, Jawa Timur,...

Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer Terkait Polemik Paspor Asing Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer Terkait Polemik Paspor Asing
Politik5 bulan ago

Terkait Polemik Paspor Asing, Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer

Anggota Komisi XIII DPR RI Yanuar Arif Wibowo menyoroti polemik yang melibatkan influencer Dwi Sasetyaningtyas setelah pernyataannya terkait kebanggaan memiliki...

Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim
Politik6 bulan ago

Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Masih Adanya Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim

Anggota Komisi X DPR RI Muhammad Nur Purnamasidi menyoroti masih adanya paradoks dalam pembangunan kepemudaan di Provinsi Jawa Timur. Meskipun...

Darori Wonodipuro Darori Wonodipuro
Politik6 bulan ago

Darori Wonodipuro Dorong RUU Komoditas Strategis Selaras Aturan Perdagangan Internasional

Badan Legislasi (Baleg) DPR RI menekankan pentingnya penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Komoditas Strategis yang selaras dengan aturan perdagangan internasional...

Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong
Politik6 bulan ago

Lestari Moerdijat: Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong

Anggota Komisi X DPR RI Lestari Moerdijat mendorong penguatan kolaborasi antara pemuda terdidik dan komunitas penggerak akar rumput, sebagai upaya...

Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara
Politik6 bulan ago

Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara

Anggota Komisi II DPR RI Komarudin Watubun menegaskan pentingnya penanganan serius terhadap wilayah perbatasan negara melalui pembentukan Panitia Khusus (Pansus)...

Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa
Politik6 bulan ago

Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa

Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih mendorong agar kebijakan dan program kepemudaan tidak hanya berfokus pada kalangan mahasiswa,...

Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara
Politik6 bulan ago

Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara

Anggota Komisi II DPR RI Taufan Pawe menegaskan pentingnya pengelolaan kawasan perbatasan Papua yang komprehensif dan berkelanjutan agar masyarakat benar-benar...

Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang
Politik6 bulan ago

Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang

Komisi XI DPR RI menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap kinerja penerimaan negara tahun 2025 sebagai pijakan kebijakan fiskal di tahun...